
"Cih aku kira mereka akan melawan! Ternyata hanya begitu saja" Ksatria Slow
"Sudahlah sebaiknya kita tidur sekarang. Besok kita teruskan perjalanan ke kerajaan Ning" Ucap Nander
Ke esokan paginya di perbatasan hutan gaib
"Sial apakah masih jauh ya kerajaan Ning itu? " Ucap Nander
"Ya kita baru saja melewati setengah jalan. Di depan ada sungai. Sungai itu menuju ke Kerajaan Ning. Pada saat disana kita akan naik kapan" Ucap Ksatria
"Ouh, baguslah kan jadi kita tidak perlu jalan lagi" Ucap Nander
"Huh baru saja kita dapat masalah tadi malam. Sekarang ada lagi masalah di depan mata" Ucap Ksatria
"Itu adalah katak mata seribu. Kelemahannya adalah mata yang berada di atas kepala yang paling besar" Ucap Nander
"Memang, tapi akan sulit karena setiap mata mempunyai kekuatan yang mirip dengan laser mematikan" Ucap Ksatria
"Siapa kalian kenapa kalian berada di sini? " Bicara Kata mata seribu
"Mohon maaf tapi kami kesini untuk pergi ke Kerajaan Ning. Tolong tuan katak agar bisa menyingkir dari jalan kami" Ucap Ksatria
"Ingin melewati ku, kalian harus memberikan barang kalian dulu baru kalian bisa pergi"
"Hah jangan bercanda kau. Kau itu seekor katak, kau mau buat apakan semua barang barang yang kau curi itu? " Ucap Nander
"Jual, apa lagi emangnya? Tentu saja barang barang itu ku jadikan koleksi di rumah ku" Ucap katak mata seribu
"Rasakan ini ( maju ke depan menyerang katak mata seribu )" Nander
__ADS_1
Akhirnya serangan itu berhasil mengenai Katak mata seribu
"Ka... kau beraninya menyerang dari belakang.
Ughh ( kesakitan ) " Katak mata seribu
"Apa ( teriak ) apanya yang nyerang dari belakang? Justru aku nyerang dari depan" Nander
"Menyerahlah Katak, kau sudah terluka parah karena tusukan pedang" Ksatria Slow
"Kalian ugh akan ku balas perbuatan kalian lihat saja" Katak mata seribu
Karena katak mata seribu terluka. Diapun pergi kembali ke sarangnya untuk mengobati lukanya.
"Ayo Ksatria Slow kita lanjutkan perjalanan kita" Nander
"Aku tidak mau berjalan kau, kau saja yang jalan sanah" Ksatria Slow
"( melihat ke mukanya nander ) aku akan pergi lewat portal " Ksatria
Ksatria Slow karena sudah kelelahan jadi pergi begitu saja ke dalam portal dimensi
"Eh tunggu ( teriak ). Aduh.. ( jatuh ) sakit sekali. Sialan awas saja kalau kita bertemu lagi akan ku buat kau menderita ( teriak ) " Nander
Beberapa menit kemudian di saat Nander kelelahan ingin beristirahat datang banyak orang pemburu berlarian melewatinya
"Wahhh tolong... " Para pemburu
"Eh suara apa itu? ( melihat ke sebelah kanan ) Wahh ( teriak ) kenapa ada banyak pembunuh di sini? " Nander
__ADS_1
"Tolong... Tolong... " Para memburu
Dua orang pemburu lari melewati nander
"Eh... ( heran ) " Nander
"Wahhh.... Wahh... " Satu orang pemburu
"Ehh... Berhenti itu makanan ku ( teriak ). Jangan di tendang... ( teriak ) " Nander
Karena saking takutnya para pembunuh itu, sehingga salah satu pembunuh tidak sengaja menendang makanan saat di panggang milik Nander
"Tidak... ( teriak ) kau rasakan ini ( melempar kayu yang ada apinya ) " Nander
Kayu itu mengenai bokongnya sehingga menyebabkan api itu berpindah ke bokongnya
"Ehh ( kaget ) kau tunggu itu pantat mu kebakar ( teriak ) " Nander
"Wah... Api.. Api... Tolong.. ( teriak ) " Salah satu pemburubu
Karena salah satu pemburu itu mengetahui kalau bokongnya kebakar jadi larinya bertambah tiga kali lipat. Akibatnya Nander pun tidak sempat mengejarnya
"Aaa.... Larinya cepat sekali! Tapi kenapa mereka lari? Ada apa di hutan ini sebenarnya? ( heran ) " Nander
Tiba tiba saat Nander menengok ke belakang, muncul sosok Hantu yang sangat menyeramkan
"Ahh.. Sudahlah, ( melihat ke belakang ) " Nander
"Ha... Lo.. Anak.. Muda.. ( suara menyeramkan ) " Hantu
__ADS_1
"Wahh.... Setann... ( teriak ) " Nander
"Per.. Gi dari.. Sini ( suara menyeramkan ) " Hantu