Two Boys & Three Girls

Two Boys & Three Girls
BAB 12 : MASA LALU PART 5


__ADS_3

sudah dua bulan tiba, orang tua amel melakukan pembangunan kontrakan yang sudah di sepakati sebelumnya.


"alhamdulillah pembanguan sudah selesai, Terima kasih atas kerja sama kalian, membangun kontrakan ini" ucap ayah andre.


"Sama-sama Pak, ini juga sudah jadi kewajiban kami, sebagai tukang yang di perintah oleh bapak" jawab sang mandor, borongan tukang bangunan.


"sekiranya berapa bayaran untuk kalian" tanya ayah andre.


"itu tergantung bapak yang ingin memberikan gajih kepada kami" jawab mandor.


"yudh sebelum saya memberikannya, mari kita makan terlebih dahulu, istri saya sudah menyiapkanya untuk kalian" ajak ayah andre pada semua tukang.


jumlah tukang yang begitu banyak hanya dalam satu tahun saja pembangunan kontrakan pun selesai.


ayah andre sengaja untuk mempercepat pekerjaan tersebut, supaya kesepanya segera bisa di pakai.


mereka pun makan siang untuk mengisi kekosongan perut.


***


lalu di tempat pendiam pak andri, keluarga nya yang sedang siap-siap untuk pergi Jalan-jalan, setelah anak-anak dan keponakannya pulang sekolah.


itu juga salah satu untuk menghilangkan kejenuhan sang keponakan selama dua bulan tidak bersama orang tuanya.


setelah keluarga pak andri sudah siap begitu pun keponakannya, mereka pun segera menaiki mobil untuk pergi ke tempat yang di tuju.


tidak butuh lama, sampailah mereka pada tujuanya, tempat dimana yang mereka belum pernah kunjungi yaitu, sebuah pariwisata ancol.


mereka pun turun dari mobil dan melangkah ke pintu masuk untuk membeli kartu nya, untuk masuk ke wahana.


setelah mereka sudah membeli kartu, mereka pun masuk ke dalam.


***


di tempat pendiaman ayah andre, para tukang beserta andre dan istrinya telah selesai makan siang.


ayah andre pun, akan menempatkan janjinya terhadap para tukang.


ayah andre pun melangkah kakinya ke sebuah ruangan yang terdapat sebuah uang yang sudah di siap kan untuk para tukang.


setelah mengambil nya ayah andre kembali ke tempat para pekerja.


"saya sudah siap kan untuk kalian, kurang lebihnya silahkan di terima aja, karna saya telah melihat kerja kelas kalian" ucap ayah andre yang memberikan uang kepada para pekerja.


"apa ini gak kebanyakan pak" jawab sang pekerja yang kaget melihat ayah andre memeberikan uang yang begitu banyak.


"sudah Terima saja, ini sebagai tanda Terima kasih terhadap kalian semua"


"baik kalau begitu saya Terima pak"


kemudian setelah para pekerja menerima upah dari ayah andre, para pekerja pun meninggalkan tempat pendiaman ayah andre.


"baik Pak kalau begitu, kami pamit dulu yah" ucap salah satu pekerja.


"ok baik" jawab ayah andre.


para pekerja pun salaman sama ayah andre, lalu mereka meninggalkan tempat pendiaman ayah andre.


setelah para pekerja sudah pamit meninggalkan ayah andre dan istrinya, sang istri pun memulai pembicaraan.

__ADS_1


"mas, kapan kita ke kota takutnya anak-anak sudah bosen lama menunggu kita" tanya sang istri.


"kemungkinan, seminggu lagi kita pulang" jawab ayah andre.


"yudh ibu mau telfon anak-anak dulu" saut sang istri yang melangkah ke kamar untuk mengambil handphone.


"drrrtttt, drrrtttt, drrtttt" suara handphone milik andri pun bergetar di sebuah saku miliknya, kemudian di ambilah handphone nya dari saku.


"halo kak, ada apa" tanya andri di balik telefon.


"kasih tau anak-anak, nanti saya sama mas andre, seminggu lagi pulang" jawab bu Vina.


"baik kak, nanti saya sampaikan pada anak-anak.


setelah tidak ada pembicaraan bu Vina pun mematikan panggilan telefon.


bu Vina yang telah menelfon andri adik iparnya, bu Vina pun kembali ke dapur untuk membersihkan piring kotor yang tadi.


di tempat lokasi pak andri, yang sedang keliling-keliling melihat-lihat wahana ancol.


pak andri memberhentikan sang istrinya.


"bund, nanti bang andre sama intrinya seminggu lagi mau balik" ucap andri memberitahu.


"beneran, syukur dah kalau begitu" jawab bunda zahra.


"apa, ayah mau pulang" tanya andi yang sempat mendengarkan obrolan om nya.


"iya kak orang tua kamu seminggu lagi mau pulang" jawab om andri.


"yey, seneng kalo gitu"


lalu mereka pun melanjutkan keliling untuk memilih wahana mana yang ingin mereka naikan.


sampai mereka mendapatkan sebuah wahana, mereka pun menaikan wahana tersebut sesuai keinginan anak-anak dan keponakannya.


setelah merasa puas terhadap wahana tersebut mereka pun menaiki wahana yang lainya.


sampai waktu sore menunjukkan jam 17:00 tepat mereka pun segera pulang.


lalu mereka pun melangkah kan kakinya keluar menuju ke lokasi parkiran.


setelah sampai pada parkiran, mereka pun menaiki mobil dan segera menuju rumah.


***


dalam waktu seminggu pun telah tiba, setelah merencanakan sebuah pembangunan kontrakan milik ayah andre dan pak andri.


namun pada saat itu, cuaca yang tidak memungkinkan membuat kedua orang tua amel merasa delima.


tapi kedua orang tua amel sudah memberitahukan kepada anak-anak nya dan keluarga pak andri.


bahwa seminggu yang akan datang mereka akan pulang.


dengan pemikiran tekad yang kuat di miliki oleh ayah andre, ayah andre dan sang istri pun jadi pulang, walaupun dengan keadaan cuaca yang tidak mendukung.


"yah, emang kita jadi pulang, cuaca lagi gak baik loh" tanya bu Vina pada sang suami.


"jadi nanti kita berangkat jam 10" jawab ayah andre.

__ADS_1


"udah di siapin kan barang-baranya bu" tanya andre pada sang istrinya.


"iya udah yah" jawabnya.


jam 10 pun tiba, ayah andre beserta istrinya menunggu taksi online yang sudah ia pesen.


dengan hitungan menit, taksi online pun sampai di sebuah kontrakan ayah andre, ayah andre pun membawa barang-baranya ke dalam bagai mobil dan di bantu oleh supir taksi.


serasa sudah siap barang-barang sudah di masukan ke dalam bagasi, mereka pun menaiki taksi itu dan segera menuju ke lapangan terbang.


"yah apa gak kabarin dulu sama anak-anak kalau kita udah mau berangkat" tanya bu Vina.


"nanti aja kalau udah sampai di kota" jawab ayah andre.


"yudh kalo gitu".


sampailah mereka di lapangan terbang, mereka pun turun dari taksi dan mengambil barang-barang nya yang sudah di bawa.


setelah membayar ongkos taksi online, ayah andre dan sang istri memasuki ruangan tunggu waktu jam pesawat nya ingin terbang.


setelah lama menunggu mereka berdua pun segera masuk ke dalam pesawat.


sekiranya para penumpang yang di naiki pesawat kedua orang tua amel pun, pesawat itu siap untuk siap terbang.


di tempat pendiaman rumah andri, mereka pun berbincang-bincang sambil menonton tv begitu pun pada sang anak-anak nya dan keponakan nya yang sibuk memainkan handphone.


"pah, Kira-kira mereka sampai ke kota jam berapa yah" tanya bunda zahra pada sang suami.


"kurang lebih 2 jam" jawab pak andri.


"Ohh begitu, belum nanti jemput dari rumah ke bandaranya kan lumayan jauh" ucap bunda zahra.


"yah kalau ituh sekitaran jam tujuh malam mungkin sampai rumahnya"


"bagus deh kalo begitu jadi kemungkinan kalau anak-anak mereka menunggunya gak terlalu malam" jawab bunda zahra.


kembali ke posisi orang tua amel, saat itu mereka yang sedang di dalam pesawat, terjadilah cuaca yang begitu seram, hujan angin yang begitu deras, di tambah petir yang mengerikan.


pesawat yang mereka tumpangi tidak bisa seimbang kembali di karenakan efek yang begitu suram.


tiba-tiba kaca depan pesawat pun pecah afek angin yang begitu kencang.


sang pilot yang berusaha menyeimbangi pesawat itu pun sudah sangat kewalahan.


para penumpang yang di dalam pun berteriak ketakutan.


"yah bagaimana ini, apa yang kita lakukan" ucap bu Vina yang sedang panik ketakutan.


"tenang kita berdoa aja semoga gak terjadi Apa-apa" jawab ayah andre berusaha menenangkan sang istri.


bu Vina yang mendengar jawaban sang suami, mereka berdua pun berdo'a, ber istighfar meminta pertolongan.


namun tak di sangka-sangka, pesawat pun tiba-tiba kehilangan kendali, perlahan-lahan pesawat mulai turun di tujuan yang bukan pada tempatnya


"ya allah lindungi hambamu" ucap salah satu penumpang.


"ya allah ampunilah dosa ku"


banyak sekali para penumpang yang mengucapkan pertolongan pada tuhanya.

__ADS_1


namun takdir sudah terjadi, pesawat jatuh di lautan.


__ADS_2