Two Boys & Three Girls

Two Boys & Three Girls
BAB 13 : MASA LALU (ENDING)


__ADS_3

sekitar pukul 07:00 terdapat sebuah berita di televisi terjadinya kecelakaan pesawat terbang yang terjadi pada malam hari sekitar pukul 20:45 am, kabarnya pesawat tersebut kehilangan kendali saat cuaca begitu buruk menimpahnya, namun kabar identitas para penumpang belum juga terdeteksi.


pak andri yang tidak sengaja mengganti-ganti channel tiba-tiba pak andri menemukan sebuah siaran berita tentang kecelakaan sebuah pesawat, namun pak andre belum tahu pasti sebuah pesawat apa yang di maksud berita tersebut, karna pak andre agak telat menonton suara berita tersebut.


sebab mereka baru saja selesai sarapan bersama.


"om, lagi ngapain om" tanya andi yang menghampiri pak andri.


"ini om lagi nonton berita pesawat kecelakaan" jawab pak andri yang sudah terdapat andi duduk di sebelahnya.


"kok ayah belum sampai juga ya" ucap andi khawatir di dirinya.


"mungkin orang tuamu lagi nginap dulu kali, soalnya ke capean atau gimana ya kan" jawab pak andri melihat andi yang memikirkan kedua orang tuanya.


"iya om, semoga aja ayah sama ibu selamat sampe rumah" ucap andi menenangkan diri.


"nah gitu kan baru namanya keponakan om, paling kuat" jawab pak andri memuji seraya mengusap rambut andi.


"iya om makasih" ucap andi tersenyum melihat pak andri.


setelah perbincangan pak andri dan andi, mereka berdua lanjut terfokus oleh siaran berita di TV, masih mereka pantengin berita pesawat tersebut.


kemudian datanglah seorang istri, ketiga anaknya, dan ke empat keponakanya, yang juga langsung duduk dan ikut menonton siaran berita tersebut.

__ADS_1


"pah identitas para penumpangnya udah di kasih tau belum sama beritanya" tanya sang istri.


"belum bund".


sekitar 10 menit mereka mantengin TV, kemudian pak andri pun mengganti channel lain, karna semua keponakannya yang menonton pun sudah mulai bosen, akan tetapi tetep aja channel nya di penuhi oleh berita kecelakaan pesawat itu.


saat hendak mengganti ke channel lain lagi, pak andri di buat penasaran sama ucapan sang penyiar berita itu.


di tatap lah terus oleh pak andri, begitu pun semuanya juga ikut menatap ke arah TV, kemudian penyampaian demi penyampaian dari seorang penyiar itu, dia pun memberi tahu kan identitas nama para korban penumpang kecelakaan pesawat itu.


mereka pun fokus mengamati nama-namanya siapa saja korban kecelakaan pesawat itu, hingga sampai pada akhir nya sebuah nama kedua orang tua keponakan pak andri pun tersebut.


sontak mereka yang mengetahui identitas nama ituh adalah nama kedua orang tua dari keponakannya dan kedua kaka ipar dari pak andre dan sang istri.


pak andri pun menenangkan mereka semua, walaupun hati pak andri ikut terisak seperti terkena irisan pisau daging sapi.


Tangisan demi tangisan pecah semua yang berada di dalam rumah pak andri, mereka pun memecahkan tangisan sembari memeluk satu sama lain.


begitu pun pak andri yang menenangkan seorang istri dan kepada ke lima keponakannya.


ntah apa yang akan mereka lakukan setelah kepergian kedua orang tuanya, sedangkan umur keponakan pak andri masih tergolong di bawah umur, untuk mereka menjalankan hidup nya masih membutuhkan kedua rasa kasih sayang kedua orang tuanya.


pak andri tidak bisa berkata apa-apa melihat mereka yang menangis begitu pecah, mengetahui kedua saudara yang tiba-tiba terjadi sebuah kecelakaan bukan karna kehendak sendiri, karna itu sudah takdir dari Tuhan yang Maha kuasa.

__ADS_1


"tenang bund, tenang nak," ucap pak andri mengusap punggung mereka.


"hee eee hiks, k-kenapa a-ayah sama ibu n-ninggalin k-kita om, hee eeee" ucap Riska dengan tangisan terisak.


"tenang de, ini udah takdir untuk kita semua, kita sekarang hanya bisa mendoakan mereka semoga tenang di sana" saut Siska yang memeluk seorang Riska, sambil menahan tangisan nya.


tidak henti-henti nya mereka berhenti menagis.


***


pukul sudah menunjukan jam 3 sore korban yang sudah di bungkus oleh para penanganan kecelakaan pun siap untuk menghantarkan korban kepada pihak keluarganya.


sedangkan korban dari kedua orang tua amel masih dalam proses perjalanan menuju lokasi rumah pak andri,pak andri yang seorang dari kelurga kaya, dia langsung menangani proses tempat terjadinya kecelakaan dan memerintahkan petugas, untuk segera membawa pihak korban ke rumahnya.


untung saja jasad mereka masih utuh seluruh tubuh, jadi masih mudah untuk di temukan.


keesokan harinya kedua orang tua amel siap untuk di makamkan di pemakaman khusus, supaya pemakaman mereka bisa ter urus.


setelah mereka menghantarkan jenazah kedua orang tua amel mereka pun langsung pulang ke rumah pak andri lagi, sampainya di rumah tidak ada obrolan di antara mereka, semua keponakannya hanya mengurung di dalam kamarnya, begitu sang anak dari pak andri terus menenangkan semua keponakannya itu.


hingga sampai mereka dewasa, begitu pun seorang andi sebagai anak pertama dari almarhum kedua orang tuanya, mereka berniat untuk tinggal di rumahnya sendiri, tidak ingin merepotkan keluarganya pak andri lagi.


andi yang juga sudah dewasa, memiliki keinginan menjaga adik nya sendiri sampai mereka bisa menemukan impian mereka masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2