UNLIMITED LUCKY

UNLIMITED LUCKY
(untuk judul silahkan komen)


__ADS_3

setelah lama memikirkan rencana kedepannya, Agus memproses pencairan dana 380 juta rupiah dari hasil kemenangan tranding ke nomor rekeningnya sendiri untuk lebih amannya. setelah pencairan berhasil, Agus keluar rumah menuju ATM terdekat berjalan kaki.


setelah sampai di mesin ATM dan melihat semua isi saldonya, Agus masih belum bisa percaya bisa menghasilkan uang segitu banyaknya. dengan tangan gemetar dan mulut menyeringai kegirangan, Agus berusaha menyimpan kegembiraan nya.


"yaa tuhan, ini duit semua.. seumur hidupku paling banyak nyimpan uang 3 juta di ATM, dan sekarang ratusan juta. kalau uangnya ku belikan martabak telor semua, mungkin udah full isi rumah dengan martabak.. hehehe"


"yah pertama-tama ambil 1 juta dulu buat pegangan, mumpung lagi diluar sekalian beli martabak telor jumbo extra daging"


Agus pun langsung menuju tempat penjual martabak telor langganannya. diperjalanan Agus tidak sengaja menginjak bungkusan plastik warna hitam, karena penasaran Agus langsung membuka plastik tersebut untuk melihat isi didalamnya. setelah Agus melihat isi bungkusan plastik tersebut, Agus kaget dan tak percaya karenakan melihat uang 100 ribuan dalam 1 plastik penuh.


"astaga naga, ini uang semua gila, siapa yg menjatuhkannya?" dengan heran


sambil melihat ke kiri dan ke kanan Agus tidak melihat siapapun didekatnya, Karena bingung Agus membawa uang tersebut bersamanya.


"fiuhh.. tenang gus tenang" sambil mengusap dadanya.


"ini baru permulaan, aku harus terbiasa dengan ini. karena keberuntungan ku yang gila, semua bisa mungkin terjadi." Agus bergumam sambil menganggukkan kepalanya


setelah mencapai tempat penjual martabak telor, Agus pun langsung memesan martabaknya.


"paman, saya beli martabaknya yg jumbo 1 yaa" kata Agus


"oke mas, tunggu saya siapin dulu yaa" jawab paman penjual martabak


sambil menunggu paman penjualnya menyiapkan pesanannya, Agus duduk di kursi yang tersedia didekatnya. setelah duduk sebentar, agus memperhatikan benda berkilauan di samping gerobak yang terselip diantara batu bata.


"ehhh apa itu" gumam Agus


dengan penasaran Agus menghampiri benda tersebut, setelah melihat dari dekat ternyata itu sebuah anting emas.

__ADS_1


"ahh paman coba lihat ini, ada anting emas disebelah sini" sambil menunjukan antingnya


setelah mendengar Agus berkata, mata paman langsung menuju anting emas yang ditangan agus.


"ahhhh itu anting istriku yang hilang kemaren sore pada saat membantu paman menyiapkan dagangan. tunggu sebentar, saya coba panggil istri saya dulu dibelakang" jawab pamannya buru-buru


tidak lama kemudian, paman membawa istrinya ke depan untuk melihat anting yang ditemukan Agus. Agus juga memperhatikan bahwa istri paman penjual martabak hanya memakai anting di telinga kiri nya, dan memperhatikan bahwa anting yang ditemukannya memang persis sama dengan istri paman penjual martabaknya.


"syukur lah kalau begitu, bibi bisa langsung pakai lagi antingnya" Agus menyerahkan anting istri paman


"ahhh anak muda, terimakasih banyak ya. bibi kemaren bingung nyariin ini anting, sekali lagi terima kasih banyak yaa" kata bibinya


"iya sama-sama" sambil tersenyum


setelah menunggu beberapa saat, pesanan agus pun selesai. pada saat agus mau membayar, pamannya menolak untuk menerima uangnya karena paman penjual menunjukan rasa terimakasih kepada Agus yang sudah menemukan anting istrinya. Agus pun menerimanya dan segera menuju kerumahnya.


setelah Agus sampai di rumah, Agus langsung duduk di sofa diruang tamu sambil menyalakan televisi. di dinding ruang tamu banyak foto-foto keluarganya terutama foto kakek & nenek agus, yang dimana sudah meninggal dunia sejak 3 tahun yang lalu dengan waktu yang hampir bersamaan dimana karena sudah lanjut usia. semua warisan peninggalan kakek nenek nya diwariskan kepada Agus dan orang tua nya. Agus mendapatkan rumah beserta isinya, sedangkan orang tuanya mendapatkan sebidang tanah seluas 1 hektar di daerah perkampungan dekat dengan rumah orang tua Agus, yang mana sudah lama dikelola orang tuanya menjadi kebun dan sawah padi.


"49.9 juta, 50 juta.. wow 50 juta, siapa orang kaya yang membuang uang segitu banyaknya di pinggir jalan. yahh karena uangnya ditemukan ayah ini, dan ayah ini tidak mau kena masalah merepotkan lainnya, biarkan ku gunakan untuk diriku sendiri" sambil menganggukan kepala


"bukannya ku rakus, tapi yahh pemilik uang ini yang ku khawatirkan. siapa tau pemilik uangnya pengedar narkoba dll, kalau ku serahkan ke polisi uang ini, kedamaian hidup ku bakal terganggu." mengusap dagunya dan memandangi tumpukan uang di atas meja.


Agus bukan orang baik dan bukan orang jahat, bukan naif seperti kebanyakan MC novel lainnya dimana harus selalu membantu orang lain. Agus yang cinta kedamaian kehidupannya sendiri dan tidak mau mengikuti sifat MC novel dan manga yang selalu membuat masalah yang merepotkan dirinya sendiri yang akan mengganggu kehidupan santainya.


________________________________________________


ditengah perkotaan surabaya dengan banyaknya gedung tinggi pencakar langit. tepat disalah satu gedung tinggi hotel disalah satu kamar paling mewah, terdapat seseorang lelaki berjas hitam dikelilingi 2 gadis muda sedang memaki-maki lewat telpon genggamnya.


"apa kamu bilang, uang hasil transaksi sabu hari ini hilang, gimana ceritanya bisa hilang hah.. dasar sampah tidak becus" lelaki berjas berbicara keras ke telpon genggamnya

__ADS_1


"maaf bos, sebenarnya setelah habis transaksi dengan pembeli saya tidak tahu kalau disekitar ada polisi yang mencurigai penyamaran saya. jadi untuk mengelabui polisi uang nya saya sembunyikan di kantung plastik hitam di pinggir jalan yang sepi terlihat samar di kegelapan didekat semak-semak rumput. dan alhasil berhasil mengelabui polisi, tetapi baru setelah saya tinggal sebentar dan pas saya mau ambil uangnya sudah tidak ada di tempat semula" jawab orang misterius di telpon dengan gugup


"pokoknya saya tidak mau tau, uang itu harus ketemu" tegas bosnya


"iya iya bos" jawab telpon dengan gugup


"ohh yaaa, tunggu kabar dari kepolisian setempat setelah si penemu uang melaporkan ke polisi. jangan lupa selidiki si penemu uangnya, kamu harus kasi pelajaran biar dia berharap untuk mati. mengerti??" jawab bos


"iya bos, anggap saja sudah selesai bos" jawab di telpon


"bagus, ku tunggu kabar baiknya"


sangat disayangkan bahwa rencana lelaki itu dipastikan akan gagal menemukan uang penjualan sabunya, karena uangnya sudah ditangan di MC kita yang penuh ke hati-hatian dan penuh dengan rencana cadangan untuk menghadapi gangguan kehidupan yang damai.


_________________________________________________


dirumah agus lagi membereskan tumpukan uang dan menyimpanya di dalam lemari baju.


"hattcuhhhh (bersin), siapa yang lagi membicarakan dibelakang ku?, mungkinkah orang tua di kampung?. yahh mungkin bulan ini harus menjenguk orang tua biar meraka tidak terlalu khawatir keadaan ku"


"hehe karena punya uang banyak, keinginan ku yang sudah lama tertunda bisa terwujudkan sekarang" sambil nyengir


"ok rencana pertama membuka warung internet. menyewa tempat lumayan luas di pingir jalan untuk 2 tahun, terus beli komputer standar gaming 20 unit biar ada diskon pembelian, mengatur pemasangan internet.. terus sewa karyawan 3 orang, dengan keberuntungan gila usahaku seharusnya selalu rame didatengi pengunjung dan uang akan terus mengalir ke kantong tanpa harus bekerja. hahaha jenius gus kamu jenius.. 🤑"


ada alasan kenapa agus memilih untuk usaha warung internet, pertama hidupnya tidak bisa lepas dari internet. kedua untuk usaha warung internet tidak merepotkan dibandingkan dengan usaha yang lain yang mana hanya bermodalkan komputer dan internet (kalian tahu lah kalau MC kita paling benci hal yang merepotkan). ketiga, karena merupakan keinginannya sejak dulu waktu SMA dimana pengen mempunyai warung internet sendiri.


meskipun Agus bisa mengandalkan keberuntungannya untuk menghasilkan uang lewat online seperti tranding, judi online, atau pun usaha online lainya. agus tidak mau seperti itu, karena menurutnya hal-hal seperti itu akan mengundang kecurigaan orang-orang disampingnya tentang penghasilan yang banyak. dan agus terlalu malas untuk menghadapi hal-hal merepotkan tersebut yang akan menggangu kehidupanya yang damai.


penulis :

__ADS_1


(😅😅😅, ambisi ku akhirnya tertulis di novel, meski d kehidupan nyata ngk 😆😆)


__ADS_2