
POV MC
Hari ini melihat tempat bangunan di sewakan di temani gadis cantik, bikin hati para lelaki jomblo seperti ku berbunga-bunga hehe. tapi tetap saja raut wajahku tetap biasa diluar.
"Bangunan ini baru saja di kosongkan 15 hari yang lalu, dan cat dindingnya baru 3 hari yang lalu diperbaiki. bangunan ini mempunyai lebar 12 meter dengan panjang 25 meter. mempunyai lantai 2 tingkat, dengan kamar mandi 1 buah di masing-masing lantai. dan ada 1 kamar tidur untuk lantai atas" penjelasan Dewi
Aku balas menganggukkan kepala ku, dan kami pun menaiki lantai kedua.
"Bangunan ini sudah dilengkapi dengan 3 pendingin ruangan, untuk umur bangunannya sendiri masih baru 2 tahun di bangun. saya percaya kedepannya tidak ada masalah dengan kondisi bangunan dalam beberapa tahun.
"Oh," jawab ku sambil mengangguk
Aku memang melihat kondisi bangunannya seperti baru, dan ruangannya cukup luas memenuhi standar yang ku mau.
"Gimana, mungkin ada yang ditanyakan soal bangunannya?" tanya Dewi kepadaku
"Dewi, kalau boleh tau.. sewa pertahunnya berapa ya ?" tanyaku
"Untuk sewa pertahun bangunan ini 35 juta pertahun Kak Agus" jawab
"Oh gitu" jawab ku sambil melihat-lihat sekeliling lagi
Sebenarnya aku cukup syok mendengar harga sewa tempatnya, tapi memang bangunannya sangat lah luas, dan juga tata letak bangunan yang sangat strategis. sebenarnya harga 35 juta bisa dibilang murah, cuman buat aku yang hampir tidak pernah ngeluarin uang segitu banyaknya terasa sangat berat dihati. tetapi karena uang selalu gampang di cari dengan bakat cheat aku, aku berusaha berpikir yang positif.
"Gimana Kak Agus, apakah bangunan ini cocok dengan selera mu" tanya dewi
"Iya, saya suka bangunan ini dan lokasinya. saya akun menyewa tempat ini selama 2 tahun" jawab ku
"Kak agus bisa langsung aja untuk ke kantor mengurus berkas surat bangunannya kalau ada waktu" jawab dewi
"Oke tidak masalah, kalau boleh tau ada tempat yang lain untuk disewakan?. saya rencana sewa beberapa bangunan lagi yang seperti ini" tanya ku
Yah karena uangku banyak sekarang, kenapa tidak sekalian buat usaha aja ya kan. lagian juga mustahil rugi karena punya cheat keberuntungan hehehe.
"Eh (kaget), ada kak agus. mungkin kalau kak agus tidak keberatan, bisa saya temenin langsung ke bangunan lain yang disewakan." jawab dewi
"Yahh, tidak masalah kalau sekarang" jawab ku
"Oke, kak agus bawa kendaraan sendiri tadi?" tanya dewi
"Tidak, saya naik taksi tadi" jawab ku
__ADS_1
"Yaudah kak, ikut saya aja sekalian. saya pake mobil kantor" jawab Dewi
"Oke, maaf ya ngerepotin" jawab ku
" Tidak apa apa kak, santai saja" jawabnya
Setelah itu kami pun menuju mobilnya di parkiran. di perjalanan aku duduk disebelahnya lagi nyetir, dan aku bisa nyium aroma parfumnya. biar tidak bosan di perjalanan, aku pun memulai ngobrol santai dengan Dewi
"Dewi tinggal daerah surabaya mana?" tanyaku
"Saya asli orang lamongan kak, saya di surabaya masih baru beberapa minggu yang lalu " jawabnya
"Oh begitu, di surabaya ada keluarga juga Dew?" tanyaku santai
"Saya tidak punya saudara di Kota Surabaya kak, jadi saya menyewa kos-kosan aja. kalau kak agus dimana?
"Saya tinggal daerah cirtaland, ya saya juga bukan penduduk asli surabaya. cuman udah lama tinggal disini" jawabku
"Ah saya juga di daerah citraland kak, tetanggaan berarti hehe" Dewi sambil tertawa kecil
"Yahh bisa diatur entar kalau mau jalan-jalan" jawab ku
"siap kak"
Kalian mungkin belum tau, sekarang total uangku mencapai 970 juta rupiah. Kalian mungkin tidak percaya ini, aku sebenarnya juga tidak percaya dengan ini. uang yang ku kumpulkan selama seminggu ini dengan cheat keberuntungan benar-benar gila.
Bahkan jika ada meteor emas jatuh dengan lembut ketanah dari langit di depan ku, Aku akan terbiasa dengan itu.
Kalian iri dengan cheat ku? hehehe, berdoalah kalian agar menemukan cheat seperti aku juga.
___________________________________
Pov pandangan orang ketiga
Agus dan Dewi sekarang berada di Rumah Masakan Padang. Dengan ajakan Agus untuk makan bersama, Dewi tidak keberatan dengan tawarannya, lagipula dengan Agus yang mentraktirnya kenapa repot-repot menolak rezeki didepan mata.
Setelah Agus dan Dewi duduk di kursi di samping meja makan dan segera seorang pelayan wanita menghampiri mereka berdua.
"Halo selamat datang, ada yang mau dipesan?" tanya pelayan wanita itu
"Saya pesan Rendang daging lengkap dengan nasi dan untuk minumannya saya es jeruk saja. Dewi kamu mau pesan apa?" jawab Agus setelah itu melirik Dewi
__ADS_1
"Saya juga Rendang daging juga lengkap dengan nasi, untuk minuman saya pesan es teh saja mba? " kata Dewi kepada pelayan itu
"Oh iya, tunggu sebentar ya" kata pelayan wanita
"Iya mba, Makasih" Kata Agus
Setelah beberapa saat, pesanan Agus dan Dewi pun akhirnya tiba.
Tanpa menunggu lama, Merekapun menyantap makanan di atas meja mereka.
Dewi menyantap makanannya dengan secara perlahan yang seperti bangsawan kerajaan yang tetap mempertahankan etika sopan saat makan.
Namun, berbeda dengan Agus.
Agus menyantap makanannya dengan ganas seperti binatang buas yang melahap mangsanya. Agus menghabiskan makanannya hanya menghabiskan waktu kurang dari dua menit, bisa dibilang sangat cepat.
Dewi yang menyaksikan semua ini benar-benar tercengang sekarang Dan juga sedikit bingung dipikirannya.
"Apakah agus ini benar-benar orang kaya, kenapa cara makannya sama sekali tidak mencerminkan orang kaya sama sekali. Mungkin bisa di bilang seperti cara makan gelandangan yang belum makan satu minggu" pikir Dewi
Agus yang sudah selesai menyantap makanannya, melihat Dewi yang sedang menatapnya.
"Ada apa Dew, Apakah ada yang aneh" tanya Agus penasaran setelah ditatap Dewi
Mendengar Agus menanyainya, Dewi tersadar dari lamunannya,
"Ah tidak ada kak Agus, itu ada nasi yang nempel di pipi kiri kamu" Jawab langsung Dewi
Setelah mendengar perkataan Dewi, Agus pun langsung mengambil nasi di pipinya mengunakan jari dan langsung memasukan nasi itu ke mulutnya.
Setelah itu,
Eeeug!!
Agus bersendawa keras tanpa menutup mulutnya, seolah olah seperti auman singa dan terdengar di seluruh ruangan. Setiap mata pengunjung langsung mengalihkan pandangan mereka ke Agus seolah olah berkata :
"Tidak ada yang melarang kamu untuk bersendawa, namun bisakah kamu setidaknya menutup mulut buas mu itu" pikir mereka
Agus yang ditatap banyak mata benar-benar tidak peduli.
Dia hanya menyenderkan tubuhnya di kursi dan menepuk perutnya sambil menyipitkan matanya, dan benar-benar tidak peduli dengan keadaan disekitarnya.
__ADS_1
Dewi yang di samping Agus benar-benar malu sekarang. Karena agus, dia juga ditatap banyak pengunjung sekarang dan hanya bisa menunduk menyantap makanan nya.