
“ pintu ini mungkinkah tempat penyimpanan harta karun” setelah mengalahkan elder licht herd menemukan sebuah pintu rahasia yang tertutup oleh sihir elder licht, karena elder licht sudah mati semua sihirnya menghilang dan dungeon mulai runtuh “ aku harus cepat mengambil harta karunnya....!?“ herd dengan cepat cepat membuka pintu tersebut dengan tujuan untuk mengambil harta karun namun bukannya harta karun herd malah dikejutkan oleh sekumpulan elf yang di ikat disana beberapa sudah menjadi mayat yang sangat kering dan hanya ada satu buku disana.
“ elf??? Sepertinya semua elf yang dikirim untuk menjelajah sebelumnya, apa mereka masih hidup” herd mendekati beberapa elf yang belum mengering. “astagfiruloh!!!” elf yang sedang di perhatikan herd tiba tiba membuka matanya dan mengejutkan herd. “ siapa kau !!!” elf itu berbicara dengan sangat lemas tidak bertenaga sama sekali, “ hei kau kenapa...” herd penasaran apa yang sudah terjadi pada elf elf itu, namun elf yang tadi bangun pingsan kembali kehabisan tenaga “ apakah aku harus menyelamatkan mereka....” herd berpikir keras karena akan susah untuk kembali ke atas dengan menggendong beberapa elf dan dungeon tidak lama lagi akan hancur.
Herd di hadapkan dengan pilihan yang sangat sulit “ mungkin lebih baik aku meninggalkan mereka saja...lagi pula aku tidak mengenal mereka” herd berencana untuk langsung keluar dari sana namun saat dia memalingkan wajahnya dari para elf herd mengingat leifa yang sedih saat menceritakan tim penjelajah elf “ ahhh....merepotkan sekali” herd melepaskan semua ikatan para elf yang terjebak disana “ hei hei...apa kau bisa bangun, apa kalian masih hidup” herd menepuk nepuk pipi para elf satu persatu dan mencoba untuk membangunkan mereka semua.
“ mereka tidak mau bangun juga...apa aku harus menyembuhkan mereka tapi manaku tidak tersisa banyak,sudahlah aku sudah tidak punya pilihan lain” herd menggunakan sihir penyembuhan ke salah satu elf ‘heal’ dalam sekejap elf itu langsung bangun “ manusia mau apa kau, dimana ini“ dia terkejut pada herd dan langsung waspada pada herd“ kau ini sudah merepotkanku masih banyak tanya, cepat bangunlah kita tidak punya banyak waktu lagi ” herd berpindah ke elf yang lain “ ini...benar aku ingat kita semua memasuki dungeon mengerikan ini” elf itu sudah menyadari dan mengingat semua hal yang telah terjadi termasuk saat pertama kali “ maafkan aku penyelamat sudah bersikap kasar dan terimakasih sudah menyelamatka....” elf itu berterimakasih dengan formal.
__ADS_1
“ kau ini cepat bantu aku...sudah kubilang kita tidak punya waktu” herd sangat kesal pada elf itu dengan waktu yang sedikit dia masih sempat ingin berterima kasih “ kau benar ” elf itu dengan cepat menghampiri elf lain namun dia tidak bisa membangunkan mereka dengan cara biasa “ Nefla, bangun” namun elf itu tidak bangun walau sudah ditampar berkali kali. Herd berhasil membangunkan elf kedua dan masih tersisa tiga lagi “ apa kau tidak bisa menggunakan sihir penyembuh“ “maafkan saya,saya hanya bisa sihir tumbuhan. Namun dia bisa” elf itu menunjuk elf perempuan di samping herd “ baiklah akan ku bangunkan dia dulu “ herd langsung membangunkan elf perempuan itu.
Namun disaat herd berhasil membangunkan elf perempuan itu dia sudah kehabisan mana “ ah. Sepertinya aku kehabisan mana” herd pingsan setelah membangunkan elf ketiga “tuan muda tuan muda apa anda kenapa” sebuah suara kabur terdengar oleh herd “ dia hanya kehabisan mana, selain itu ayo kita keluar dari...” herd akhirnya pingsan.
“ dimana ini” herd terbangun disebuah tempat tidak dikenal sendirian “ kau sudah bangun herd!!!” leifa datang menghampiri herd “leifa!! Apa mungkin ini rumahmu ” “ kau benar ini rumahku” leifa mendekati herd dan langsung memeluknya “ terimakasih....sudah menyelamatkan ayahku” leifa menangis saat memeluk herd dan muka herd sedikit memerah “ kau sudah bangun tuan herd “ seorang elf tinggi masuk kedalam kamar herd saat mereka berdua sedang berpelukan “ ayah !“ leifa langsung terburu buru mendorong herd saat dia peluk “aduduh” .
“ sudah sudah....anda tidak perlu berterimakasih padaku, aku hanya melakukan apa yang seharusnya aku lakukan “ “ baiklah kalau begitu saya keluar dulu, bila anda membutuhkan sesuatu anda bisa memanggil leifa...oh iya nanti malam kami akan mengadakan jamuan saya harap anda bisa tinggal disini sampai besok “ ayah leifa meninggalkan ruangan itu dengan senang “ehh...” herd sedikit tidak senang dengan jamuan.
__ADS_1
Walau herd berasal dari keluarga besar dia sangat jarang ikut jamuan, disaat ada jamuan herd selalu duduk di pekarangan dekat danau sendirian saja. “ terserahlah...oh iya ingat aku dapat buku dari dungeon itu...aku terlalu terkejut dengan elf elf itu sampai sampai langsung memasukan buku ini kedalam sihir ruang tanpa melihatnya sama sekali” herd mengeluarkan buku yang dia dapatkan sebelumnya.
“apa ini...” herd membolak balik halaman buku terus menerus namun bahasa yang digunakan dibuku itu tidak dapat dipahami oleh herd sama sekali “ bahasa apa ini...aku tidak pernah melihatnya dibuku manapun” herd sering membaca saat diperpustakaan keluarganya walau dia diharuskan bermalas malasan sistem masih memperbolehkannya untuk membaca buku untuk mengetahui keadaan diluar sana.
“ aku tidak mengerti satu katapun dari tulisan buku ini...apa fitur scan bisa menerjemahkan bahasa yang tidak diketahui ini” herd mengeluarkan sistem ‘apa anda ingin scan buku ini’ “ ya” ‘scan dimulai...scan berhasil, apa anda ingin menerima informasi ini’ “ iya ” herd sedikit tegang karena saat pertama kali dia menggunakan scan dia merasakan rasa sakit yang mengerikan ‘mengirim isi buku’ herd memejamkan matanya dan bersiap untuk menerima rasa sakit “ ehh...sudah selesai” herd terheran heran hanya merasakan sedikit rasa sakit saja “Aaaaaa.....” rasa sakitnya datang lagi dan lebih menyakitkan dari sebelumnya “ pantas saja aku merasa ada yang aneh.... ternyata informasinya baru dikirimkan ” herd berguling guling kesakitan.
setelah beberapa saat rasa sakitnya menghilang “huhh huhhh huhh, tidak kuduga ternyata ini buku sihir “ herd terengah engah setelah menerima rasa sakit namun dia juga tersenyum gembira disaat yang bersamaan.
__ADS_1