
Setelah itu mereka menuju ke kelas.
bel masuk pun berbunyi kring......kring.
bu guru masuk dan bala....bla............
"oke anak anak pelajaran ini ibu akhiri, ada tugas untuk kalian membagi kelompok bisa 4 orang bisa juga 3 orang yang penting jangan sendiri oke. ibu kekantor".sambil meninggal kan kelas.
Anak anak kelas pun membubarkan diri untuk pulang.
"lie ikut kelompok ku yuk soalnya kelompok ku kurang satu hehe". ucap dinda sambil mengajak lie.
"hm boleh ajja , emang siapa siapa kelompok nya?". ucap lie bertanya.
"hm cuma aku sama safira doang". ucap dinda.
"oke". ucap lie
"eh kita kumpul di rumah siapa buat ngerjain tugasnya?!". ucap safira.
__ADS_1
"jangan di rumah gue soalnya ada kerabat gue takut ganggu". ucap dinda.
"gue juga kayaknya gk bisa". ucap fira
"yaudah di rumah gue ajja". ucap lie singkat.
"yaudah oke nanti besok kerumah lie mumpung akhir pekan !!". ucap dinda, fira bersamaan.
akhirnya lie sampai di rumah .
"harus beresin stok darah nih gak boleh taroh sembarangan takut ketahuan sama manusia, oke kalau udah bersihin badan langsung tidor". batin lie.
" hm keluar ah cari apa gitu". lie pun keluar tanpa tujuan. setelah itu lie menjumpai deva tetapi deva tidak menyadari ada lie di situ soalnya lie memakai baju switer menutupi rambutnya dan celana panjang seperti seorang laki laki. deva mengabaikan lie yang sedang berjalan melewatinya karna dia pikir itu orang lewat karna belum tau jenis kelaminnya tetapi temen deva si vampir yang diajak deva kedunia manusia itu tertarik dengan orang yang melewatinya karna pikirnya tidak ada orang yang mlm mlm jalan di jalan sepi kayak gini memang temennya deva itu terkenal tajam jika melihat sesuatu dia bernama *Leon dia bangsawan biasa yang selalu ada disamping deva.
"hai* kamu mau kemana malam malam begini bahaya loh" tanya leon pada liee.lie pun mengabaikan perkataan leon karena lie tidak merasa penting baginya apalagi kalo ke inget nasihat ayahnya sekalipun kau di hukum.di dunia manusia jangan terlibat ataupun dikenali oleh vampir lain di dunia manusia mengerti. *itulah ingatan yang lie ingat.
"woi diem ajja bahaya biar aku temenin" ucap leon. leon pun tak tahu kalo lie vampir karna lie memakai cincin penyamaran bau.
"hm gak usah!!". ucap lie mulai kesal terus dibuntuti.
__ADS_1
"ayolah gue kan nawarin tawaran yang baik" ucap leon.
"saya bisa jaga diri saya sendiri". ucap lie meninggalkan leon.
" hm padahal gue nawarin tawaran yang baik nguntungin dia lagi eh malah gak mau dasar cewek egois". ucap leon sambil kesal sendiri.
"hah...apa dia perempuan?!". ucap deva kaget.
"iya dia cewe emang lu gak tau pantes sih soalnya rambut panjangnya kan ketutupan". ucap leon.
" aneh biasanya setiap cewe liat gue mau cantik, seksi apapun jenisnya pastinyakan terpesona kalo liat gue?!". ucap deva merasa janggal.
"sihir lo udah gk mempan kali". ucap leon meledek deva.
"ini serius leon biasanya cewe cewe terpikat loh!. aneh sama kayak kejadian tadi pagi sama cewek baru, batin deva."
"udahlah udah nanti juga keanehan yg lo rasain nanti jg ada jawabannya." ucap leon sambil menepuk pundak deva.lanjut ke lie
"aduh gak beruntung banget sih lagi enak jalan jalan malah digangguin maksa banget lagi, pulang ajja dah! batin lie kesal.
__ADS_1
\=皿*\=