
"ya, betul sekali . Datang tak di undang pulang tak di antar ,"kata Tino
"hush!! sudah malam Tino. jangan omong seperti itu, nanti hantu datang loh ,"ucap violet dengan gemetaran
"iya iya ,dasar penakut ,"kata Tino
"siapa bilang anak ku penakut !!"teriak ayah violet dari arah lain yang cukup jauh.
"maksud nya anak mu itu ,pintar baik hati berani kok ,"balas Tino ketakutan
"hahahaha, rasa kan tu sudah tau ayah ku itu galak masih bikin dia tambah ganas macam harimau ,"kata violet
"huh ayah mu ini pagi macam kucing malam macam harimau ,"bisik Tino
"ya itu karena kamu ejek anak nya maka nya mirip harimau kalau malam ,"kata
"aku mau tidur lah bye ,"kata Tino sambil membuka pintu kamar nya
"bye. o iya ayah mau makan tidak aku panasin semua makanan nya ??"ujar violet
"tidak usah ,ayah tidak lapar .ini tadi ayah mau kasih kamu ini ,"kata ayah nya violet memberikan berbagai jenis masakan.
"makasih banyak ayah, ayah baik banget ,"kata violet tersenyum manis
"sama sama ,"kata ayah violet
"ayah sudah baikan belum sama ibu. kalau sudah aku senang sekali ,"kata violet
"ayah lah kok hilang tadi duduk di sini kok ,"kata violet kebingungan sambil melihat pintu
bruk.......
__ADS_1
"ayah tunggu dulu astaga ayah baru juga nanya tentang ibu sudah pergi seperti bisa ya anak tanya tentang ibu nya ke ayah nya tetapi ayah nya pergi pulak ,"kata violet pergi ke kamar
mereka pun tidur.
ketika pagi tiba, tino masih tetap tidur .sedang kan violet sudah menuruni tangga untuk ke kulkas melihat makanan yang ada.
' di kulkas ada ikan aku jadiin ikan goreng saja kayaknya. satu lagi ada kangkung aku gabungin sama bakso panjang ini. lalu apa lagi ya...mungkin panasin makanan kemarin aja deh ya ,'batin violet dan mulai membawa semua makanan ke dapur
ia mulai mengambil sayuran pak coy yang masih tersisa banyak dan memanaskannya dalam kuali hingga mendidih. Ikan tadi ia goreng di kuali lain.
ikan itu akhirnya ditiriskan dan setelah itu, ia mulai membuat saus asam manis. akhirnya, saus itu dituangkannya ke ikan goreng tadi yang telah ditiriskan.
ketika ia akan memanaskan masakan yang tersisa, tiba tiba seseorang memeluknya dari belakang dan membuatnya tersenyum.
"udah bangun ya?" tanya violet memandang suaminya ini.
"iya."
violet pun mulai menghiraukannya dan memasak kangkung hingga selesai. lalu ia mulai menyajikannya di meja makan.
"mandi gih!" perintahnya dan mulai menepuk kedua tangannya tanda pekerjaan nya telah selesai.
"iya istriku sayang..." ujar Tino dan mulai mengusap rambut violet.
tap tap tap...
ketika sosok pria itu menghilang, violet mulai mencuci berbagai perlengkapan dapur yang kotor dan berantakan. ia juga merapikannya dan mulai mengisi gelas kosong di meja.
ketika ia mengelap beberapa tempat, ia menemukan bahwa Tino tampak buru buru dan dengan cepat keluar meninggalkan violet.
"tin-"
__ADS_1
brak!
suara violet dipotong oleh suara tertutupnya pintu rumah dan membuatnya mendengus kecil.
"sudah disiapkan capek capek ternyata suaminya keluyuran keluar. huf...." ujarnya dengan kesal dan mulai memakan makanan yang telah dimasaknya tadi.
setelah hari malam, Tino masih belum pulang sama sekali dan mulai membuat violet merasa sedih dan kesepian..
hingga keheningan itu dipecahkan oleh suara dering dari handphonenya.
"halo?" ucapnya mengawali pembicaraan.
"ini istri Tino gak?"
violet mulai mengerutkan kening karena suara ini dari seorang wanita asing. ia pun mulai membalasnya setelah berpikir beberapa saat.
"iya kenapa emangnya??"
"datang ke kantor Tino."
Tut!
suara wanita itu diakhiri dengan suara telepon terputus. violet pun mulai merasa curiga dan mencoba menghubungi suaminya. namun yang ada malah tidak diangkat seperti percobaan sebelumnya.
violet pun mulai pergi dengan membawa alat perlindungan yang diselipkan ke tasnya beserta hpnya.
......................
tap tap tap...
ketika ia berjalan masuk ke kantor Tino, ia melihat 2 bayangan yang sedang berada di ruangan dan mendengar suara samar samar dari keduanya.
__ADS_1
ia pun mulai masuk dan mendapati bahwa kantor Tino telah dipenuhi kardus . seorang pria sedang membereskan kantor dan seorang wanita menunggunya dengan malas.
violet dengan segera memperhatikan gerak gerik keduanya dari kegelapan. hingga tiba tiba, ia dikejutkan oleh tangan yang menyentuh bahunya.