Wanita Raja Hantu

Wanita Raja Hantu
Menempelkan Jimat Pada Iblis


__ADS_3



Meskipun dalam hati saya menolak nya, saya pikir lebih baik saya segera masuk. Itu selalu lebih baik daripada menaiki tangga yg menurut berbahaya. 


Seluruh bangunan itu sunyi, hanya terdengar suara lift.Pada saat ini, saya sangat takut sesuatu akan tiba-tiba muncul dan bertemu cinta dengan saya di sudut.


Untungnya, tempat yang saya tinggal ini tidak terlalu amat tinggi ini adalah lantai tujuh.Tepat ketika lift akan berhenti di lantai tujuh, pintu pun mulai terbuka dan saya akan segera turun.Tiba-tiba entah kenapa, pintu lift mulai tertutup tiba-tiba.


Kemudian lift berhenti di lantai empat. Pada saat ini, pintu perlahan terbuka dan ada seorang lelaki tua muncul keluar dari lift.Rambutnya berwarna ke abu-abuan,apa yang sedang terjadi? Apakah liftnya rusak?


Orang tua itu tidak mengatakan apa-apa,saya melihat ke atas dan ke bawah dan melihat bahwa dia berpakaian sangatangat rapi dalam setelan baju cina biru laut yang dia kenankan.


Namun, saya tidak tahu siapa orang yang dia tunggu,pria tua itu berdiri di pintu lift tidak naik atau pun pergi sekalipun.


Tiba-tiba dia menatapku tajam lekat-lekat, membuat hatiku bergetar tiba-tiba.


Entah kenapa, tapi saya selalu merasa bahwa pakaian yang di kenankan orang tua ini seperti kafan orang tua.


Saat ini dia dikombinasikan dengan lampu redup di sini seakan seprti zombie. Saya amat sangat gugup dan sesak napas yang sesak,saya pun menutupi wajahku dengan rambut panjangku dan perlahan menundukkan kepalaku.


Pada saat ini, suasananya sangat sunyi dan mencekam seolah berada di dunia lain,saya pun tidak tahu harus berbuat apa, lelaki tua yang ada di seberang saya akhirnya pun pindah.


Orang Tua itu tiba-tiba mengeluarkan jimat dari sakunya dan menatapku tajam dan menempel kan jimat di kepalaku. Dia masih melantunkan sesuatu entah apa,dia tidak tahu harus berkata apa.


Amara hanya samar-samar mendengar suara beberapa monster. Aku akan membawamu masuk. Baiklah,amara hanya akan memperlakukan ini sebagai orang tua dengan penyakit mental. 

__ADS_1


Namun tetapi, seni yao orang tua ini belum berhenti.amara hanya bisa melihatnya mengatupkan kedua tangannya terlihat seperti Dai Sushen, menutup matanya dan berputar-putar di sekitarku.


Masalah utamanya adalah dia selalu melewati pintu lift itu entah knpa? Pintu ini kan tidak bisa ditutup sama sekali. Saya sudah berjalan selama sehari jadi saya tidak dalam mood yang baik-baik saja untuk bermain-main dengan orang tua itu lagi.


Amara menatap tak berdaya pada pria tua di sebelahnya.Mulutnya masih berbicara tentang iblis macam apa kamh ini ke,perkatan nya itu seolah-olah amara itu iblis.


Amara juga mabuk.Bagaimana saya bisa membiarkan orang tua ini


berpikir bahwa saya adalah seorang iblis? 


Amara berkata, "Tuan,Tuan,hentikanini.Saya masih


harus pulang,saya juga tak mengerti


dan saya bukan iblis,saya ingin melihat apakah anda salah mengira saya sebagai orang lain tuan.


Amara benar-benar mabuk. Di mana tepatnya saya terlihat seperti iblis Tuan? Saya tidak punya pilihan lain selain mencari keluarga orang tua itu. 


Amara berteriak keras di luar lift, "Orang tua siapa ini? Apakah ada orang lain yang mengklaimnya? Jika tidak ada yang mengklaimnya, saya akan memanggil polisi."


Begitu saya selesai berteriak, seorang wanita paruh baya berlari keluar dan menarik lelaki tua itu dan berkata,


"Hei, kataku, Tuan Tua! Kamu bilang kamu tidak boleh tinggal di rumah.


Lihat bagaimana kamu menakuti gadis itu. Ayo pergi! pulanglah,nak aku benar-benar minta maaf atas kelakuan nya,maaf tuan,tuaku membuatmu takut."


Amar pun memaksakan senyum dan berkata, "Tidak masalah bu, saya baru saja pindah ke sini."

__ADS_1


Setelah mengatakan itu,lelaki tua itu dibawa kembali.


Setelah saya berdiri di sini sebentar, saya berjalan ke lift dan melihat-lihat.


Saya tidak tahu harus apa yang saya lakukan di sini dalam keadaan linglung.


Ketika saya berjalan menuju ke lantai tujuh dan berhenti di pintu 714, saya menghela nafas lega dan akhirnya samapai juga.


Setelah membunyikan bel pintu, Liu Yng dengan cepat datang untuk


membukakan pintu untukku.


Lalu liu yng berkata, "Kenapa kamu di sini ra?"


Amar pun berkata,"Ayolah Liu


makanan yang ku bawakan semakindingin".


Liu yng berkata,"Cepat masuk,mulai sekarang,ini akan menjadi rumahmu."


Amara tersenyum dan berkata, "Saya tidak terjebak di jalan saya."


Liu Yng berjalan mendekat dan menatapku dengan lembut. "Apakah ini tempat yang sulit ditemukan R


ra?" Dia berkata.


__ADS_1



__ADS_2