
Tiba-tiba,amara melihat di depan tempat tidur nya. Tidak ada lagi sesorang disini hanya dua hantu kecil itu,ada juga seorang pria.
Pria ini bisa merasakan tatapan yang saya lihat padanya. Kemudian,dia berjalan dengan gigi terbuka kepada ku.Saya pikir dia akan melakukan sesuatu hal padaku.
Amara pun berkata,"Tolong Jangan bunuh saya, jangan bunuh saya.Saya belum cukup hidup saya tak mau mati. Kamu tidak bisa melakukan hal ini padaku."
Amara punmemejamkan mata dengan ketakutan saat melihatnya yang memegang pisau di tangannya.Tetapi setelah menunggu lama dia tidak melakukan gerakan apa pun,saya pikir dia sudah pergi.
Tetapi ketika saya mulai membuka mata saya,dia melihat saya dengan senyum sangat jahat.Mulut nya itu sudah membusuk.
Amara tidak bisa sangup melihat prototipe mulutnya yang mengerikan,
hantu kecil itu memperlihatkan gigi putih dan sisa polip di sudut mulut itu membuat amara merasa jijik.
Amra melihat itu pun merasa mual untuk sementara waktu dan perutnya merasakan seprti di obok², dan hantu kecil itu melihat amara,dan merka tiba-tiba menggunakan pisau di tangan nya untuk memotng atau menusuk ke arah perutnya.
Amara melihatnya dengan rasa sakit yang luar biasa. Kemudian, hantu kecil itu perlahan membuat lubang di perutnya itu dan mulai naik ke mulutnya. Dia sangat berhati-hati.
Amara tidak tahu apa yang akan dia lakukan sekarang, tetapi selama dia tidak menyakiti saya, saya tidak akan melakukan apa pun kepada nya. Saya mengatakan bahwa saya tidak bisa melakukan apa-apa sekarang,amara hanya bisa menonton tanpa daya.
Kemudian, dia perlahan mengangkat tangannya. Tangan itu sudah compang-camping,praktis tidak ada daging diatasnya saya melihat hal itu merasa ngilu namun, polip pada tulang itu perlahan meregang ke arah perutnya.
Kedua tangannya mengikuti pisau yang baru saja dia potong dan menariknya keluar, seolah-olah dia ingin menunjukkan sesuatu padaku. Saya melihat semuanya di dalam, tapi itu hanya belatung ih~.Tapi hal-hal ini sudah membuat saya sangat merasa jijik bnget,amara bahkan tidak ingin melihat mereka untuk kedua kalinya.
Amara memejamkan mata rapat-rapat, saya berpikir, rumah seperti apa yang liu yng temukan untuk saya ini? Hari pertama saya di sini,teman baik saya terus datang dan pergi begitu saja.
Bagaimana ini bisa terjadi? Tapi saya pun berpikir sejenak. Sepertinya saya akan menemukan hal semacam ini di mana pun saya tinggal. Apalagi sekarang saya terhubung dengan Ming El, jadi ada lebih banyak hal seperti ini.
__ADS_1
Seperti yang saya pikirkan, saya perlahan menghibur diri saya sendiri. Selama saya tidak membuka mata untuk melihat nya, tidak akan terjadi apa-apa kan. Mungkin mereka akan segera pergi kan?.
Tapi masalahnya, pria ini benar-benar berbicara.
Amara mendengar dia berkata, "Apakah Anda ingin makan? Saya akan memberikannya kepada Anda."
Amara pikir dia ingin saya makan sesuatu darinya, dan kemudian saya membuka mata saya, yang mengejutkan saya, apa ini?
Bagaimana hantu laki-laki ini bisa begitu menjijikkan? Saya melihat tangannya mengeluarkan segenggam belatung dari perutnya dan menyerahkannya kepada saya.
Yang paling penting adalah bahwa hal-hal ini hidup yek~.
Amara juga melihat tubuh mereka yang menggeliat,mereka bahkan lebih menjijikkan dari pada bangkai,mereka akan memuntahkan makan malam mereka malam ini.
Amara pun tidak bisa melakukan apa-apa sekarang. Amara hanya bisa melihat mereka melakukan yang membuatnya jijik namun, saya tidak punya pilihan lain saya hanya melihat saat dia mengeluarkan semua jenis serangga dari perutnya satu per satu.
Amara telah melihat semua jenis serangga yang belum pernah amara lihat sebelumnya. Dia juga memiliki usus yang membusuk,ini benar-benar menjijikkan dan terbayang bayang.
Amara tidak ingin melihatnya lagi itu sunguh mengerikan.
Amara merasa telinganya berdenging untuk beberapa saat dan itu pun masih sakit dan wajah anak-anak di ruangan itu dipenuhi dengan rasa sakit ketika mereka mendengar kucing itu menangis.
Kemudian saya melihat sesuatu jejak gas biru tua mengambang dari luar jendela. Kemudian, itu berubah menjadi tiga tetesan air kecil di depan anak-anak ini. Kemudian, tiba-tiba mengalir ke tubuh anak atas,setelah itu anak-anak ini menghilang dan saya akhirnya bisa bergerak lagi.
Anara pun masih sangat curiga. Saya tidak percaya saya diselamatkan lagi,
amara menepuk pipinya sendiri dan sepertinya itu benar, sedikit menyakitkan.
Tapi apa sebenarnya gas biru tadi? Dewa mana yang menyelamatkan hidupku ini? Saya ingin berterima kasih padanya dengan sangat benar.
Omong-omong, saya akan membeli satu seperti dia dan membakarnya di tiga batang dupa setiap hari.
__ADS_1
Saat amara sedang berpikir-pikir, tiba-tiba saya melihat seekor kucing hitam di sudut dinding. Yang saya lihat hanyalah matanya yang bersinar dengan cahaya merah,saya tidak bisa melihat apapun selain mata nya yang merah pekat. Itu seperti berlian, memancarkan semacam cahaya.
Amara pun berpikir dalam hati, mungkinkah kucing ini menyelamatkan saya? Tapi bagaimana dia bisa masuk ke sini? Saya tidak tahu apa pun,tapi aku bersyukur saya baik-baik saja sekarang.Saya hampir mati karena mual sekarang.
Tapi kucing itu menjulurkan lidahnya dan menjilat mulutnya, lalu berjalan ke tempat tidurku dengan langkah anggun.
Setiap kali kucing itu melangkah dia akan berbeda, karena dia perlahan berubah menjadi bentuk manusia, yang sedikit tidak masuk akal di luar nalar kemampuan otakku. Saya hanya mengira dia hanya seekor kucing biasa, tetapi saya tidak berharap dia sendirian.
Nafasku pun mulai sangat cepat,
keringat dingin bercucuran di keningku.saya menatapnya kosong seperti ini saya berada dalam kondisi yang sama seperti sebelumnya. Tidak peduli apa,saya tidak bisa bergerak sampai dia berjalan di depan tempat tidurku dan menatapku tajam.
Untuk beberapa alasan, sebuah kalimat muncul di benakku,itu datang dari pandangan seorang raja,hal yang harus saya katakan adalah bahwa orang di depan saya sangat amat tampan. Dia memiliki karisma keindahan dan pesona yang jahat.
Amara pun tidak bisa berkata apa-apa sekarang.
Amara mengangkat kepalanya untuk melihatnya dan berkata dengan bibir gemetar, "Siapa kamu? Apakah kamu dewa, hantu, atau manusia?"
Dia juga memiliki rambut hitam panjang di kepala dibawah matahari, ada jenis rambut yang bisa bersinar.
Dia mengenakan sepasang mata merah,jubah biru air, dan sweter putih. Dia terlihat sangat baik.
Amara masih tidak tahu dia itu apa, dan saya tidak tahu mengapa dia tidak mengatakan apa pun dan sepatah kata pun, yang membuat saya sangat malu.
Jadi amara melanjutkan, "Mengapa kamu tidak mengatakan apa-apa, apa yang bisa dilihat tentang saya? ?"
Dia pun mulai melihat wajahku sedikit marah lalu dia tersenyum. Itu adalah senyum yang sangat menarik jika saya tidak menyukai MingEl sekarang,saya pasti sudah bingung dengan wajahnya sejak tadi hehe.
Dia masih tidak mengatakan apa-apa,
kemudian dia duduk di samping tempat tidurku dan memandangi kakiku.Dia menatapku dengan tidak nyaman dan kemudian saya ingin meletakkan kakiku kembali di bawah selimut. Itu benar-benar membuat kucanggung.
__ADS_1