
Mariam mulai menjadi teman Katty meskipun ia tidak akan pernah bisa melepaskan Katty dari Robert.
Pablo Picasso sangat senang karena Robert berkunjung ke perusahaan yang akan ia warisi suatu hari nanti. Pablo memaksa Robert untuk menggantikan posisinya sebagai CEO di perusahaan RB grup karena ia ingin pensiun sebagai CEO dan menjalani hidup bebas di masa tuanya.
Namun Robert menolak dengan tegas, karena ia sangat tahu bahwa ayahnya akan kembali bermain-main dengan wanita bayaran, seperti yang sering ia lakukan sepanjang hidupnya.
Pablo duduk di kursi goyang miliknya, dengan menyilangkan kaki dan tangan memijit dagunya. Pablo berkata kepada Robert.
"Kau harus segera menggantikan posisiku Robert!! bersiaplah untuk menjadi pewaris yang sesungguhnya!!" kata pablo.
Robert mendelik, dan menatap tajam ayahnya, lalu ia duduk di sofa menghadap ke arah jendela "Apakah kau menyuruhku melakukan pekerjaanmu agar kau bisa puas bercinta dengan wanita-wanita bayaran itu?? tidak tuan Pablo!" kata Robert menolak.
"Mengapa kau begitu keras kepala seperti ibumu Robert!!" kata pablo berteriak.
"Jangan pernah menyebut ibuku, kau tak berhak atas itu! aku akan menjadi pewaris yang sah hanya jika kau mati tuan Pablo!!" kata Robert.
Robert sangat membenci ayahnya, sejak 20 tahun yang lalu ketika ibunya sakit keras, namun Pablo malah sibuk bercinta dengan wanita-wanita bayaran di sebuah hotel.
Bahkan hingga istrinya menghembuskan nafas terakhirnya, Pablo masih sibuk dengan urusannya sendiri. Hal itulah yang membuat Robert begitu membenci ayahnya sendiri.
"Baiklah jika kau sangat ingin aku mati, maka itu akan segera terjadi Robert!!" kata pablo.
Saat ini, Pablo di diagnosis menderita penyakit menular seksual yaitu HIV. Dikarenakan Pablo terlalu sering bergonta-ganti pasangan tanpa menggunakan pengaman.
" Apakah anda akan mengakhiri hidup anda sekarang juga? perlu bantuan ku?" kata Robert sembari memberi isyarat kepada Jacob untuk menuangkan minuman untuknya.
Jacob bergerak cepat, dan mengerti dengan isyarat yang diberikan oleh Robert.
"Tidak nak, tidak sekarang! ayahmu ini telah menerima hukuman atas perbuatannya kepada istri sendiri!!" kata pablo.
"Kau sangat tau, aku tidak suka berbelit-belit, langsung ke intinya saja!!" kata Robert sambil memutar gelas minuman yang ada di tangannya.
"Jacob berikan ini padanya!!" kata pablo menyerahkan selembar kertas hasil pemeriksaan rumah sakit.
"Baik tuan!!" kata Jacob mengambil kertas tersebut dan menyerahkan kepada Robert.
"Kau saja yang melihatnya Jacob, katakan secara singkat padaku!" kata Robert.
Lalu Jacob membaca lembaran tersebut dengan seksama, setelah beberapa menit kemudian ia membisikkan kepada Robert bahwa isi kertas tersebut adalah tuan Pablo Picasso positif HIV AIDS.
Robert tertawa terbahak-bahak begitu mendengar ayahnya positif HIV.
"haaaa..haa...haa... lucu sekali bukan!!" kata Robert.
"Ayah tidak sedang bercanda Robert!! kau harus segera menggantikan posisiku di perusahaan ini, jika tidak maka yang lain akan mengambil alihnya dariku jika aku mati!!" kata pablo.
"Coba saja kalau mereka bisa!!" kata Robert lalu berdiri dan meninggalkan ruangan ayahnya tanpa permisi.
Jacob hendak menyusul Robert, namun Pablo menghentikannya.
__ADS_1
"Kau cobalah bicara dengannya Jacob, masalah ini sangat serius!! aku yakin Robert masih memiliki hati nurani dan mau memaafkan ku!!" kata pablo.
"Baik tuan, akan saya usahakan!!" kata Jacob.
"Aku mengandalkan mu Jacob!! pergilah dia pasti menunggu mu!!" kata pablo.
Lalu Jacob meninggalkan ruangan Pablo menyusul Robert.
Ketika hendak turun melalui lift, Robert dan Jacob bertemu dengan Riri di dalam lift yang saat itu hendak mengambil berkas-berkas atas suruhan atasannya.
"Selamat siang!!" kata Riri menyapa Jacob.
Jacob melihat dan tersenyum tipis, lalu Riri kemudian menyapa Robert.
" Siang tuan!! perkenalkan nama saya Riri, anda pasti pewaris perusahaan yang dikatakan orang-orang itu kan!! wah aslinya ternyata tampan berwibawa sekali, senang bertemu dengan anda tuan Robert!!" kata Riri berusaha menyapa Robert.
Robert melirik tipis, namun dengan ekspresi wajah penuh amarah dan bahkan tidak menjawab celotehan Riri sama sekali. Robert hanya terus berdiri dengan kedua tangannya berada di saku celana terlihat sangat sombong.
Jacob memberi isyarat kepada Riri dengan menggelengkan kepala agar tidak berbicara dengan Robert. Hingga akhirnya Riri diam tanpa suara.
Sampailah mereka di lantai dasar dimana Robert dan Jacob hendak keluar. Riri hanya diam mengikuti mereka sampai ke lantai dasar, padahal seharusnya ia berhenti di lantai 3 untuk menyerahkan berkas yang baru saja ia ambil.
Setelah Robert dan Jacob keluar dari lift, Riri kembali menuju ke lantai 3.
" Sombong dan arogan sekali tuan Robert itu, pantas saja tidak ada yang menyukainya!! tapi meskipun begitu, tuan Robert sangat mempesona!! aku harus mencari cara untuk mendekatinya!!" kata Riri berbicara sendiri di dalam lift.
Setelah itu Riri kembali melanjutkan pekerjaannya.
" Apakah dokter itu sudah memeriksa keadaan khatterine? bagaimana keadaannya?" kata Robert.
"Saya akan memeriksanya tuan!!" kata Jacob.
lalu ia menghubungi Dr.Roy yang seharusnya telah selesai memeriksa keadaan Katty. Namun rupanya nomor telepon Dr.roy tidak dapat di hubungi. Jacob mencoba berkali-kali namun tetap saja tidak berhasil.
Robert melirik Jacob yang bolak balik melihat handphonenya.
"Apa yang terjadi Jacob?" kata Robert.
"Dr. Roy tidak dapat dihubungi tuan!!" kata Jacob.
Robert terlihat sangat marah dan mengepalkan tangannya.
"Berani-beraninya dia bermain denganku, berani-beraninya dia mengabaikan perintahku!!" kata Robert marah.
"Tenanglah tuan!! mungkin sedang terjadi masalah di rumah sakitnya!!" kata Jacob berusaha menenangkan Robert.
" Apa kau masih tidak mengenal ku Jacob?? kau sangat tau aku tidak suka di permainkan!!" kata Robert.
Jacob terdiam, dan mulai menghidupi kendaraannya lalu kembali ke rumah Robert untuk memeriksa keadaan Katty.
__ADS_1
Di perjalanan, Robert terlihat sangat tidak tenang, ia terus menggigit ibu jarinya karena khawatir dengan keadaan khatterine. Tanpa ia tahu bahwa khatterine saat ini sudah baik baik saja berkat adanya Mariam yang menemaninya.
1 jam kemudian mereka sampai di rumah, Robert buru-buru keluar dari mobil dan menuju ke kamarnya. Di dalam kamarnya tidak terdapat khatterine.
"khatterine!! khatterine!! dimana kau khatterine?? khatterine!!" Robert berteriak marah begitu tidak mendapati khatterine di dalam kamarnya.
Robert keluar kamar dan menghampiri para bodyguard yang bertugas menjaga khatterine dan menjaga rumahnya.
"dimana khatterine? apa yang kalian lakukan dimana khatterine??" kata Robert berteriak.
Jacob buru-buru masuk begitu mendengar Robert berteriak memanggil nama khatterine.
"Apa yang terjadi tuan? mengapa anda berteriak??" kata Jacob.
"aaaaaaaaah!! mereka membiarkan khatterine kabur!! dia tidak ada di dalam ruangan ku!!" kata Robert sangat marah dan meremas rambutnya sendiri.
" Kita cari sama-sama tuan!! anda tenangkan diri dulu, kata Jacob.
"Aku akan membunuh kalian semua jika tidak menemukannya!!" kata Robert
Para pengawal berlarian mencari keberadaan khatterine. Yang sebenarnya terjadi adalah khatterine berada di kamar Mariam, dan saat Robert pulang, rupanya Katty dan Mariam sedang tertidur hingga tak mendengar suara Robert berteriak.
Situasi rumah Robert sangat kacau, para pengawal berlarian kesana kemari mencari keberadaan Katty, sementara Robert terlihat sangat stress karena kehilangan khatterine.
" Pengawal bodoh!! wanita satu saja tidak bisa kalian awasi!! lihat saja, jika gadis itu tidak ketemu, akan ku bunuh kalian semua!!" kata Robert sambil mondar-mandir di dalam kamarnya.
Robert terpikir bahwa Mariam tidak terlihat sejak ia pulang.
Ketika mereka sedang kewalahan mencari Katty kesana kemari, akhirnya khatterine dan Mariam keluar dari kamar hendak menuju ke dapur untuk memasak.
Tepat sekali, Robert baru saja akan menghampiri Mariam di kamarnya, kemudian Robert melihat Mariam dan Katty sedang tersenyum bersama hendak menuju ke dapur.
"Khatterine!! Mariam!! apa yang kalian lakukan??" Robert memanggil dari lantai dua dan menghentikan langkah mereka berdua.
Mariam dan Katty kompak melihat ke arah Robert.
"Robert!! kapan kau kembali??" kata Mariam.
Katty membuang muka, tanda ia sedang marah dan tak mau melihat Robert.
Robert berlarian menghampiri mereka berdua, begitu Katty berada di depan matanya, Robert langsung memeluk Katty dengan erat. ia tak perduli bahwa saat ini ada Mariam juga di sana.
"Apa aku mulai tak terlihat sekarang??" kata Mariam.
"lepaskan aku Robert!! apa yang kau lakukan??" kata Katty berusaha melepas pelukannya.
" Syukurlah kau baik-baik saja, apa yang terjadi? mengapa ibu bersama dengannya??" kata Robert kepada Mariam.
Mariam mencubit telinga Robert, "Kau anak nakal!! mengapa kau membiarkan wanita secantik ini berdiam di kamarmu tanpa makanan dan teman, apa kau ingin dia mati kelaparan?" kata Mariam.
__ADS_1
Seketika wibawa Robert jatuh saat Mariam mencubit telinganya seperti anak kecil. Katty tertawa melihat ekspresi Robert yang tak melawan meskipun sedikit malu.
Akhirnya Robert melihat tawa di wajah Katty yang membuatnya terlihat semakin cantik.