Wanita Tersayang Sang Mafia

Wanita Tersayang Sang Mafia
story' part 13


__ADS_3

"Haa ...haa....ha.. inikah seorang mafia kejam itu?? mengapa kau tak bisa apa-apa di hadapan nyonya!!" kata Katty mengolok Robert.


"Diam kau khatterine!!" kata Robert menahan malu.


"Sudahlah Mariam aku hanya bercanda dengannya!! lepaskan aku ibu, aku tidak akan melakukannya lagi!!" kata Robert memohon kepada Mariam.


Mariam melepaskan telinga Robert, lalu mereka bersama-sama menuju meja makan.


"Duduklah khatterine!! sepertinya kau masih lemah, biar aku yang memasak makanan untukmu!!" kata Mariam.


Robert hanya terdiam melihat Katty di perlakukan seperti putri oleh Mariam, dia berkali-kali melirik katty yang sudah mulai menampakkan senyuman manis di wajahnya.


"Mengapa kau sama sekali tidak tersenyum padaku sejak kemarin, sementara kau begitu mudah tersenyum pada ibuku??" kata Robert bertanya kepada Katty.


Katty meliriknya dan berkata " Mengapa aku harus tersenyum ramah pada orang yang menyakitiku, dan bahkan membunuh orang lain dengan mudahnya!!" kata Katty membalas ucapan Robert.


Robert hendak marah, namun di urungkan karena melihat Mariam yang diam-diam sedang memperhatikan mereka. Meski bukan ibu kandungnya, namun Robert sangat menyayangi Mariam sama seperti ibu kandungnya sendiri.


"Kau tidak tau yang sebenarnya terjadi khatterine, aku hanya melakukan apa yang seharusnya dilakukan!! aku tidak membunuh orang yang tidak bersalah!!" kata Robert.


"Heeh!! Katty tersenyum paksa.


"Kau kira aku akan mempercayaimu?? tidak, aku tidak akan pernah percaya padamu!!" kata Katty.


Mariam hanya diam dan tak menyela percakapan Robert dan Katty, Mariam membiarkan Katty mengeluarkan semua yang ingin dia katakan kepada Robert. Hingga akhirnya ia selesai memasak dan menyajikan makanan di meja makan.


"Kalian sudah selesai??" kata Mariam.


Katty dan Robert kompak melihat ke arah Mariam, mereka yang tadinya sama sama tersulut emosi, seketika menjadi lunak begitu Mariam menyuguhkan masakannya.


"Kau pasti sudah lapar kan khatterine? sekarang makanlah!!" kata Mariam.


Mendapatkan perlakuan baik dari seseorang yang baru saja ia kenal, Katty tiba-tiba menangis tersedu-sedu,


"hiiksss!!


"hiksss!!!


"hiiksss!!


"Mengapa kau menangis khatterine??" kata Mariam.


"Hey! aku bahkan tidak menyentuhmu, mengapa kau menangis?" kata Robert khawatir.

__ADS_1


Tangisan Katty menjadi semakin keras, air matanya mengalir semakin deras.


"Kau membuatku merindukan ibuku nyonya!!" kata Mariam


Mariam menghampiri Katty dan memeluknya, "iya menangis lah nak, tidak apa-apa menangis saja, keluarkan semua yang ada di hatimu!!" kata Mariam menenangkan Katty.


Sementara Robert mengambil piring dan menyantap makanan yang telah tersaji, menunggu untuk di nikmati!.


"Dasar wanita aneh!!" kata Robert.


"Sudahlah ayo makan dulu!!" kata Mariam melepaskan pelukannya


Katty mengangguk dan mulai mengambil centong nasi, lalu mengambil beberapa lauk pauk hingga piringannya terlihat penuh.


"Apakah kau manusia atau hewan? kenapa kau begitu rakus!!" kata Robert yang melihat piring Katty penuh dengan makanan.


"Ya!! kaulah binatang buas yang sudah membuatku hampir mati Kelaparan!!" kata Katty tanpa melirik Robert.


Robert meletakkan sendok makannya hingga terdengar suara sendok yang nyaring menyentuh piring.


"Praaang!!


Begitu mendengar Katty menyebut dirinya seorang binatang buas, Robert sangat emosi namun berusaha ia tahan, terlihat jelas wajahnya yang memerah seperti ingin murka namun tak bisa.


"Maaf tuan, saya sudah....!!". Jacob menghentikan perkataanya begitu melihat Katty dan Robert duduk di meja makan.


"Kemarilah Jacob, kau pasti sudah lapar, ayo kita makan bersama!" kata Mariam.


Jacob mendekat ke arah meja makan.


"Dimana kau menemukan nona khatterine tuan??" kata Jacob.


"Diam dan makanlah!!" kata Robert lalu Jacob menghentikan perkataanya.


Mereka menyantap makanan itu dengan nikmat, tangisan di wajah Katty seketika berubah menjadi senyuman ketika Mariam menyuapi Katty makanan ke mulutnya. Katty merasa sangat bahagia, ia merasa sosok ibunya telah kembali di dalam diri Mariam. Katty menangis karena merindukan ibunya, dan ia juga menangis karena pertama kalinya di perlakukan seperti putri di dalam hidupnya setelah kepergian ibunya 20 tahun yang lalu.


Mengingat setiap hari penyiksaan dan umpatan kasar telah ia terima sejak usianya 5 tahun hingga ia berusia 25 tahun.


Katty makan dengan sangat lahap, ia tak perduli dengan Robert dan Jacob yang memandanginya dengan tajam.


"Kau lihatlah dia, apakah ada wanita yang makan seperti dirinya!!" kata Robert kepada Jacob.


Katty melirik, namun tak menghiraukan perkataan mereka, ia hanya terus makan mengisi perutnya yang keroncongan sejak semalam.

__ADS_1


Setelah selesai makan, Robert meminta Jacob mengantarkan Katty untuk menuju kamar barunya yang telah di siapkan oleh Jacob sebelumnya.


"Bawa dia ke kamarnya Jacob!!" kata Robert.


"Jadi kapan kau akan mengantarkan aku pulang??" kata Katty.


Robert menatap sinis. Rupanya Katty terus bersikukuh ingin keluar dari rumah Robert, kehadiran Mariam lantas tidak menjadi penenang untuk Katty, ia terus ingin keluar dari rumah itu dan berharap bertemu dengan Alexander sahabatnya.


"Mari nona, saya antarkan ke kamar anda!!" kata Jacob berusaha menggapai tangan Katty.


"Tidaaakk!! aku mau pulang!! Alex pasti sedang mencari ku!!" kata Katty berteriak dan menepis tangan Jacob.


"Apapun yang aku inginkan tidak akan bisa menjadi milik orang lain, kecuali salah satunya harus mati!!" kata Robert.


Jacob buru-buru membawa Katty menuju ke kamarnya, agar tidak berdebat lagi dengan Robert.


"Ayo nona khatterine saya antarkan ke kamar anda!!" kata Jacob.


Khatterine berusaha memberontak, Katty menggigit lengan Jacob seperti anjing, Mariam tak bisa apa-apa lagi, apalagi melihat situasi yang semakin buruk, perubahan emosi Katty sangat tidak stabil.


"Aaahhh!!!"


Jacob berteriak kesakitan karena gigi Katty menancap di lengan Jacob hingga meninggalkan bekas yang lumayan dalam.


"Apa kau seekor anjing!! mengapa kau menggigit Jacob !!" kata Robert berteriak.


"Iyaa benar!! bukankah kau menganggap ku seperti anjing yang bisa kau pelihara di dalam istanamu ini, bahkan kau meletakkan begitu banyak orang hanya untuk menjaga seekor anjing seperti ku ini!!" kata Katty berteriak.


"Khatterine tenanglah nak, tenangkan dirimu!!" kata Mariam mencoba membujuk Katty.


"Tidak nyonya, anda mungkin bisa tinggal di sini karena anda kerabat darinya, tapi aku, aku bukan siapa-siapa yang hanya akan menunggu diriku mati di tempat ini!!" kata Katty


"Jadi kau mau keluar dari sini?? tidak semudah itu khatterine, kau harus jatuh cinta padaku baru kau bisa keluar dari rumah ini!!" kata Robert menarik tangan Katty.


"Dasar pria sinting!! kau berharap aku jatuh cinta padamu dengan paksa? apa kau sudah gila??" kata Katty berteriak.


"Iyaa!! benar sekali khatterine, aku memang sudah gila karena mencintaimu! jadi kau harus menjadi milikku!!" kata Robert menggapai tangan Katty dan menggendong Katty membawanya masuk kembali ke kamarnya secara paksa.


"Lepaskan aku pria gila, lepasakan!!" Katty memukul Robert namun tak terasa sakit bagi Robert.


Di tengah keributan itu, Pablo Picasso muncul dari arah pintu dan melihat Robert sedang membawa Katty menuju ke kamarnya.


"Apa yang terjadi di sini??" kata pablo.

__ADS_1


Mariam dan Jacob kompak melirik ke arah Pablo yang datang secara tiba-tiba dan tanpa suara....


__ADS_2