
besok adalah hari libur,seperti biasanya aku dan teman teman berkumpul kumpul untuk bermain malam ini.kami biasa berkumpul di warung dekat rumah kosong sambil bermain dan bercanda gurau seperti anak remaja yang lain,oh iya namaku rian dan usiaku 17 tahun.
"eh rian kamu baru dateng ngapain sih sampek telat,kita udah lama nungguin dari tadi"ucap raka salah satu temanku.
"ehh iya maaf maaf tadi aku bantuin mama aku mindahin barang barang yang udah gak kepakek di rumah,emm nungguin buat apa mau main ML biasanya kalian udah main duluan"ucapku pada teman temanku.
"aduh bukan buat main ML sekarang kita pengen main yang lain yang katanya bisa manggil arwah "angga menjawabku.
"eh..eh...eh... ngapain main yang kayak begitu gak baik,entar malah gak aman.lagian bagas kan paling takut sama yang begituan entar takut kenapa napa"seketika aku terkejut dan langsung menolak ajakan mereka.
"yaelah gak papa, bagas jugak udah setuju kok,jangan jangan kamu yang takut yah .ahhh payah kamu gak bakal ada apa apa lagian ini masih gak terlalu malem baru jam 6 ini"temanku menyindirku karena aku tidak ingin ikutan .
sebenarnya aku tidak takut ,tetapi sangat tidak suka bermain main dengan arwah karena itu sama halnya tidak menghormati mereka.teman temanku terus membujukku dan mau tidak mau aku mengiyakan keinginan mereka.kami melakukan permainan tersebut di rumah kosong dekat warung.
raka yang paling tau tentang cara caranya meminta salah satu dari aku,angga,atau bagas berbaring dan akhirnya angga yang akan berbaring.raka berlutut dan meminta kami juga berlutut di sebelah angga yang berbaring kemudian menempatkan 2 jari kami di bawah angga.raka lalu mengucapkan "light as a feather,stiff as a board"berulang kali,aku mulai merasakan hawa dingin yang mengelilingi kami.
itu benar benar terjadi kami semua melihatnya ,angga melayang secara perlahan ke atas.jujur aku sedikit takut tetapi juga ada rasa kagum dan aku berfikir"apakah para pesulap melakukan trik yang sama seperti ini".akan tetapi rasa kagumku seketika menghilang dan di selimuti rasa takut.aku melihat sesosok wanita dengan memakai gaun berwarna merah yang wajahnya tertutup dengan rambutnya.wanita itu menunduk dan seketika mendongakkan kepalanya dan seketika itu juga bagas berlari ke luar meninggalkan kami.
"AAAAAAAAA"suara teriakan bagas yang terus berlari keluar rumah.
"bagas kamu jangan pergi dulu ,angga masih melayang kita haru bantu"raka berteriak manggil bagas.
__ADS_1
akan tetapi bagas tetap terus berlari tanpa memedulikan kami.raka kemudian berusaha menurunkan angga,sedangkan aku tidak dapat bergerak terpaku menatap ke arwa itu.dia sangat mengerikan wajah yang rusak di sebelah kanannya dan mata kirinya yang tercongkel,dia memegang sebuah pisau yang ucungnya adalah matanya yang tertancap.akhirnya setelah berusaha keras akhirnya aku bisa bergerak dan berusaha membantu raka dan angga.
Bruk!!!!!
angga seketika terjatuh ke lantai dan pingsan kami berusaha keras memapanya dan membawanya ke luar dari dalam rumah.saat di luar rumah aku melihat kebelakan dan kulihat hantu itu menatap kami dari jendela lantai 2.kami langsung membawa angga ke rumah sakit dan menghubungi keluarganya akan tetapi raka tidak menceritakan hal yang sebenarnya.aku segerah pulang ke rumah tepatnya pukul 09.23 malam.
"rian kamu udah pulang ,tumben biasanya pulangnya bisa sampek jam 03.00"ucap mamaku sambil merapikan meja makan.
"ehh iya inih mah temen temen lagi sibuk semua jadi rian pulanhnya lebih awal"aku menjawab mamaku dengan terburu buru menuju kamar.
saat di kamar aku segera mandi karena keringat saat berlari lari tadi sesudahnya aku langsung ke tempat tidur dan langsung tidur.saat aku sudah terlelap dari tidurku handphoneku berbunyi dan itu adalah panggilan dari ayah ,akupun segera mengangkatnya dalam setegah bangun.
"halo rian malam ini papa sama mama gak bisa pulang lagi jenguk nenek kamu,besok baru pulang kamu jaga rumah yah"ucap papa di handphone.
seketika bulu kudukku berdiri dan jantungku mulai berdetak kencang,aku baru sadar kalu mama sudah pergi ke rumah nenek siang ini dan lalu siapa yang menyapaku tadi di bawah.aku mendengar seseorang suara kecil wanita tertawa dan saat aku membalikka badan arwah wanita tadi ada di sebelah kasurku.
"aku temenin kamu biar gak kesepian yah"ucap arwah itu padaku sambil merangkak mendekatiku,aku pingsan seteh melihatnya.
pagipun tiba saat aku tebangun,aku berada di lantai ruang tamu tempat semalam aku disapa oleh arwah yang menyamar itu.aku mendapat pesan dari raka bahwa angga sedang koma di rumah sakit,bagas depresi dan semalam raka kecelakaan saat pulang sehabis mengantarku sekarang dia dirawat di rumah sakit.
seminggu kemudian semua tetap sama angga dan raka masih ada di rumah sakit rakabercerita bahwa dia terus di teror dan juga tidak ada perubahan dari bagas.aku juga sering di datangi oleh hantu tersebut setiap malam dalam mimpiku,aku memutuskan untuk bercerita kepada orang tuakudan akhirnya mereka pergi membawaku ke orang pintar.saat sampai aku menceritakan apa yang terjadi pada aku dan teman temanku selama ini,tetapi orang tersebut sudah mengetahinya karena arwah tersebut menempel padaku.
__ADS_1
"hmm yah aku paham sekarang ,arwah itu marah pada teman temanmu tetapi dia juga merindukanmu. rian apakah kamu ingat dengan sindy ?"orang pintar itu bertanya padaku tentang sindy.
"sindy bukannya dia adalah saudara sepupu rian dan juga tunangannya,tetapi dia sudah tiada "ibuku sangat kaget karena orang tersebut bisa mengetahui sindy.
"ma sindy siapa ,tunangan kapan ...kapan rian tunangan "aku sangat kebingungan.
papa dan mamaku bercerita bahwa kami sudah di jodohkan sejak kecil dan kami juga saling menyukai ,akan tetapi sindy meninggal karena perampok dan aku yang berusaha melindunginya terkena luka tusuk hingga koma selama 3 bulan .aku kehilangan ingatanku saat bangun.
"arwah sindy terkurung di dalam rumah itu tetapi karena temanku arwanya bisa bebas dan membutuhkan nyawa beberapa orang agar dapat berubah wujut seperti manusia bukan setan,dan menagih janjinya padamu"ucap orang pintar itu.
aku berfikir keras hingga hidungku berdara dan akhirnya mengingatnya.aku pernah berjanji untuk slalu di dekatnya dan takkan meninggalkannya.
"sindy maaf.... maaf aku lupa janjiku yang aku buat tetapi aku akan menepatinya tetapi jangan ganggu temanku"aku meminta maaf pada sindy sambil menangis saat itu juga.
sejak saat itu aku tidak pernah bertemu lagi dengan teman temanku dan pindah sekolah.aku juga tidak memiliki teman satupun karena aku hanya mengobrol dan bermain dengan sindy tunanganku.yah meski wujudnya masih arwa yang memiliki mata bolong dan sebenarnya gaun merah itu adalah gaun putih yang berubah warna karena darah.aku berterima kasih pada permainan itu yang mempertemukan kita kembali.
"light as a feather,stiff as a board"
__ADS_1