
hai namaku himaru dan aku memiliki teman yang hanya aku yang bisa melihatnya.sekarang usiaku 16 tahun tetapi aku tidak memiliki teman satupun selain kokkuri,teman sekolahku sering mengataiku gila dan membuliku karena aku berbicara sendiri.tetapi kokkuri selalu membantuku dan mrmbalas mereka yang menggangguku.orang tuaku bahkan melihat aku dengan tatapan yang aneh tetapi aku tidak menghiraukannya untungnya adikku sera dapat mengertiku.aku berteman dengan kokkuri sudah 10 tahun yang lalu sejak usia 6 tahun.
6 tahun yang lalu :b
saat itu ibuku sedang hamil adikku ,aku sangat bahagia .aku selalu membantu ibu dan menjaganya agar tidak kelelahan seperti yang di suruh ayah padaku.saat usia kandunga ibuku 5 bulan aku selalu bertanya apakah adiku perempuan atau laki laki tetapi ayah dan ibu tidak menjawabku.jelas jelas mereka sudah tau jenis kelamin adikku menggunakan rongsen dan mereka bilang itu sebuah kejutan besar untukku.
"ibu apakah lelah,sini sini biar himaru pijatkan kaki ibu"aku mencoba bersikap lebih baik pada ibu agar tau tentang adikku.
"ehh tumben pengen pijat kaki ibu pasti ada maunya yah,hayo ngaku"ibu dapat menebakku dengan cepat.
"hehehe ibu himaru ingin tau adik ,perempuan atau laki laki?"aku sekali lagi bertanya pada ibu.
"tunggu 4 bulan lagi yah nanti kamu juga tau,sudah tidak usah pijat ibu mau masak makan malam .himaru bantu ibu yah"ibu tetap tidak memberitahuku.
aku rasa sangat wajar jika seorang kakak mengetahi tentang adik kecilnya,tetapi ibuku tetap kerahasiakannya dariku.ayah dan ibuku bahkan menyembunyikan barang barang yang baru mereka beli untuk calon adik bayiku agar aku tidak bisa mengetahuinya.
hingga saat pulang sekola aku mendengar kakak seniorku bercerita tentang sebuah permainan yang dapat membuat kita mengetahui segalanya yang ingin kita ingin tahu akan tetapi memiliki resiko yang besar.aku mulai tertarik dan ingin mengetahui cara mainnya ,untungnya aku memiliki teman yang kakak sepupunya perna memainkannya namanya zhura.
"apa kamu yakin kamu bisa memainkannya,tidak berbahaya yah?"aku mulai bertanya tanya pada zhura.
"tenang saja aku mendengar kakak sepupuku berhasil melakukannya yang artinya permainan itu sangat mudah untuk di mainkan"dengan percaya diri zhura berkata padaku.
sore itu untungnya ayah dan ibuku pergi melakukan pemeriksaan sesuai jadwalnya.aku hanya di temani oleh pembantuku dan menurutku semuanya aman aman saja.aku segera meminta zhura pergi ke rumahku untuk melakukan permainannya,untunggnya rumah kami tidak terlalu jauh .
zhura sampai di rumahku dan kami memainkannya di kamar tamu.
"zhura apa kamu yakin ini tidak apa apa"tanyaku.
"tenang sajah aku sudah sangat afal cara bermainnya dan semuanya baik baik saja"zhura sekali lagi meyakinkanku.
zhura langsung mengambil kertas kosong dan menggambar (torii: merupakan gerbang tradisional jepang) dengan tinta merah,kemudian zhura menggunakan tinta hitam untuk menulis ya dan tidak pada kedua sisi torii tersebut.zhura lanjut menulis 1 baris nomer(0 sampai 9) dan 3 baris untuk huruf(A sampai Z).
__ADS_1
"himaru tolong kamu buka jedelanya agar kokkuri-san bisa masuk"zhura memintaku membukakan jendelanya.
"emangnya kokkuri gak bisa masuk sendiri yah ,lagian jendelanya gak di kunci kan bisa bukak sendiri"ucapku yang masih polos.
Aduh sakit(aku yang kena pukulan di ke palah oleh zhura).
"gadis bodoh dia ini aturan permainannya jadi lakukan saja"ucap zhura.
"baiklah aku mengerti,tapi jangan memukul kepalaku juga"aku sambil terus mengelus kepalaku.
zhura kemudian meletakkan koin di torri berwarna merang dan meletakkan telunjuknya di atas koin.dia juga menyuruhku untuk meletakkan telunjukku.setelah telunjuk kami berdua berada di atas koin zhura mengucapkan(kokkuri-san,kokkuri-san,jika kamu ada di sini pindahkan koinnya).
ajaibnya koin yang kami sentuh berberak ke kata"ya" ,
zhura langsung menanyakan apa yang iya ingin tahu.
"apakah aku dan mia akan berjodoh dan menjadi suami istri suatu hari nanti?"dengan senyum lebar di wajah zhura bertanya.
"h..a..r..u..m..i..,harumi"ucap kami berdua.
zhura terlihat senang karena tau siapa jodohnya,kemudian giliranku untuk bertanya.
"aku akan mrmiliki seorang adik ,dia perempuan atau laki laki"tanyaku.
koin itu berjalan ke beberapa huruf lagi dan ternyata adikku seorang perempuan.aku sangat puas dengan yang ku tau.zhura akhirnya menghentikan permaunannya dengan berkata"kokkiru-san,kokkiru-san silahkan kembali pulang" dan lagi lagi koinnya bergeser ke kata ya yang artinya kokkuri-san menyetujuinya.
"baiklah dia sudah pergi dan kertas ini kamu hancurkan agar kokkuri-san benar benar lenyap juga koinnya kamu buat beli beli atau apalah yang penting besok koinnya sudah tidak ada di kamu"zhura memberi tahuku.
aku hanya mengangguk dan zhura segera pergi pulang karena hari sudah semakin malam dan juga ayah dan ibuku hampir sampai di rumah.
aku memegang kertasnya dan ingin membakarnya tetapi pembantu rumah kami menemukanku yang memegang korek api.
__ADS_1
"astaga non himaru jangan main api ini bahaya lihat anginnya juga sangat kencang bisa kebakaran"pembantu rumah kami langsung menyuruhku untuk masuk.
aku menyimpan kertas dan koinnya di tempat yang berbeda tetapi aku memisahkan meletakkannya.kesokan harinya aku lupa untung membakar uang dan membuang koinnya,hingga beberapa hari aku baru mengingatnya.tetapi aku hanya bisa menemukan koinnya tidak dengan kertasnya.
lalu ku pikir pembantu rumah kami yang membersihkannya jadi aku tidak menghiraukannya.
beberapa bulan kemudian ibuku melahirkan dan benar saja adikku perempuan,aku sangat senag sekali dan juga aku juga memiliki teman baru yaitu musang atau anjing yang bisa ku ajak bicara namanya kokkuri.
"ehh apa ini sebuah kalung dengan mainan koin,apa kamu yang membuatnya kokkuri"aku bertanya padanya.
"yah apa kamu suka itu koin yang kamu simpan ,jika kamu suka maka apa hadiahku"tanyanya padaku.
"kamu ini ,emm yah aku suka kalungnya dan hadianya seperti biasa aku yakin kamu mengiginkan darahku"ucapku langsung menebaknya.
"seperti yang kamu tau ,maka berikanlah biarkan aku menggigit lenganmu yah"ucapnya lagi.
aku mengiyakannya dan kokkiru sangat menyukai darahku.aku langsung menutupi tanganku dengan perban seperti biasanya,orang tuaku selalu bertanya mengapa tanganku selalu di perban tetapi aku tidak perna mau mengatakannya.
sejak saat itu hingga hari ini aku selalu sendiri di sekolah dan langsung masuk kamar setelah pulang sekolah.adikku sera selalu mengantarkan makan malam ke kamarku dia juga bisa melihat kokkiru dan sudah akrab dengannya sejak lahir.sera bukan anak periang dia selalu bersikap dingin bahkan terhadap orang tuaku tetapi tidak denganku.
setiap malam sera pergi ke kamarku dan matanya selalu berwarna merah menyala dan tidur di sebelahku lalu memelukku.
"himaru kamu milikku jangan pernah menyayangi orang lain selain aku jika tidak aku akan menghabisinya"ucap sera padaku.
"baiklah aku hanya akan menyayangimu ,ayah dan juga ibu"aku sambil mengelus rambutnya.
"tidak ragamu milikki dan jiwamu milik kokkuri tidak ada yang bole memilikimu selain kami"sera dengan tegas berbicara padakh dan semakin memeluk erat tubukku.
aku menuruti keinginannya dan rasa dia hanya cemburu karena aku membagi perasaanku untuk ayah dan ibu.aku sangat sangat beruntuk karena memiliki seorang adik perempuan yang manja dan temanku kokkiru.kalian ingin mencoba memainkann permainan:
"***kokkuri\-san***"
__ADS_1