![Young Marriage [Secret Marriage]](https://asset.asean.biz.id/young-marriage--secret-marriage-.webp)
" pelan pelan nanti jatuh " teriak Dina pada kedua anaknya yang tengah lari larian di halaman belakang rumah.
" tidak apa apa " Arsyad duduk di samping Dina, kemudian mencium pipi si bungsu yang tengah di pangku Dina.
" adek mau main juga? " tanya Arsyad pada putra bungsunya yang tengah menatapnya dengan mata bulatnya membuat Arsyad gemas dan memindahkan anaknya itu kepangkuannya.
Arsyad beralih menatap Dina yang hanya diam saja, ia tau istrinya itu tengah kesal dengannya.
" hei, masih marah? " tanya Arsyad sambil mengelus pipi chubby Dina. Dina melongoskan mukanya, Arsyad menghela nafas. " maaf, aku tidak bermaksud lupa "
" sudahlah, pekerjaan Aa' kan memang yang paling penting " ucap Dina yang kemudian beranjak, dia akan mengambilkan minuman segar untuk kedua putranya yang lain.
" Abang... Aa'... Minum dulu " panggil Dina, tak lama dua bocah beda umur itu langsung berlari ke arahnya mengambil gelas masing masing. Setelah selesai mereka kembali berlari.
Di usia mereka yang baru dua puluh tujuh tahun mereka berdua sudah di karuniai tiga orang putra yang tampan tampan yang mempunyai dominan gen Papanya terutama anak kedua mereka, Dina hanya kebagian satu atau dua bagian wajah mereka. Seperti anak pertamanya ia hanya kebagian matanya dan anak ke tiga bibir tipisnya sedangkan yang kedua? Semua milik papanya, dan itu cukup membuatnya kesal.
Dina mengambil alih si bungsu karena waktunya tidur, dia mengambilnya tanpa mengubris suaminya.
" Ferran, Dipta " panggil Arsyad. Mereka menoleh. " Papa ke dalam dulu, kalian main saja tapi jangan dekat dekat dengan kolam " Arsyad memperingati, meskipun kolam itu ada pagar pembatas tapi dia tetap harus hati hati bukan, kedua anaknya mengangguk.
Arsyad membuka pintu kamar mereka dimana Dina tengah menidurkan Raka si bungsu di box bayi. Dina mendongak, saat mendapati Ayah dari anak anaknya yang masuk dia memilih kembali melihat si baby.
Arsyad kembali mencekal tangan Dina saat ia akan keluar kamar.
" aku ingin melihat anak anak " ucap Dina.
" aku benar benar lupa " kata Arsyad yang sudah berdiri di depan istrinya. Dina mendongak menatap suaminya.
" ini bukan pertama kalinya A', kalau Aa' ngak bisa ya tidak usah janji, anak anak benar benar berharap bisa keluar kemarin dengan Aa " Dina membuang muka ke samping " mereka bahkan tidak mau tidur karena tungguin Aa "
" hei " Arsyad menangkup wajah Dina, menghapus air mata istrinya yang sudah jatuh. " aku minta maaf, Sayang. Hm? "
" kalau memang tidak bisa ya Aa' telfon dong. Aa' kebiasaan sekali tidak mau menelfon kalau ada sesuatu. "
__ADS_1
Arsyad memeluk istrinya mencium puncak kepalanya.
" akan kuusahakan selalu menelfon "
" jangan usahakan, tapi harus. Kasian anak anak "
Arsyad mencium keningnya berkali kali sambil meminta maaf.
" sebaiknya kita keluar " Dina melepas pelukannya namun Arsyad tidak.
" maafkan aku dulu " Dina mengangguk, dia memang tidak bisa marah lama pada Arsyad.
Mereka kembali ke halaman belakang dimana anak pertama dan keduanya bermain.
" Mama " mereka berlari menghambur pelukan mamanya
" ada apa sayang? " Tanya Dina dia berjalan menuju kursi membawa kedua putranya.
" berenang? " tanya Dina, kedua anaknya mengangguk. " tanya Papa gih " mereka pun beralih ke Arsyad.
" benang pa.. Benang " Adipta menarik narik tangan Arsyad yang tenaga tidak seberapa.
" benang? Papa ngak punya benang " goda Arsyad
" belenang Papa.... " ucap si sulung gemas.
" berenang apa benang? " goda Arsyad sambil meraup tubuh kedua putranya kedalam gendongannya membuat mereka tertawa.
" ye... Tebang.. " seru Adipta si anak kedua.
Dina duduk di samping kolam, dia menolak ikutan karena takut si bungsu nanti bangun dan tidak ada mendengarnya. Arsyad mendekati Dina yang hanya mencelupkan kakinya di kolam, mata Arsyad selalu melirik kedua putranya yang ia dudukkan di bebek karet besar.
" berenang? " tawar Arsyad, Dina menggeleng. " ingat saat di bali untuk pertama kalinya? Kamu yang selalu memintaku berenang bersama " Arsyad memeluk pinggang Dina " sekarang kamu yang menolak."
__ADS_1
" nanti Raka terbangun dan tidak ada yang dengar A " ucap Dina sambil mengusap wajah basah suaminya.
" aku senang " ucap Arsyad tiba tiba
" hm? "
" aku senang " ucap Arsyad lagi membuat Dina tersenyum, masih sambil menangkup wajah Arsyad, Dina menunduk mencium pipi Arsyad.
" aku juga senang A' "
Arsyad melirik anaknya, mereka masih asik bermain berdua. Arsyad menarik tengkuk Dina mencium bibir istrinya kilat.
" Aa', kalau anak anak liat bagaimana? " protes Dina.
" mereka kalau dengan air tidak akan memperdulikan sekitar " ucap Arsyad membuat Dina terkikik memukul pundak suaminya pelan.
" aku mencintaimu " bisik Arsyad, membuat Dina merona. " tidak ada tanggapan? " tanya Arsyad
" Aa' sudah tahu meskipun aku tidak menanggapi " ucap Dina. " aku juga "
Arsyad kembali menarik tengkuk Dina hendak menciumnya lagi tap-
" Ma.. Pa, apain? " tanya Dipta bersamaan dengan suara tangisan bayi dari dalam rumah.
***
Karena hanya extra jadi cuma sedikit saja hehe....
Oh ya kalo ada yang nanya kak kok cerita YM juga pendek? Sebenarnya ini sudah panjangan karena versi Wp hanya 32 capter jadi ini sudah aku panjangin...
Terimah kasih sudah menyempatkan waktunya buat membaca karya saya... 😁😁 saya benar benar berterimah kasih
See ya di karya saya yang lain 😘😘
__ADS_1