
Kebingungan masih melekat di benak ku, berjam-jam sudah kami menunggu kedatangan murid yang lain, namun satu dari mereka sama sekali tak muncul.
"Ardelia, apa hanya kita yang kembali ke sekolah?" Tanya ku, seraya menatap ke arah Ardelia yang juga mengalami kebingungan seperti ku.
"Bukti nya tidak ada satu pun dari mereka yang datang sejak tadi..." Ucap nya menoleh ke arah ku.
"Sudah lah... Lebih baik kita tidur..." Ucap nya, tampak ia berbaring di atas tempat tidur nya dengan cepat.
"Baiklah... Selamat malam..." Ucap ku, seraya ku baring kan tubuh ku di atas tempat tidur milik ku. Ku pejam kan mata ku perlahan. Aku tertidur dengan lelap.
Dung...
Terdengar suara detik jam yang menggema di telinga ku, aku membuka mata ku menatap ke sekitar. Baru saja aku tertidur beberapa waktu yang lalu, aku terbangun hanya karena dentingan jam yang menunjukkan pukul tengah malam.
Aku beranjak duduk, ku singkap kan selimut ku ke arah samping ku seraya pandangan mata ku menatap ke arah Ardelia yang tidur sangat nyenyak memeluk selimutnya.
Aku bergerak turun dari tempat tidur ku seraya mengambil jubah hitam dengan senter yang berada di laci meja ku.
__ADS_1
Aku berjalan dengan perlahan menuju ke pintu ruangan, aku memakai jubah ku dengan cepat. Aku keluar dengan mengendap-endap melewati lorong lantai tiga yang terlihat sangat sepi.
Tanpa sengaja senter ku mengarah ke salah satu lukisan yang sedang tertidur.
"Cahaya apa ini, kau mengganggu ku nona Zenith..." Ucap lukisan nyonya Amera.
"Maaf..." Ungkap ku seraya mengalihkan senter dengan cepat.
Aku terus berjalan menyusuri lorong lantai tiga yang sangat gelap dengan sedikit ketakutan, aku mendengar suara langkah kaki dari kejauhan. Dengan segera aku mematikan senter ku dan bersembunyi di belakang patung yang berada di dinding lorong.
Dari arah lorong yang berlawanan, aku melihat cahaya api berjalan semakin mendekati ku. Aku menatap ke arah mereka semua dengan terkejut.
"Masuk lah ke dalam asrama kalian dengan tenang..." Ucap salah satu senior asrama ku.
Aku harus segera masuk...
Dengan langkah cepat namun hati-hati aku masuk ke dalam asrama ku, dengan segera aku berbaring di atas tempat tidur ku dengan jubah yang ku kenakan ku masuk kan di dalam selimut yang menutupi tubuh ku.
__ADS_1
"Setelah sekian lama, akhir nya kita kembali ke sekolah..." Ucap salah satu teman seasrama ku. Aku tak mengingat dengan jelas siapa yang berbicara itu.
"Ya kau benar, aku tak menyangka jika kita salah tempat teleportasi..." Ucap pemilik suara yang lain, kita sebut saja si B.
"Seperti yang di jelaskan senior tadi, sekolah masih memiliki masalah..." Ucap yang lain nya lagi, dan kita sebut saja sih C.
"Tapi untuk apa kita tetap kembali jika sekolah masih belum aman?" Ucap suara pertama, si A.
"Apa kau tak sayang dengan nyawa mu? Untuk sekarang Oxdeword adalah tempat yang paling aman untuk penyihir murni seperti kita..." Ucap suara B dengan kesal.
"Yaaa... Benar kata Erina, kau harus ingat siapa kita dan siapa musuh kita." Ucap pemilik suara C.
"Baik lah... Aku mengerti." Balas sih A dengan sedikit kesal.
_
_
__ADS_1
_
❤️❤️❤️