Zenith In The New World

Zenith In The New World
Chapter 160


__ADS_3

"Aku menunggu mu Zenith... Kenapa kau baru datang selama ini?" Jerit nya tanpa berhenti menangis.


"Aku baru saja kembali ke sekolah..."


Aku hanya bisa menepuk-nepuk punggung nya pelan. Setelah beberapa menit, ia kelelahan. Ia melepas pelukan nya dan duduk dengan diam di tempat nya.


"Apa yang terjadi pada mu? Kenapa bisa kau terikat seperti tadi?" Ucap ku seraya ku tatap kedua tangan nya, itu tak meninggalkan bekas karena ia sudah meminum ramuan itu.


"Dylan yang membuat ku seperti ini Zenith... Ia mengkhianati kita." Ucap nya, aura nya begitu kesal dan kemarahan terlihat jelas di kedua mata nya.


"Kau yakin itu Dylan?" Ucap ku sedikit ragu. Ia menjawab ku dengan anggukan.


"Tapi selama beberapa hari kemarin ia terluka dan selalu bersama ku... Bagaimana bisa ia melakukan hal ini kepada mu?" Ia terdiam, ia terlihat sedikit aneh.


"Aku tak tahu apa yang kau maksud Zenith, ia lah yang melakukan semua ini kepada kita..." Ucap nya sedikit ambigu.


"Baik lah... Lebih baik kita segera pergi dari sini." Ucap ku, berdiri aku seraya berjalan ke arah pintu itu.

__ADS_1


"Bagaimana dengan kak Albert? Apakah ia selamat Zenith?" Ucap nya, aku berhenti. Menoleh aku ke arah nya.


Aku tersenyum dan kembali berjalan aku tanpa menjawab pertanyaan nya.


"Maafkan aku..." Ucap nya.


"Apa kau tau dimana yang lain? Aku tak melihat siapapun ketika sampai di sini." Ucap ku berusaha sedikit santai.


"Ketika penyerangan itu terjadi aku tak mengingat apapun, aku hanya teringat jika aku terikat di sana sendirian." Ucap nya, berjalan ia di samping ku. Kami berjalan dengan beriringan.


"Lalu, bagaimana dia tau jika Dylan yang melakukan hal itu? Apakah ia membohongi ku?"


"Jika benar dugaan ku, aku harus berhati-hati kepada nya."


Setelah kami berdua berhenti di depan pintu, aku mengingat jika pintu itu terkunci namun dengan mudah nya Ardelia membuka pintu itu tanpa halangan sedikit pun.


Ia menoleh ke arah ku, aku membalas nya dengan senyuman. Aku tak ingin ia curiga kepada ku.

__ADS_1


"Apa kau melihat penyihir topeng?" Ucap ku mencoba mencari sesuatu yang salah dari nya.


"Penyihir topeng? Entah lah... Aku tidak mengingat apapun." Ucap nya sedikit menghindar.


"Bagaimana dia tau jika Dylan yang melakukan itu jika saja dia melupakan semua nya? Lalu bagaimana dia bisa bertahan selama beberapa hari itu?"


Aku terus berjalan mengikuti nya dari belakang, beberapa jam lagi matahari akan terbit. Aku harus mencari kebenaran dari keanehan yang ku alami sekarang.


Di mimpi ku itu aku hanya melihat diri ku berada di antara dua orang laki-laki dengan satu orang laki-laki lain datang di saat semuanya hampir berakhir. Tapi aku tidak melihat perempuan lain di mimpi ku yang membantu kami. Tapi lebih aneh nya aku tak mengingat siapa yang kami lawan saat itu.


"Lalu, siapa pengkhianat yang sebenarnya? Aku sangat bingung, seakan-akan sesuatu mengacaukan mimpi ku. Apakah siapa yang berada di samping ku itu adalah pemicu nya?"


_


_


_

__ADS_1


❤️❤️❤️


__ADS_2