
Setelah kami berdiskusi selama enam jam, kami pamit daripada ruangan rapat itu lalu menjalankan rencana kami. Kami juga memberi tahu Elsie dan Daril yang sedang menunggu di luar. Mahu tahu apa saja yang kami rencanakan?
Rencananya, kami mahu membuat satu experiment yang membuktikan kalau fakta yang dibahas oleh Mas Fiqrulakhbar kalau gas kentut bisa mematikan virus zombie itu benar. Lalu kami bertiga: aku, Mas dan Golem akan turun ke lantai bawah untuk menangkap seorang zombie. George, Daril dan Elsie menunggu saja di atas.
Entah kebetulan bagaimana, golem ngajak kami berkeliling di lantai tiga dan menemukan sesuatu yang bermanfaat di sana. Golem menemukan sebuar baju armor yang bisa melindungi seluruh badannya. “Ini udah pasti si zombie tidak bisa gigit nih” kata golem. Lalu si Mas pula menjumpai seutas rantai besi yang sangat panjang tidak tahu juga dia ambil dari mana… “Ini aku copot dari gagang pintu besar di sana tuh. Kelihatannya itu pintu storan peralatan komputer” kata Mas. Aku juga udah puas berkeliling entah bagaimana bisa terjumpa obat buang angin satu kotak
besar. Ada-ada aja yah barang-barang di lantai tiga ini.
Setelah turun ke lantai dua, kami juga menemukan papan besar yang bisa membaringkan seseorang di sana, lalu kami bawa ke lantai bawah. Setelah sampai di lantai bawah, hari kelihatannya udah mulai gelap. Tanpa membuang waktu, Golem membuka pintu utamanya lalu keluar menangkap seorang zombie yang ada di luar. Akhirnya Golem berhasil menangkap seseorang lalu berlari secepatnya masuk sementara zombie yang ramai mengejarnya di belakang. Kami sempat menutup dan mengunci kembali pintunya.
__ADS_1
Nah, karena Golem menggunakan baju armor, zombie itu tidak bisa dengan mudah menggigitnya. Zombie itu kami baringkan di atas papan lalu kami lilit menggunakan rantai besi yang panjang tadi dan diikat kencang. Nah sekarang badannya tidak bisa bergerak lagi, tinggal kepalanya aja yang bergerak dengan mulutnya udah ditutup dengan pita pengikat.
Setelah selesai, kami pikul aja itu zombie ke lantai atas lewat tangga. Eh tunggu bentar…. Lalu aku bilang “kita naik lif aja deh. Berat amat nih mau pikul lewat tangga” yang lain pada setuju “ayo”. Sesampainya di atas, Zombie yang terikat pada kayu kami taruh di lantai. Elsie, George dan Daril pada datang ke arah kami.
Lalu dimulai rencananya…
Aku : Siapa duluan yang mau ngentutin itu zombie? Elsie tidak termasuk, kalian saja. Sebelumnya makan obat buang angin ini duluan agar lebih manjur.
Aku: Ayo coba sana.
__ADS_1
Nah setelah itu, golem duduk di atas hidung zombie itu dan ngentutin dia. Kedengaran bunyi “pruuuut!!!”. Tapi… kok tidak ada yang berubah ya, ditunggu sampai lima menitann juga zombienya masih tidak berubah gitu, malah jadi lebih aggressive…
Melihat begitu, kami yang lain juga melakukan hal yang sama kecuali Elsie saja yang belum. Waduh… Sumpah… gak manjur alias gak berhasil, zombienya tetap saja tidak berubah setelah dikentutin. Setelah lima orang kami yang cowok udah pada coba tetap gak berhasil. Lalu, pilihan terakhirnya...
Aku : Em… Els, kamu coba deh… Kami ini udah coba pada gak manjur kentutnya, lihat sendiri kan? Coba kamu aja deh… Maaf kalu kamu harus melakukan ini sekali lagi…
Elsie : Emmm… Itu… Gimana yah….
__ADS_1
Bersambung….
Penasaran dengan kelanjutan ceritanya? Apakah Elsie mahu ngentutin zombie sekali lagi? Bukannya sebelum itu dia sangan malu akan hal itu? Nantikan episode 6. Maaf yah para pembaca kalo updatenya telat. Belakangan ini banyak kesibukan juga. Makasih kepada yang tetap mendukung. Sampai jumpa.