Zombie Di SMA

Zombie Di SMA
Episode 8 - Oh Ternyata


__ADS_3

Gruuukkkk….


Aku : Kalian yakin bukan perut kalian yang bunyi?


Golem : Eh, bukan kok…


Mas : Gak ada lah… Kali perut kamu itu yang bunyi..


Aku : Eh masa sih… Perut aku gak bunyi kok…


Gruuukkk….


George : Kayaknya, ini bukan bunyi dari luar ini… Ini bunyinya datang dari kamar ini.


Mas : Iya. Bunyinya dekat amat…


Aku : Siapa yah? Serius bukan kalian?


Gruuukkk…


Golem : Eh bentar… bentar… Kayaknya bunyinya datang dari meja itu deh…


Mas : Oh iya.. Aku lupa kalo ada Elsie lagi tidur di meja, tapi masa sih…

__ADS_1


Aku : Ayo kita lihat dulu…


Lalu, aku pun menyalakan lampu flash di hp ku dengan setelan cahaya yang redup agar gak keterangan amat sampe terlihat di luar. Kami memunculkan kepala pelan-pelan dari bawah ke sisi kanan meja tempatnya si Elsie tidur. Dan ternyata…


Gruukkkkk….


Yah, kami pun berdiri dengan menghembus nafas lega…


Aku : Fuhhh… Ternyata dia yah… Aku sampai kaget… Mikir tadi itu bunyi apa.


Mas : Nah, kan… Terbukti deh  bukan perut kami yang bunyi tuh… Tapi kok perutnya Elsie bunyi gituan ya? Masuk angin kayaknya..


Golem : Emangnya kamu gak kasih dia makan yang banyak tadi?


George : Ya, udah-udah… Daripada kalian membicarakan hal itu terus, lebih baik kita semua tidur. Sekarang udah jam setengah 4 pagi. (sambil berbaring di lantai).


Yah, benar juga. Terus, kami yang lain juga baring di lantai dan mau tidur. Mas memeriksa lagi pintu kamar agar terkunci untuk menghindari bahaya yang bisa masuk ke kamar saat kami tidur. 30 menit setelah itu, teman-temanku yang lain udah pada tidur. Tapi aku gak bisa tidur, padahal ngantuk matanya.


Lalu aku bangun dan duduk di kerusi sebelah meja tempat Elsie tidur. Aku menyalakan lampu flash di hp dengan nyalaan yang redup. Aku menatap wajahnya Elsie yang sangat imut dan cantik itu. “Wah… Cantik sekali” Aku juga sempat membelai-belai rambutnya Elsie yang panjang itu. Aku berkata di dalam hati, “Sepertinya, aku telah jatuh cinta pada kamu, Els”.


Terus, aku pun tertidur di sana dengan kepala menempel di meja sambil duduk di kerusi. Kami ketiduran sampe jam 10 pagi. Elsie terjaga sementara aku dan yang lain masih tidur. Nah, Elsie pun bangun dan masih tetap duduk di meja itu, dengan pengelihatannya yang masih pudar karena baru bangun tidur.


Perurnya Elsie terlihat kembung karena kebanyakkan angin. Pantas saja perutnya berbunyi berulang-ulang tadi malam. Elsie merasakan dia tidak dapat bertahan lagi, lalu kentut di situ dengan durasi yang sangat panjang sehingga mencapai 5 detik. Kami semua pun kaget dan terbangun.

__ADS_1


Elsie : Aduh, maaf.. maaf… aku tidak bisa tahan lagi soalnya.. maaf yah..


Aku : Yah.. gak apa-apa deh…


Mas : Duh bau nih.. (sambil nutup hidungnya)..


Golem : Benaran juga.. Ini justeru lebih bau dari punya ku…


George : Iya.. iya..


Sementara Daril dan Armir masih tidur mati gak sadar. Mas keburu membuka pintu kamar dan jendela pelan -pelan…


Mas : Duh… Alex! Apa hidung kamu rusak yah? Kok santai aja? Lagian duduknya di sebelah si Elsie tuh…


Elsie : Duh, maaf yah, aku kira kentutku barusan gak bau.. (sambil tersenyum malu-malu)


Aku : Santai aja kali Mas… Kalo kentut cewek cantik kayak dia, aku emang kebal gak merasa apa-apa…


Mas : Huh?? Kamu ini aneh yah…


George : Ya udah.. Daripada kalian membahas terus soal itu, justeru lebih baik kita bahas bagaimana rencana kita selanjutnya… Nih aku pengen pulang ke asrama nih.. Harus cepat-cepat pulihkan semua orang.. Gak mau lama-lama di sini.


Mas : Yah.. Benar juga… Hmmm, terus gimana ini?

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2