• THE ELITE •

• THE ELITE •
4. PENGHIANAT DAN SEKOLAH BUSUK


__ADS_3

Pernakah kamu merasa saking emosinya sampai hanya bisa tercengang dan tak mampu mengatakan apa-apa?


Begitulah yang terjadi pada Noel, informasi yg masuk ke kepalanya saat ini masih sulit untuk dicerna, apalagi fakta bahwa Ia telah dikhianati oleh temannya sendiri.


Tiba-tiba saja Pak kepala sekolah telah kembali ke ruangannya untuk mendengar hasil perundingan mereka berempat.


"Bagaimana anak-anak sekalian? Apakah kesalahpahamannya sudah tuntas?"


"Sudah pak"


Seisi ruangan nampak terkejut mendengar jawaban Noel.


"Wah, baguslah nak. Kalau begitu karena masalah ini sudah tuntas, kecuali nak Noel,semua bisa kembali ke kelas kalian"


"Oke pak," ujar Kevin dengan nada bersenandung.


"Kalau masih butuh bukti lain cari sy di kantin belakang sekolah ya pak..." sambung Kevin


"Terima kasih banyak atas kerja sama nya nak Kevin" kata pak kepala sekolah tanpa memedulikan Kevin yg berbicara terang-terangan akan bolos ke kantin.


Kelly, Kevin, dan John pun keluar.

__ADS_1


"Kevin pelakunya, pak. Bapak sudah tau kan?"


Lagi-lagi pak kepala sekolah menunjukkan senyum paksanya.


"Begini nak, kamu sekolah disini juga sebenarnya hasil sponsor dari orang tua Kevin. Anggap saja kamu sedang berterima kasih kepada mereka atas biaya pendidikanmu selama ini."


"Bapak mengerti, ini mungkin berat bagi nak Noel. Sulit juga bagi bapak untuk menghukum kamu yang tidak bersalah tapi, bapak terpaksa melakukan ini untuk menjaga citra sekolah. Kamu mengertikan nak? Bapak percaya nak Noel juga pasti bisa melewati ini." lanjut Pak Kepsek


'Mengerti katanya? Aku muak sekali melihat senyum palsu pak kepala sekolah' pikir Noel


"Terus, bagaimana dengan keterangan di raport ku nanti? Diskors selama seminggu karena bertingkah cabul dengan merekam toilet siswi?"


"Noel, coba bayangkan kalau kamu diposisi Kevin, bila masalah ini tersebar, Kevin pasti tidak akan tepilih untuk menjadi pewaris keluarga mereka. Kalau seandainya masalah ini ditangguhkan ke John, orang tuanya pasti akan marah besar ke sekolah karena telah mencoreng nama baik anaknya dan merasa sia-sia membayar uang sekolah"


Lanjut kepala sekolah!


"Tapi kamu, hidup dipanti asuhan karena orang tuamu tidak sanggup, mereka juga tinggal didesa, tidak mungkin mereka akan marah ke kamu, lagipula sejak awal tidak ada yang berharap besar padamu kan? Oleh karena itu bapak berharap kamu benar-benar mengerti situasimu saat ini,Noel"


"Tidak ada yang mengharapkanku, hahaha" ujar Noel.


Pahit rasanya setelah menyadari semua yang dikatakan pak kepala sekolah memang benar. Bahwa siswa yang tidak memberikan dampak bila menangguhkan masalah ini adalah Noel.

__ADS_1


Tapi apakah ini memang perbuatan yang benar?


Tiba-tiba Noel bertanya hal yang tidak dipikirkan sama sekali oleh pak kepala sekolah.


"Kalau saya memilih untuk keluar sekolah, apakah keterangan cabul di raport saya akan hilang?"


Pak kepala sekolah terkejut mendengar perkataan Noel.


"Memang benar, kalau kamu yang memilih untuk pindah sekolah maka keterangan diraport mu bisa dicabut."


"Tapi pertengahan semester begini tidak mungkin ada sekolah yang mau menerimamu, juga memangnya kamu dapat uang dari mana untuk pindah sekolah? Saya harap kamu bisa berpikiran dewasa dalam hal ini. Diskors seminggu bukan lah hal yang buruk, kamu tidak berencana untuk bekerja di perusahaan besar juga kan?"


Mendengar omongan pak kepala sekolah membuat Noel akhirnya tersadar, bahwa sekolah ini sudah BUSUK dari akarnya.


Menampung anak panti asuhan untuk mendapatkan nama baik, menghukum orang yang tak bersalah demi melindungi citra dan martabat sekolah. Apakah sekolah sudah sepantasnya begini? 


jan lupa vote+coment


UNTUK YANG BACA💓🥺


...~MOHON DUKUNGANNYA~...

__ADS_1


__ADS_2