• THE ELITE •

• THE ELITE •
6. APA KESALAHANKU?


__ADS_3

Dengan dalih bahwa setengah dari uang sekolahnya digunakan untuk membiayai pendidikan anak panti asuhan. Hanya anak-anak dari keluarga elit nan kaya raya yang bisa memasukkan anaknya ke SMA Beverly.


"Saya hari ini sudah tidak ada hubungannya lagi sama sekolah busuk itu" ujar Noel dengan keras!


'Waduh, keceplosan deh. Tanpa sadar aku dengan spontan keceplosan mengeluarkan isi pikiranku' batin Noel sambil mengangkat brosur satu per satu brosur yang berantakan itu


Noel hanya terdiam dan tak berani menatap kakek itu, karena takut dirinya akan keceplosan lebih banyak lagi.


Kelihatannya kakek pun tidak merespon apa-apa. Suasana canggung yang cukup lama membuat Noel berusaha untuk mengambil brosurnya dengan cepat lalu pulang.


Kakek itu pun mengangkat selembar brosur dari jalanan dan menyodorkannya ke Noel yang sedang membungkuk mengambil beberapa brosur lagi.


Dengan wajah ramah, sang kakek berkata ke Noel "Kalau begitu kamu harus mengambil brosur ini"


Noel mengangkat kepalanya dan melihat kearah kakek, terik yang menyilaukan tak bisa menutupi senyum hangat kakek itu.


"Bukannya kakek tadi encok ya, haha? Kok bisa membungkuk?" jawab Noel dengan tatapan curiga


"Oo-ohh... Kalau membungkuk untuk mengambil selembar brosur tentunya kakek masih kuat hahaha" merasa diciduk kakek hanya bisa menjawab dengan canggung


"Ini kek, sudah saya kumpulkan semua brosurnya"

__ADS_1


Semakin curiga kepada kakek, Noel memberikan brosur-brosur itu dan bergegas untuk pulang.


...•| DiPanti Asuhan Beverly |•...


"Bunnndaa...,, Aku pulang"


"Baik pak, akan saya bicarakan dengan Noel. Iya pak, saya mohon maaf sebesar-besarnya" Terdengar suara bunda yang menyebutkan namaku ditengah pembicaraan telfonnya itu.


"Kamu tahukan tadi bunda sudah berbicara dengan kepala sekolah? Coba kamu ceritakan sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya bunda Maya dengan nada cemas.


Bunda Maya, Kepala panti asuhan yg telah merawatku dan adik-adikku di panti selama ini dengan sepenuh hati.


Gimana nih? Kalo cerita masalah pindah sekolah juga ntar bunda malah makin ribet.


"Begini bun, aku mau berhenti sekolah aja dan mulai kerja. Kan lumayan, bisa ngurangin beban, si bontot jg udah mau masuk sd kan?" Ucapku untuk mengalihkan pembicaraan


"Kamu merekam privasi salah seorang siswi diam-diam, itu kata kepala sekolah. Itu tidak benarkan? Bunda tau pasti sifatmu seperti apa. Dan rasanya ngga mungkin kamu melakukan itu, nak" Ucap Bunda sambil mengernyitkan alisnya.


whattt,, waduh... Kalo seperti ini tidak ada lagi yang bisa kusembunyikan dari bunda.


"Walaupun..." ucapku sambil menahan amarah setelah mengingat kejadian di sekolah tadi.

__ADS_1


"Walaupun?" tanya bunda


"Walaupun pelakunya bukan aku, jari mereka sudah menunjukku sebagai kambing hitam, bun. Tidak ada jalan keluar lagi" ucapku sambil tersenyum pahit penuh kekecewaan.


"mereka? mereka siapa? Kan kamu bisa minta tolong ke John" tanya bunda penuh kebingungan.


"beberapa siswa, mereka melapor ke kepsek bahwa aku lah pelakunya. Selebihnya, mereka hanya diam dan tidak peduli. John? Ia salah satu pelopor konspirasi ini."


Sama sepertiku yang masih sulit menerima kenyataan, bunda sampai terdiam beberapa saat untuk mencerna info ini.


"kenapa mereka tega melakukan ini kepada mu, nak? Kamu sudah bicara 4 mata sama John mengenai masalah ini? Bunda percaya John adalah anak yang baik. Ayo, bunda akan mengantarmu ke rumah John, kita coba bicarakan baik - baik"


Kenapa mereka tega melakukan ini? Aku juga sempat bertanya-tanya kepada diriku sendiri. Apakah aku pernah melakukan kesalahan kepada Kevin ataupun anak lain tanpa kusadari?


HE.. HE.. Halu ku😭🙏


Untuk Pembaca yang setia, thanks you🥺


jan lupa vote+coment ><


•AUTHOR INTAN•

__ADS_1


__ADS_2