• THE ELITE •

• THE ELITE •
5.KAKEK -KAKEK BAWA BROSUR SENONOH?


__ADS_3

"Kalau begitu, saya memilih untuk pindah sekolah. Anak SMA dari panti asuhan seperti saya tidak perlu wali untuk pindah sekolah kan?"


NoeL langsung keluar dari ruangan kepala sekolah dengan perasaaan yang bercampur aduk. Kecewa dan marah karena tak berdaya.


Setibanya Ia keluar dari ruang kepsek, John muncul dihadapan Noel.


"Noel ak..aku, mau meluruskan kesalahpaham-des"


Merasa dikhianati, Noel hanya bisa menatap tajam John bagai melihat serigala tanpa berkutik pun.


"Minggir, aku ga punya teman seperti kamu"


-Buuuggghhhhhhhhhh-


Noel menabrak bahu Johnny.


Tabrakan itu membuat John tersadar bahwa tidak ada lagi yang bisa dikatakannya.


Dan dengan begitulah pertemanan yang telah terjalin 10 tahun itu berakhir dengan singkat.


 _-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_


Untuk menuju gerbang sekolah, Noel harus melewati berbagai ruang kelas dengan jendela transparan.


Para murid melihat bayangan Noel yang berjalan disepanjang koridor, membuat Kevin yang melihat Noel dari kantin belakang sekolah merasa semakin puas mengingat bagaimana reaksi Noel di ruang kepala sekolah setelah telah difitnah oleh sebagian besar murid.

__ADS_1


"Harusnya dia cukup bersyukur karena diskorsnya hanya 1 minggu."


Begitulah yang dipikirkan Kevin, tanpa mengetahui keputusan apa yang telah dipilih oleh Noel.


Ditengah perjalanannya menuju rumahnya (Panti Asuhan Beverly), Ia mulai cemas dan berpikir.


'Apakah tadi aku terlalu terbawa emosi? Pindah sekolah kemana? Uang juga ga punya, apa pake uang saku yg selama ini dikasih orang tuaku saja? Tapi tetap ga bakalan cukup sih,, atau... ga usah lanjut sekolah aja? Langsung kerja juga gak ada salahnyakan.' dipikirnya.


Cemas, takut, dan ragu, Ia mulai berpikir keras, namun pikirannya terhenti setelah melihat brosur yang berada di aspal.


Tak hanya satu atau dua lembar, tiba-tiba brosur tersebut makin banyak hingga menutupi teriknya matahari karena beterbangan terbawa hembusan angin sejuk yang mencuri perhatian Noel untuk sejenak.


Karena penasaran, Ia pun mengambil selembar dari lorong jalanan yang sepi itu.


"Hah? Mencari anak SMA yang bertampang dan bertubuh oke? Akan dibayar kalau memuaskan kriteria tim penilai? Jangan-jangan ini prostotusi ilegal yang menjebak dibawah umur?" baca Noel.


'Whatttt, mengerikan sekali, jaman sekarang masih ada yang beginian ya. Sudah difitnah cabul di sekolah, sekarang malah dapat brosur kayak gini, apa jalan hidupku memang sudah ditakdirkan seperti ini?' batin Noel.


Pada saat itu, Noel tak tahu bahwa brosur senonoh itulah yang membawanya pada masa depan yang tak terbayangkan sebelumnya.


...~Berselang kemudian~...


"Permisi nak," seorang kakek sekitar 70 tahun memanggil Noel dengan ramah.


"Bisa bantu kakek mengangkat brosur-brosur ini? Hembusan angin tadi membuat saya lengah jadinya terbang semua deh, maaf ya nak sudah merepotkan, haha." ucap seorang kakek dengan senyum hangat yang menunjukkan keriput-keriput kecil disekitar matanya.

__ADS_1


'Hah??? Brosur senonoh seperti ini diedarkan oleh seorang kakek?


Ohh, mungkin kakek ini hanya dibayar untuk mengedarkan brosur, atau jangan - jangan malah kakek ini sendiri yang membuat brosur - brosur ini ? Perasaanku gak enak nih ngeri, mending kabur saja lah' pikir Noel.


"ET-ttoo... kek Itu, saya harus bergegas untuk pu-"


"Aduh... Tulang belakangku... Rasanya lebih sakit dari kemarin. Aduhh... pinggangku mulai encok lagi." ujar kakek itu.


'Kalo kayak gini sih, mana bisa ditolak. Hah... padahal aku sendiri lagi kesusahan.' batin Noel yang tak tega melihat lansia itu memungut brosur satu persatu.


"Biar saya bantu, kek."


"Aduh... Terimakasih banyak ya nak Noel"


Noel seketika tersentak dan bergerak mundur dengan spontan setelah mendengar kakek yang baru ditemuinya itu menyebutkan namanya.


"Kok kakek bisa tau nama saya?" tegas Noel


"Namamu bukan Noel ya?"


"Tulisan di seragam sekolahmu jelas Noel kok. Begini-begini mata kakek masih jeli loh hehe." kata kakek itu sambil melontarkan senyum.


"Kamu kenapa tidak masuk sekolah? Telat ya nak? Sayang loh, padahal sekolah kamu kan biayanya mahal"


Siapa yang tidak tahu SMA Beverly, sekolah swasta bergengsi yang sangat menjanjikan masa depan nan cerah, namun biaya sekolahnya malah terlihat suram bahkan bagi orang tua yang memiliki pekerjaan sekalipun.

__ADS_1


...~MOHON DUKUNGANNYA MINNASAN~...


__ADS_2