![[Alexsa] Dendam Bukan Jalanku](https://asset.asean.biz.id/-alexsa--dendam-bukan-jalanku.webp)
Dewasa....
ya Dewasa lah yang membuat seseorang tak memandang umur untuk ber pikir seperti orang Dewasa.ya bisa di lihat aku bukan anak kecil yang seperti pada umumnya,yang bermain di taman hiburan atau bermain dengan sesama anak kecil,keadaan lah yang mengharuskan ku ber pikir seperti orang Dewasa,bahakan orang Dewasa saja tidak ingin cepat cepat menjadi lebih Dewasa.
...~pov.U.A.E~...
"selamat tinggal kakak viona,aleca pergi,aleca titip hutan ini ya,aleca janji akan kembali suatu saat nanti untuk membebaskan kakak dan yang lainya "kata pesan terakhir alexsa sebelum pergi meningalkan hutan terkutuk.
"aleca sudah di kota,apa yang harus aleca lakukan ya"gumanya sambil duduk di kursi tama yang tidak jauh dari tokoh hp.
"sayang apa yang harus kakak lakukan" dengan berpikir sejenak alexsa celingak celinguk kiri kanan
"aaa aleca tau aleca harus membeli benda itu,tapi bagaimana"gumanya frustasi.
"nak apa yang kau lakukan disini,kemana orang tua mu"tanya wanita paruh baya yang kelihatan ya pekerja kebersihan di taman itu.
"mama aleca sudah bahagia disana nek,tapi ayah aleca jahat sama aleca dan adik kecil"ucapnya lirih di saat kata kata terakhirnya.
dengar atau,tidak dengar,wanita paruh baya itu terlihat mengiba dan memberikan alexsa kecil sebuah botol air mineral,yang hanya ada satu,tapi dengan lembut alexsa menolaknya,bukanya tidak haus,tapi karna melihat nenek itu lebih membutukanya alexsa pun lebih memilih mengalah.
dengan sedikit keberanian alexsa menitipkan sang adik dengan wanita paruh baya itu untuk ke tokoh hp di seberang taman itu,wanita paruh baya itu ingin menawarkan bantua tapi aleksa tidak mau dia hanya ingin wanita paruh baya itu menjaga adik nya sebentar.
"permisi kak saya ingin membeli hp paling terbagus dari tokoh ini" kata alexsa dengan mengikuti gaya bicar seseorang pria dewasa di sampingnya.
"hey adik kecil maaf ya ini bukan tokoh mainan ini tokoh hp dan hp di sini sangat mahal mana mungkin adik bisa membelinya"kata salah satu karyawan wanita di sana,yang memperhatikan alexsa kecil dari bawah hinga atas,yang membuat siapa saja pasti akan ragu karna penampilan alexsa yang bukan seperti anak orang kaya,tapi seperti anak gembel.
"saya tahu ini bukan tokoh mainan, lagi pula saya ingin membeli hp bukan ingin membeli mainan dan pasti akan saya bayar"ucap gadis itu tak kalah ketusnya,dan jangan lupa dengan wajah datarnya.
alexsa yang merasa di perhatikan pun membalas menatap tepat di kedua bola mata seseorang yang menatapnya sinis itu dan dengan acuh alexsa membuang muka ke arah lain.
terkeju,begitulah dengan wajah pria itu sekarang,bagaimana tidak dia ya di kenal arogan,dingin dan cuek sekarang malah dirinya lah yang di perlakukan seperti itu oleh seorang bocah perempuan yang sama sekali tidak di kenalnya.
"ini silahkan di lihat dik"ucap karyawan wanita tadi dengan ragu.
dengan wajah datarnya alexsa lebih memilih hp yang harga lebih fantastik,dengan santainya alexsa mengeluarkan kartu tanpa batas atau yang juga di sebut black card.
wow...semua mata karyawan disana seperti ingin keluar dari tempatnya,bagaimana tidak seorang gadis kecil yang tidak sama sekali terlihat seperti anak orang kaya memiliki kartu langka itu.
tidak semua orang itu berfikiran baik bahkan mereka saja bisa memanfaatkan keadan untuk menjadi licik.
tanpa mereka tahu bahwa gadis kecil yang di hadapan mereka sekarang bukan lah anak kecil pada umumnya.
__ADS_1
alexsa tersenyum sinis kepada salah satu kariawan wanita di sana yang sudah memang memiliki rencana tidak baik kepada alexsa kecil dan berkata.
"sesuatu yang bukan milik mu,atau bagaimana pun caranya kau ingin memilikinya,kau tak akan bisa,karna kau memang tidak PANTAS memilikinya."ucap alexsa datar dengan menekan kata tidak pantas di hadapan karyawan wanita itu.
dan dengan santainya alexsa menunjukan kartu tanpa batasnya ke karyawan wanita itu yang sempat mengocek kartu tanpa batas alexsa,mungkin teman teman wanita itu tidak tahu dengan kelakuannya tapi tidak dengan alexsa walaupun dia masih kecil dan pertama kalinya mengunakan kartu tanpa batasnya,alexsa sangat paham karna dia pernah berbelanja bersama mamanya walaupun tidak menggunakan kartu black card itu.
dengan kekuatan peringan alexsa dengan mudah mengambil black card nya di saku celan wanita itu,karna setelah membayar dengan kartu tanpa batas, wanita itu tidak mengembalikanya tapi malah mengocekinya.
syok begitulah dengan wajah wanita itu.teman temanya hanya bisa geleng geleng kepala melihat kelakuan salah satu teman pekerjanya,yang memang sering di marah oleh pemilik tokoh tempat mereka kerja,karna kelalaiannya dan kecerobohanya,mereka yakin kali ini pasti bukan di marah saja tapi + di pecat.
apa kalian mencari pria tadi,jangan di tanya karna pria itu sudah kabur karna ulah alexsa dan dia sangat tidak terima.
"nek apa aleca sangat lama"tanya alexsa."tidak nak"jawab wanita paruh baya itu dengan ramah."terimaksih ya nek karna sudah mau menjaga adik aleca".
"kalau begitu nenek lanjut bekerja dulu ya nak,jaga adik mu baik baik"pesan nenek."baik nek kalau begitu aleca juga ingin pamit,"
"dan sekarang apa yang harus aleca lakukan dengan benda ini"pikirnya ke bingungan.
dengan memiliki kecerdasan yang di milikinya alexsa menelpon sebuah yayasan penjual rumah elit.walaupun dia bingung harus berkata apa.
tut. ..telpon tersambung
"saya sudah memilih,dan pilihan saya jatu pada rumah terakhir,30 menit di lestoran xxx "alexsa the de point,dengan jelas dan padat.
"tapi ..."ucap seseorang di sebrang telpon terputus.
"saya tahu dan saya sangat sanggup,30 menit berkurang"kata alexsa dengan menutup telpon secara sepikhak.
di sebrang telpon.
"dasar orang kaya suka sekali menutup telpon secara sepikhak,sial apa katanya 30 menit berkurang.."
"tidak aku tidak boleh terlambat ini kesempatan emas kalau rumah termahal itu terjual"celetuknya bahagia
karna merasa temanya heboh sendiri teman sekantornya pun jadi panasaran.
"hey ada apa"tanyanya kepo..dan jangan lupa temanya yang lain pun ikut menguping
"kyaaa... aku ada kabar gembira,bahawa rumah terakhir akan di beli,bos aku harus bertemu bos segera waktu ku sudah menipis"celetuknya dengan berlari kocar kacir di dalam kantor menuju ruangan si bos.
krik krik..krik...
__ADS_1
tiba tiba
kantor itu berubah menjadi tempat karaoke
kyaaaaaa...
horeeee.....
yihaaaaaaaa......
"rumah terakhir selamat tinggal tidak sia sia perjuangan kami selama ini"celetuk salah satu karyawan disana dengan haru
skip di dalam ruangan si bos.
"bos... bos..cepat waktu kita sudah berkurang"celetuknya tidak jelas,bagaimana tidak datang datang langsung berkata seperti itu."apa maksud mu "tanya si bos kebingungan.
"maaf bos saya terlalu senang bahwa rumah terakhir akan di beli dan klien kita sudah menunggu di lestoran xxx dari 30 merkurang"ucapnya panjang kali lebar dan membuat si bos mangap di buatnya.
"bos...."tegurnya karna si bos melamu dengan mulut mangap
"apa yang kau lihat cepat klien kita sudah menunggu "ucapnya gelampangan.
skip lestoran.
"tunggu tunggu apa ku sedang mempermainkan bos mu ha masa klien kita seorang bocah perempuan" hardik sang bos karna merasa di tipu asistennya sendiri....
BERSAMBUNG..........
...TERIMAKASIH...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ATAS DUKUNGANYA...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
SALAM CINTA BUAT KALIAN SEMUA
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
maaf karna author sering terlambat up,karna author manusia biasa yang suka berubah ubah mood nya.
__ADS_1