![[Alexsa] Dendam Bukan Jalanku](https://asset.asean.biz.id/-alexsa--dendam-bukan-jalanku.webp)
spada author kembali lagi setelah menghilang beberapa bulan โ
"nona kecil,apa nona kecil ini sudah yakin dengan pilihan anda ini"tanyanya sekali lagi untuk menyakinkan gadis kecil,yang sekarang sebagai klien pentinya.ya pemilik yayasan itu memang sudah mengetahui alasan kenapa gadis itu ingin membeli rumah terakhir,yang akan gadis kecil itu berikan kepada mamanya sebagai kejutan kepulangannya dari paris,ya sebenarnya itu sebagai alasanya saja.
karna pertanyaanya tidak di respon alexsa,itu membuat si pemilik yayasan menjadi canggung.berkas2 kepemilikan dan bukti kepemilikan sudah di atas namai alexsa bahkan pembayaranya pun sudah di lakukan alexaa tanpa tunda tunda.
"apa rumah itu sudah boleh di tingalakan sekarang"ucap alexsa dengan angun nan sedikit arogan,walaupun dia anak kecil yang bisa di bilang seumurjagung,tapi bisa dilihat dari tatapan matanya itu seperti seorang pemimpin yang tak terbantahkan oleh siapa pun.
"y..ya..boleh nona tenagang saja rumah itu selalu di bersihkan dan sangat terawat"
"baik lah,antar kan saja berkas2nya nanti sore,dan pembayaranya sudah ku transfer kerekening perusahan kalian"ucap alexsa yang ingin bangkit dari duduknya namun,karna postur tubuhnya yang masih kecil,membuat dia kesusahan untuk menjangkau lantai,ingin mengunakan kekuatanya tapi tidak bisa karna di depanya sekarang sedang ada orang asing.siapa saja pasti akan sangat gemas melihatnya.
"hey apa yang kalian lihat,cepat bantu aku "celetuknya alexsa yang membuyarkan bos dan asisten yang tengan menatapnya gemas itu.
"ah.iya iya maaf maaf nona.sekali lagi senang bisa bekerja sama dengan nona"ucapnya sambil membantu alexsa untuk turun.
"aghhh...sial kenapa kaki ini sangat pendek membuat ku malu saja" runtuknya di dalam hati.
singkat ceritanya kenapa adiknya tak terlihat ternyata sang adik di titipkanya di sebuah pohon besar dan di gantungnya di dahan yang paling kuat tidak lupa dia menitipkanya kepada hewan kesayangan sang petapanya,pohon itu tepat di belakang restoran tempat dia membuat janji.
skip di dalam rumah nan megah dengan pagar yang menjulang tinggi,tepatnya di balkon kamar ada seseorang yang sedang melamun tepatnya seorang diri,dan entah apa yang sedang di lamungkan seseorang itu,tiba2 dia tersentak kaget dari lamunanya karna mendengar suara tangisan seorang bayi,dengan terbaru2 ia berlari keluar dan.
"maaf sayang.kakak tadi cuma mau tengok ke atas tapi kakak melamun."ujarnya kepada sang adik yang menagis sambil menendang2 udara dan dengan tangan menjulur julur minta di gendong
"maaf kakak lamaya,sini mau di gendong kakak ya ternyata"ujarnya kepada sang adik,dan seseorang itu yang tidak lain alexsa yang sudah 2 jam berada di rumah barunya bersama sang adik.
"tttn..nnnn..nnn"celoteh sang adik di gendongan alexsa."tunggu sebentar ya mungkin pesanannya kakak sebentar lagi sampai"ujarnya kepada sang adik dan yang di tunggu2 pun sudah datang
ting tog..ting tog..
bel rumah berbunyi
"tunggu kakak sebentar ya"ujarnya dan meletakan sang adik di atas karpet berbulu itu.beberapa menit kemudian alexsa kembali dengan satu kotak besar di bawanya,ternyata bukan hanya satu ternyata ada dua paket kotak besar.
__ADS_1
dengan semangat alexsa membuka satu persatu,ternyata isinya perlenkapan aleta dan yang satunya alexsa yang sudah dia pesan sebelum menempati rumah barunya.
skip tepat jam makan malam.terlihat alexsa yang ingin menuju dapur membelalakan matanya melihat meja makan yang sudah tersaji makanan.dengan tubuh mungilnya alexsa terburu2 menuju kamar belakan tepatnya kamar pembantu.
"bibi,kan sudah alexsa bilang jangan memaksakan diri untuk memasak makan malam,biarkan alexsa memesannya dari luar"celetuknya dengan bekacapingang.
"maaf kan bibi nak,bibi merasa bosan jadi bibi memasak saja buat nak alexsa untuk makan malam,lagi pula bibi sudah merasa baikan,nak alexsa tak perlu mengkhawatirkan bibi"ujar wanita paruh baya itu.
singkat ceritanya ternyata benar adanya penghuni yang selalu mengurus rumah besar yang baru alexsa tinggal,dia adalah sepasang suami istri.
dimana waktu alexsa datang ternyata sepasang suami istri itu tengah pergi. yaitu untuk menemani sang istri kerumah sakit,tapi setelah pulang dari rumah sakit dia mendapat kabar dari yayasan bahwa rumah yang dia jaga dan dirawat dengan sang istri sudah terjual.sudah setengah jam sepasang suami istri itu berdiri memandang rumah bak istana itu dari balik pagar,ingin masuk tapi takut tak di ijinkan pemilik rumah.jadi apa boleh buat mereka menungu sang tuan rumah sampai keluar,benar saja tiba tiba pagar besar itu terbuka dan ternyata seorang gadis kecil yang sepasang suami istri itu lihat,yang tidak lain alexsa.tanpa basa basi alexsa pun bertanya,sepasang suami istri itu sempat terkejut dan tak percaya tapi beberapa detik kemudian mereka memohon kepada alexsa agar di perbolehkan bekerja untuk alexsa dan mengurus rumah karna tak mempunyai tujuan dan istrinya sedang sakit sakitan,dan.dengan senang hati alexsa menerima mereka,karna dia tidak perlu repot repot untuk mencari orang yang mau bekerja untuknya dan lagi pula sepasan paruh baya itu orang baik,ya itu di mata alexsa.
"baik lah kali ini alexsa maafkan,ayok bi kita makan bersama panggil paman untuk bergabung"printah alexsa.
"tapi nak.."ujar bibi terputus."alexsa gak terima bantahan"ujarnya mutlak
beberapa hari kemudian.
"bibi jangan terlalu cape bekerjanya alexsa janji hari ini bakal cari penganti bibi dan tugas bibi cuma buat jaga dan rawat kesayangan alexsa di waktu alexsa gak ada di rumah"lanjutnya.
terimakasih ya allah karna mempertemukan hamba dengan anak yang sangat baik hati seperti nak alexsa walau berbeda agama tapi nak alexsa berbeda,dia sangat sopan dan tak membedakan2,permudah kanlah jalanya ya allah "terimakasih nak "ucapnya haru."satu lagi bik kalau bibik aa so..lat a..iya solat,bibik di kamar aleta saja ya,kalau begitu alexsa pergi dulu mau pamit sama aleta daa bik.. "celetuknya.
"sayang kakak pergi duluya jangan nakal sama bibik mungkin kakak pulangnya malam kakak gak janji"ujarnya dan berlalu pergi melompat dari balkon yang tingkat tiga menuju pohon besar di dekat tembok pagar rumahnya.
happ..
tubuhnya mendarat sempurna di dahan pohon itu,membuat sesuatu di pohon itu terkejut karna keberadaan ya yang tiba2."cepat naik ke bahu ku,alexsa akan pergi sekarang"ujarnya dengan ancang ancang seribu kecepatan dan peringan tubuh.
dan wuss......
"kita sudah sampai tapi alexsa takut untuk masuk"ujarnya sendu dengan melihat bangunan megah yang tidak lain kediaman wilson.
"ais..bodohnya aku kenapa harus takut apa gunanya aku mempunyai kelebihan "runtuknya pada diri sendiri
__ADS_1
"aku akan mencobanya sekarang"ujarnya semangat,dan detik itu juga dia tiba2 menghilang ralat bukan menghilang tapi membuat seluruh tubuhnya transparan.alexsa pun menjalankan rencananya,dan beberpa jam kemudian alexsa keluar dengan wajah bahagia bercampur kecewa,alexsa dengan cepat menjauh kediaman wilson.
"dia sudah pergi aku tak menemukan jejak nya,"ujarnya dengan wajah sedih dan tiba2 tubuhnya mengeluarkan hawa dingin yang mencekam
"aghhh..."erangan alexsa menahan sesuatu di tubuhnya,dengan kedua telapak tanganya menutup kedua matanya.sesekali raud wajahnya berubah2"huf..huf..huf untung aku sudah sedikit bisa mengendalikannya"ujarnya dengan napas yang masih memburuh.
"mata mu mulai berubah apa kau tak apa apa"kata seseorang yang sedaritadi menempel di bahunya.tapi karna insiden barusan terjadi mahluk itu sudah menghindar dan karna sudah aman dia kembali lagi kepundak alexsa.
"ya aku tak apa apa,aku sedikit sudah bisa mengendalikannya,jangan menatapku kau akan terluka "ungkapnya pada mahluk titipan sang petapa yang tak lain ulat gendon yang berwarna hijau.
karna sudah waktunya alexsa sudah siap siaga dengan kaca mata berteknologi tinggi yang bisa mengelabui warna matanya yang kalau dipakai warna matanya akan terlihat normal normal saja,kaca mata merteknologi tinggi dan hanya ada dua di dunia dan harganya membuat kocek bolong,namun tidak untuk alexsa.benda itu sempat alexsa pesan khusus dari suatu negara yang kemarin baru sampainya.
setiap bergantinya bulan kedua bolamatanya selalu berganti warna.yang di takutkan alexsa adalah kalau kedua matanya berubah warna menjadi yaitu merah dan biru,dan sekarang sudah terjadi yang satunya biru dan satunya merah.
skip di perjalanan pulang alexsa mampir di perkotaan untuk mencari sesuatu tapi entah apakah itu alexsa sendiri saja lupa akan tujuanya karna mengingat suatu hal,dia pun duduk di kursi sebuah taman danau di tengah kota.
"fa,alexsa pernah berfikir,kenapa hidup alexsa seperti ini,kenapa mereka sangat jahat kepada alexsa dan aleta. apa salah alexsa,bahkan tuhan saja dengan teganya mengambil mama dari alexsa dan aleta,apa salah kalau alexsa ingin balas dendam hiks..hiks"ujarnya sendu dengan meratapi nasibnya yang akan dewasa bukan pada waktunya,keadaan lah yang membuatnya cepat cepat menjadi orang dewasa.
"aku saja tidak tahu.mungkin ini lah jalan hidupmu menuju kebahagianmu kelak.dan apa kau tak ingat alexsa petapa tua itu pernah berkata kepadamu.jangan hanya karna suatu kejadian yang terjadi di keluargamu kau pendam menjadi sebuah dendam yang akan menambah beban batinmu saja,coba kau pikir setelah membalas dendam dengan cara yang sama atau apa lah,apa itu akan membuat mu bahagia dan merasa puas,apa lagi dia ayah kandungmu sendiri,pikir kan baik baik cukup kau beri mereka pelajaran setimpal.biarkan alam dan negara yang menghukum perbuatan mereka"nasehatnya dengan bijak.alfa itu lah nama si ulat hijau penjaga alexsa atas printah petapa.
"kau benar fa mungkin ini sudah takdirku untuk menjalankan cobaan demi cobaan yang mungkin sebentar lagi akan datang dan aku tahu takdir sedang mempermainkan ku sekarang"ujarnya mecoba tetap tegar.
"tunggu tunggu apa aku salah dengar ya barusan ada yang berkata bijak,mana mungkinkan si gendon yang cerewet itu berkata bijak"canda alexsa "kau...kau.dasar kau manusia yang paling menyebalkan" hardiknya alexsa pun terkekeh mengingat keusilanya kepada alfa si ulat gendonya.
"cepat naik kepundak ku,kita pulang ini sudah hampir malam aku lapar sekali karna seharian belum makan"celetuknya. tapi tak di hiraukan si alfa karna masih sebel kepada alexsa dia pun berjalan sendiri tanpa menghiraukan alexsa yang kesal melihatnya.
"iss..kau ini ayo naik.entar kenak kecak baru tau rasa"celetuknya yang langsung medapatkan tatapan maut dari alfa.
"hehehe ๐ โ"cengar cengir alexsa.
"kuy...kita pulangg...wusss..."tanpa basa basi alexsa menculik alfa ralat membawa pulang alfa tanpa se ijin san empunya tubuh.
BERSAMBUNG. ....................
__ADS_1