
felysia menceritakan rencana nya
" yang bener aja gw yang mancing. " kata aiden " ye gpp. " kata felysia " lo gak cemburu." kata aiden menggoda " gk. " jawab felysia setelah itu mereka pulang kecuali mama dan papa.
di rumah felysia
" rendra giliran lo. " kata felysia sambil duduk di sofa rendra menelpon keluarga permata kecuali dia bilang tidak mengajak eliza,
setelah menelepon mereka bersiap keluar dan pergi ke suatu tempat.
di tujuan
" rendra kau ingin membicarakan apa. " kata tuan permata " bukan aku yang bicara tapi..." kata rendra dan bergeser ke samping dan memperlihatkan felysia " nona fely ada ap. " tanya tuan permata.
felysia membuang nafasnya lalu menunjukkan video rosa waktu itu
" ja...jadi eliza pelakunya. " kata mama eliza tak percaya felysia hanya menatap datar,
" terserah kalian ingin membela nya atau tidak tapi kelakuannya...tidak saya maafkan. " kata felysia hendak pergi.
__ADS_1
" tunggu nona fely." teriak tuan permata felysia berbalik dan menatap tuan permata
" kau boleh memberinya hukuman dan sebenarnya eliza....punya saudara kembar. " kata tuan permata sambil menunduk fely malah bingung bukankah keluarga permata mempunya anak perempuan 1.
" dan eliza tidak tahu akan hal itu karena kami memisahkannya tapi saudara kembarnya mengetahui jika ia mempunyai saudara. " kata tuan permata sedangkan sang istri menangis kecewa dengan perbuatan eliza.
" mengapa anda memisahkannya. " kata felysia tuan permata menatap felysia
" ada hal masalah di keluarga kami sehingga terpaksa aku pisahkan mereka tapi....
saya tidak menyangka bahwa sifat mereka bertolak belakang. " jelas tuan permata felysia dan rendra cuman nyimak.
" nama suadara kembarnya siapa. " tanya felysa " alice permata. " jawab tuan permata
" aku tahu dia, dia teman ku saar aku di LA. " kata felysia tersenyum " apa kalian pernah bertemu. " tanya felysia lagi " aku pernah mempertemukan mereka kupikir eliza pasti berubah sifat tapi tidak dia membenci saudaranya. " kata tuan permata.
" ren bawa orang ya kesini." perintah felysia rendra pun membawa seseorang masuk
" mama papa." kata orang itu tuan dan istri permata melihat ke sumber suara dan ornag itu langsung memeluk mereka.
__ADS_1
" alice." kata mama membalas pelukan
" eliza gimana pa ma kabarnya " kata alice memang eliza dan alice saudara kembar tapi
sifat mereka bertolak belakang yang satu pengertian dan patuh tapi yang satu lagi selalu kemauannya diturutin kurang pengertian.
" huh.." tuan permata menghela nafas alice mengerti " biar aku yang bicara " kata alice
" sebelum bicara gw beri kebenaran " kata seorang pria semua menatap dengan heran.
" huft..." pria itu menghela nafas lalu dia mnceritakan perbuatan eliza beberapa minggu lalu " apa kamu " emosi tuan eliza
" maaf saya sebenarnya...bawahan nona felysia " kata pria itu menunduk, felysia menjelaskan agar tidak ada keselapaham sebenarnya itu dibawah pengawasannya.
tuan permata mengerti lalu mengeleng dan menunduk menatap tanah kecewa, sedih , perasaan gagal mendidik putrinya sedih sungguh pengecewaan yang berat.
" terus bukan kah masalah itu.." tuan permata bertanya " yah saya tidak menembak saya sudah lapor nona felysia jadi ini semua cuman settingan tuan dan masalah video yang direkam itu memang benar itu pembicaraan kami " jelas pria itu tuan permata mengerti lalu pamit pulang dan alice ikut orang tuanya.
diperjalanan
__ADS_1
" bagaimana kamu bisa mengenal nona felysia " tanya mama pada alice yang memandang luar keindahan malam
" dia satu kuliah dengan ku aku selalu sendiri tapi sejak ada felysia aku gak terlalu merasakan kesepian " jelas alice dengan terakihir senyuman manisnya.