~IMUT~ *Tapi* ~TOMBOY~

~IMUT~ *Tapi* ~TOMBOY~
MARI KITA MULAI


__ADS_3

felysia menceritakan rencana nya


" yang bener aja gw yang mancing. " kata aiden " ye gpp. " kata felysia " lo gak cemburu." kata aiden menggoda " gk. " jawab felysia setelah itu mereka pulang kecuali mama dan papa.


di rumah felysia


" rendra giliran lo. " kata felysia sambil duduk di sofa rendra menelpon keluarga permata kecuali dia bilang tidak mengajak eliza,


setelah menelepon mereka bersiap keluar dan pergi ke suatu tempat.


di tujuan


" rendra kau ingin membicarakan apa. " kata tuan permata " bukan aku yang bicara tapi..." kata rendra dan bergeser ke samping dan memperlihatkan felysia " nona fely ada ap. " tanya tuan permata.


felysia membuang nafasnya lalu menunjukkan video rosa waktu itu


" ja...jadi eliza pelakunya. " kata mama eliza tak percaya felysia hanya menatap datar,


" terserah kalian ingin membela nya atau tidak tapi kelakuannya...tidak saya maafkan. " kata felysia hendak pergi.

__ADS_1


" tunggu nona fely." teriak tuan permata felysia berbalik dan menatap tuan permata


" kau boleh memberinya hukuman dan sebenarnya eliza....punya saudara kembar. " kata tuan permata sambil menunduk fely malah bingung bukankah keluarga permata mempunya anak perempuan 1.


" dan eliza tidak tahu akan hal itu karena kami memisahkannya tapi saudara kembarnya mengetahui jika ia mempunyai saudara. " kata tuan permata sedangkan sang istri menangis kecewa dengan perbuatan eliza.


" mengapa anda memisahkannya. " kata felysia tuan permata menatap felysia


" ada hal masalah di keluarga kami sehingga terpaksa aku pisahkan mereka tapi....


saya tidak menyangka bahwa sifat mereka bertolak belakang. " jelas tuan permata felysia dan rendra cuman nyimak.


" nama suadara kembarnya siapa. " tanya felysa " alice permata. " jawab tuan permata


" aku tahu dia, dia teman ku saar aku di LA. " kata felysia tersenyum " apa kalian pernah bertemu. " tanya felysia lagi " aku pernah mempertemukan mereka kupikir eliza pasti berubah sifat tapi tidak dia membenci saudaranya. " kata tuan permata.


" ren bawa orang ya kesini." perintah felysia rendra pun membawa seseorang masuk


" mama papa." kata orang itu tuan dan istri permata melihat ke sumber suara dan ornag itu langsung memeluk mereka.

__ADS_1


" alice." kata mama membalas pelukan


" eliza gimana pa ma kabarnya " kata alice memang eliza dan alice saudara kembar tapi


sifat mereka bertolak belakang yang satu pengertian dan patuh tapi yang satu lagi selalu kemauannya diturutin kurang pengertian.


" huh.." tuan permata menghela nafas alice mengerti " biar aku yang bicara " kata alice


" sebelum bicara gw beri kebenaran " kata seorang pria semua menatap dengan heran.


" huft..." pria itu menghela nafas lalu dia mnceritakan perbuatan eliza beberapa minggu lalu " apa kamu " emosi tuan eliza


" maaf saya sebenarnya...bawahan nona felysia " kata pria itu menunduk, felysia menjelaskan agar tidak ada keselapaham sebenarnya itu dibawah pengawasannya.


tuan permata mengerti lalu mengeleng dan menunduk menatap tanah kecewa, sedih , perasaan gagal mendidik putrinya sedih sungguh pengecewaan yang berat.


" terus bukan kah masalah itu.." tuan permata bertanya " yah saya tidak menembak saya sudah lapor nona felysia jadi ini semua cuman settingan tuan dan masalah video yang direkam itu memang benar itu pembicaraan kami " jelas pria itu tuan permata mengerti lalu pamit pulang dan alice ikut orang tuanya.


diperjalanan

__ADS_1


" bagaimana kamu bisa mengenal nona felysia " tanya mama pada alice yang memandang luar keindahan malam


" dia satu kuliah dengan ku aku selalu sendiri tapi sejak ada felysia aku gak terlalu merasakan kesepian " jelas alice dengan terakihir senyuman manisnya.


__ADS_2