[Married] Miya Atsumu / Osamu X Readers

[Married] Miya Atsumu / Osamu X Readers
bab 3


__ADS_3

aku mulai berbicara dengan wanita yang sedang menata bunga itu


"anu permisi" ucap ku


"ah iya, mau cari bunga yang seperti apa ?" ucap wanita itu


"s-saya beli satu bucket bunga mawar merah" ucap ku


"anda mau yang berukuran kecil, sedang ,atau yang besar?" tanya perempuan itu


"em untuk melamar itu biasanya berukuran apa?" tanya ku


"ohh biasanya kalo untuk melamar ukuran sedang sama yang ukuran besar"


"tapi lebih laris yang besar" ucapnya


"ah baiklah, saya beli 1 yang besar" ucap ku


"baiklah tunggu sebentar saya ambil dulu bunganya" ucapnya


"iya" ucap ku


lalu perempuan itu pergi mengambil bunga dan pita untuk membuat satu bucket bunga yang aku mau


'dia tipe orang yang pekerja keras juga, dan dia... kenapa terlihat sangat kesepian' batin ku


lalu wanita itu merangkai 1 bucket bunga di meja yang posisinya agak lumayan dengan dengan posisi ku


"em disini kamu sendirian? maksudnya ga ada karyawan atau apa gitu" ucap ku


"ah itu ya, dulu memang ada tapi sekarang sudah pada keluar" ucay sambil mengikat pita


"kenapa keluar?" ucap ku


"sepertinya karena tokonya sudah tidak mulai ramai lagi seperti dulu karena di ujung jalan sana sudah ada toko yang lebih besar dan mungkin toko ini akan ditutup dalam jangka waktu dekat" ucapnya


"tutup?" ucap ku


"yah, ibu ku menyuruh ku untuk tutup toko ini karena buat apa buka kalo satu minggu paling banyak ada 1 atau 3 pelanggan saja" ucapnya


"oh ya ngomong ngomong nama mu y/n?" ucap ku


"ah iya nama ku y/n, kau tau dari mana?" bingungnya


"em itu nanti juga tau" ucap ku


'si kampret dari tadi liatin y/n, huh sepertinya kita setuju dengan perjodohannya' batin ku


"ah ini sudah selesai" memberikan bucket bunga ke pada ku


"arigatou, jadi berapa?" tanya ku


"totalnya 45.000" ucapnya


"ini uangnya, aku duluan ya" ucap ku lalu keluar pergi

__ADS_1


"ah iya cowok tadi kayaknya kembar" ucapnya


-


-


kita langsung pergi ke perusahaan ayah untuk membicarakan soal perjodohannya


"yah" ucap osamu


"eh bagaimana kalian sudah lihat calon istri kalian" ucap ayah


"sudah yah, tapi sepertinya mereka tidak tau tentang perjodohannya" ucap ku


"hm" osamu mengagguk


"mungkin orang tuanya belum mengatakannya" ucap ayah


"kalian gimana? tertarik?" ucap ayah


"iya" ucap ku dan osamu


"ah syukurlah, jadi nanti kita akan ke rumah [name]" ucap ayah dengan wajah senang


"nanti? apa ga kecepetan yah?" ucap ku


"kau tidak tau ? sebenarnya [name] itu sudah dilamar oleh 3 orang tapi [name] tolak semua" ucap ayah


"ha? ditolak? mungkin kita juga bakal ditolak?" ucap ku


"aku ikut yah?" ucap osamu


"iya harus temenin saudara mu itu biar ga gugup" ucap ayahnya


"hmm dah gede juga" ucap osamu


"ayolah adek kecil ku" ucap ku merayu osamu


"ihh, baiklah baiklah aku ikut" ucap osamu pasrah


----


malamnya....


"ayo sam" ucap ku


"bentar " ucap osamu sambil menutup pintu


mereka mengendarai mobil untuk sampai ke rumah [name] dan aku membawa bucket bunga yang akh belu tadi


mereka sampai depan rumah [name]


"kapan kamu beli bunga?" ucap ayahnya


"tadi siang" ucap ku

__ADS_1


"ohh yauda ayo masuk" ucap ayah


------------


pov [name]


'ah pria itu yang tadi beli roti di toko ' batin ku


"ahh ini [name] wah lebih cantik dari yang ada di foto" ucap wanita yang duduk di sebelah anak kembar


"duduk lah sebelah sini" ucap ibu


aku duduk di sebelah ibu


"ibu ada apa ini?" bisik ke ibu


"oh itu kamu mau dijodohkan" ucap ibu pelan


'jodohkan?' batin [name]


"kenalin ini atsumu dan osamu" ucap pria yang duduk di sebelah wanita tadi yaitu ayah si kembar itu


[name] hanya tersenyum


"jadi gini [name] kita mau melamar mu, untuk-" ucap ayah mereka terpotong


"maaf saya buka dulu pintunya" ucap ibu


"baik" ucap ayah mereka


"[name], ada y/n dia mencari mu" ucap ibu


aku langsung berdiri


"saya permisi sebentar" ucap ku lalu bergegas menemui y/n


"ahh calon istri osamu juga kesini" ucap ayah mereka dengan pelan


"ada tamu ya maaf mengganggu" ucap y/n ke ibu ku


"ah tidak apa ayo masuk saja" ucap ibu


"hai y/n ada apa?" ucap ku


"bukannya kita mau keluar malam ini?" ucapnya


"ah aku lupa, yaudah masuk aja " ucap ku


aku dan y/n tadinya mau berencana keluar tapi akh lupa bilang kalo malam ini dia tidak bisa


y/n dan aku masuk


"cantiknya" ucap atsumu pelan


"siapa yang cantik?" ucap osamu dengan wajah agak kesal

__ADS_1


"[name] cantik " ucap atsumu dengan memandangi ku


__ADS_2