
Bab 3:tak pantas medapat hormat
Hani terus saja mengumpat sembari memukul meja dengan tangannya berkali-kali.
"Ih...kesel-kesel...awas kamu ya...dasar cowok stress!"umpat hani dengan kesel.
"Hani...apa apaan sih,kamu tuh kenapa lagi?jangan-jangan kesambet setan kamar mandi ya?....hiii ngeri!"sahut mia yang heran melihat tingkah aneh sahabatnya itu.
"Enak aja kesambet setan,dengerin kalian semua,di sini ada cowok stress yans sedang berkeliaran,hati-hati kalau kalian melihatnya,sumpah ngeselin banget!"seru hani mengingatkan ketiga sahabatnya.
"Cowok stres...maksudmu apa han?"tanya suci yang sedari tadi memperhatikan tingkah hani yang aneh.
"He em..he emm.."timpal sindy.
"Udah ah..aku males ngomongin tu cowok!"jawab hani dengan wajah cemberut,ketiga sahabatnya saling menatap dan penasaran,sebenarnya siapa yang di maksud cowok stress itu,tak lama kemudian bu rahma masuk dan memasuki ruang kelas 11A.
"Baiklah anak anak,sesuai janji ibu tadi,hari ini ibu akan mendatangkan seseorang untuk presentasi di hadapan kalian,inget ya jaga kesopanan kalian,karena beliau ini anak dari yayasan pemilik sekolah kita,yang cwek-cwek ibu berharap kalian bisa menahan diri kalian,karena yang akan hadir di sini bukan orang sembarangan,dia masih muda dan tentunya masih single...!"ucap bu rahma dengan tersenyum renyah di hadapan siswanya.
"Waaahhh.masih jomblo rupanya"
"Pasti dia ganteng banget"
Riuh suara siswa cewek menanti kedatangan rahmat.
"Anak-anak..ibu ada hal penting yang tak bisa ibu tinggalkan,pak rahmat sudah di depan kelas,maka dari itu ibu pamit dulu,kalian bisa berbincang-bincang dengan beliau sepuasnya,tapi ingat seperti kata ibu tadi,jaga sopan santun kalian,oke!"seru bu rahma menginggatkan seluruh siswanya.
"Iya bu!"jawab mereka serentak,bu rahma melangkakan kakinya keluar dan menyambut rahmat dengan hormat.
"Silahkan pak rahmat,anak-anak sudah menunggu!"ucao bu rahma mempersilahkan rahmat memasuki ruang kelas.
"Terimakasih bu rahma!"jawab rahmat singkat,kemudian perlahan rahmat memasuki ruang kelas.
*****
Sementara itu di saat yang bersamaan hani mendapati ponselnya berdering,ternyata ada pesan dari kakaknya.
"Kakak!ada apa ya?"ucap hani dalam hati.
Hani sibuk membalas pesan dari ira.sehingga ia tidak menyadari bahwa rahmat sudah memasuki ruangan kelas.
"Wahh..tampannya"
__ADS_1
"Ya ampun..pangeran datang dari mana nih?"
"Omaigad..dia cakep banget!"
Para siswi begitu antusias dengan kedatangan rahmat,yang sangat memukau siapa saja yang melihatnya.
"Ehem ehem.. selamat pagi semua!"suara rahmat yang mantap dan seksi,tak lantas membuat mata cwek-cwek itu terpejam menatap rahmat,tak terkecuali mia,sindy dan suci.
Tak henti-hentinya mereka berdecak kagum dengan ketampanan rahmat.
"Ya ampun.... ternyata pak rahmat setampan ini...aku padamu pak!"seru sindy dengan senangnya.
"Hani..hani...coba lihat deh,pak rahmat begitu cool...hmmm idaman aku banget han!"pinta mia sembari menarik-narik tangan hani berharap ia melihat rahmat.
"Apaan sih mia,bentar dong....lagi ngomong sama kakak nih!"jawab hani dengan cuek
*****
"Hani...nanti kakak tidak bisa jemput kamu pulang,ada rapat kerjaan mendadak yang harus segera kakak kerjakan"pesan ira lewat whatsapp.
"Nanti ada seseorang yang menggantikan papa,kamu pergi saja bersamanya,setelah itu kita ketemu di rumah,oh iya dek,dia membawa mobil berwarna putih!"imbuh ira menjelaskan.
"Seseorang siapa kak?temen kakak atau siapa kak?emangnya ngk apa-apa kak hani pergi sama dia?ih biasanya kakak protektif banget loh!"protes hani.
"Whaaattt.....!!!!!"teriak hani memecah suasana dalam kelas,sembari menutup mulutnya,hani dengan segera menyimpan ponselnya kedalam tas,dan berusaha tenang di hadapan teman-temannya.
******
"Sssttt hani...jangan berisik,kamu kenapa sih?"tanya mia.
"Enggak...ngak papa santai aja,bukan apa-ao kok...heheh!"jawab hani gugup,tiba-tiba suara bariton terdengar cukup familiar ditelinga hani.
"Hei kamu,tidak kah kamu menghormati tamu yang berdiri di depan kelas mu nona?"ucap rahmat yang berdiri di depan kelas sambil membelakangi para siswa.
Seolah pernah mendengar suara itu,hani bergegas mencari sumber suara,benar saja suara itu datang dari depan kelas,seseorang yang dengan elegan,memasukan salah satu tangannya ke dalam kantung celana,dan tak lain orang itu adalah cowok yang tak sengaja di tabrak hani tadi,dan sudah membuat hani kesal bukan main.
"Kamu..!"tiba-tiba hani berdiri dengan lantang dan bergerak melangkah maju kearah rahmat.
"Oh jadi ini tamu istimewanya,bicara tentang hormat,anda pak rahmat yang terhormat,tidak pantas anda mendapat hormat dari saya,karena anda sendri tidak pernah menghormati orang lain!"ucap hani penuh kekesalan pada rahmat.dan rahmat hanya diam dan melihat dua bola mata itu menatapnya dengan tajam,sejenak harum parfum rahmat membius kemarahan hani,kemudian dengan cepat dia tersadar.
"Maaf pak..saya pamit keluar kelas dan saya tidak tertarik dengan penbahasan yang akan anda kemukakan!"seru hani sambil berlalu begitu saja meninggalkan kelas,rahmat terdiam.
__ADS_1
"Kenapa aku merasa sudah dekat sekali dengannya?"rahmat terduduk dan mulai melanjutkan lagi pembahasannya.
"Baik....kita lanjutkan,catatan untuk kalian semua,siapapun yang berani bersikap seperti teman kalian tadi,siap-siap kalian keluar dari sekolah ini!"ancam rahmat.
Seluruh siswa mulai berbisik membicarakan rahmat dan hani.
"Ih...hani kok berani banget ya sama pak rahmat?"
"Jangan-jangan mereka sudah ketemu sebelumnya?"
"Hani ngak takut apa di keluarin dari sekolah,secara kan pak rahmat kan punya andil besar di sekolah ini!"
Semua siswa saling berbisik membicarakan rahmat dan hani.
"Mia..ada ap sih dengan hani?"tanya suci yang sedari tadi binggung dan heran melihat tingkah hani yang aneh.
"Mana aku tahu ci!"jawab mia singkat.
"Eh kalian inget ngak sih pas hani marah-marah,kesel banget dia sehabis dari kamar mandi tadi?"timpal sindy.
"Hani bilang ada cowok stress di sekolah kita!menurut kalian siapa coba?"seru suci yang menduga kalau cowok itu adalah rahmat.
Mereka bertiga saling menatap penuh curiga.
"Jangan-jangan cowok stress itu...pakk...."belum sempat mia melanjutkan pembicaraannya,tiba-tiba rahmat sudah berdiri di depan mereka.
"Cowon stress siapa maksud kalian?"tanya rahmat tiba-tiba yang membuat mia terkaget,mia pun perlahan menoleh ke arah pak rahmat.
"Eh...pak rahmat..bukan pak,bukan siapa-siapa kok,kami hanya bercanda tadi!"seru mia cengar cengir karena hampir saja ketahuan,kalau mereka sedang membicarakan rahmat,dengan elegan rahmat melangkah kedepan kelas.
"Dengar kalian semua,saya paling tidak suka di saat saya sedang menerangkan sesuatu,ada yang tidak memperhatikan saya,apa lagi bercanda...paham!"seru rahmat dengan suara sedikit keras,mia,suci dan sindy menunduk pucat.
"Kalau tidak suka dengan saya silahkan keluar dari kelas ini,seperti teman kalian tadi...siapa namanya?"tanya rahmat.
"Hani pak,riska ramadhani"jawan mia lugas.
Deg...sejenak rahmat bergumam dalam hati
"Riska ramadhani...!"
BERSAMBUNG
__ADS_1
🥰🥰🥰🥰