
Bab 5: Kenapa Harus Dia
Setelah Beberapa menit rakha datang dengan membawa dua piring gado-gado,menghampiri hani yang duduk di bangku yang sudah di sediakan,dan hani masih termenung dengan ucapan teman-temannya tadi.
"Hai...ini dia gado-gado paling enak sudah datang!"seru rakha sambil menaruh piring di atas meja.
"Makasih kha"jawab hani singkat.
"Gimana kalau aku di keluarin beneran,aduh bisa gawat nih,gimana kalau kakak tau,ya tuhan aku harus gimana ini!"gumam hani dalam hati.
Hani melamun dalam hati sambil mengunyah makannanya dengan pelan,rakha memperhatikan raut wajah hani yang terlihat cemas.
"Ada apa han?gado-gadonya ngak enak?"tanya rakha menyelidik.
"Oh..enak kok,enak kha"jawab hani gugup.
"Apakah ada sesuatu yang kamu pikirkan?"tanya rakha.
"Enggak...ngk ada,perasaan rakha aja kali!"sahut hani.
"Hani...kalau ada masalah,katakan saja jangan sungkan,siapa tahu aku bisa bantu!"ucap rakha yang peduli sama hani.
"Iya kha"jawab hani sambil tersenyum.
*******
Mereka berdua melanjutkan makan siang mereka,semntra di kelas,rakha sudah selesai menerangkan materinya,kemudian ia pergi meninggalkan kelas 11A.
Rahmat berjalan melewati koridor sekolah,tanpa sengaja ia melihat hani sedang makan berdua di kantin bersama seorang siswa cowok.
Hani melihat rahmat yang sedang memperhatikannya,mereka saling bertatapan,kemudian rahmat membuang muka dan berlalu meninggalkan pemandangan yang tidak ia sukai.
"Huh...dasar sombong"umpat hani.
"Apa han?sombong?siapa yang sombong?"tanya rakha terkejut.
"Oh....engak,bukan siapa-siapa,kamu salah denger kali!"tukas hani cengar cengir.
Setelah beberapa saat bel pulang sekolah berbunyi.
"Kkkrrriiinnggg....kkkrrriinnnggg....kkkkrrrinnnggg..."
"Han...kita pulang bareng yuk,aku anter!"ajak rakha.
"Ngak usah kha,terimakasih....aku udah ada yang jemput kok,lain kali aja!"jawab hani senyum.
"Ada yang jemput?siapa pacarmu ya!"sindir rakha menyelidik.
"Pacar....hahahah...bukan lah,kakak ku nyuruh orang buat jemput aku!"tukas hani menjelsakn.
"Ooo baiklah,aku pulang dulu,kalau kamu butuh sesuatu telepon saja aku!"seru rakha.
__ADS_1
"Iya...terimaksih,bye sampai jumpa!"jawab hani melambaikan tangan ke rakha.
"Bye..."rakha pergi meninggalkan hani dengan mengendarai mot sport warna merah.terlihat sangat cool.
Hani beranjak pergi keluar sekolah,sesekali ia menoleh kebelakang,seperti ada seseoranh yang mengintainya.
*****
Dua bola mata itu menatap hani dengan tajam lewat sebuah jendela,cowok berperawakan elegan itu berjalan dengan elegan melewati halaman sekolah.
"Reza...dia sudah datang menuju luar sekolah,kamu ingat kan apa yang aku bilang tadi?'seru rahmat yang memerintahkan reza...sekertaris pribadi.
"Siap tuan!"jawab reza singkat.
******
Hani sudah sampai di luar sekolah,sesekali ia menoleh ke kanan dan ke kiri.
"Mobil putih...mana yah?..eh bener ngak sih mobil putih itu?gumam hani dalam hati.
Ia melihat mobil putih mewah laborigin sedang berhenti di depan sekolah,di saat bersamaan,mia,suci dan sindy menghampiri hani.
"Hani...ya ampun kamu kemana aja sih ngilang gitu aja!"seru sindy
"Hei...kalian semua...sorry tadi aku di kantin sama rakha!"jawab hani.
"Duhhh....sama rakha ya..pantesan betah banget!"ledek suci.
"Apaan sih...kita itu cuma temen doang,ngak lebih!"jawab hani
"Udah ngaku aja...kamu udah jadian kan sama dia,hayo!"seru suci.
"Apaan sih kalian...ngak ada jadian-jadian...udah deh aku mau pulang,kakak udah nungguin aku!"jawab hani.
"Baiklah...ok...ok..eh kamu kok belum pulang juga han,nungguin apa?"tanya mia.
"Ya nunggu di jemput lah!"jawab hani.
Tiba-tiba suci melihat mobil laborigin putih terparkir di depan sekolah.
"Guys...coba liat deh,laborigin warna putih itu punya siapa ya?pasti orangnya tajir melintir nih yang punya mobil begini.
"Jangan-jangan itu jemputan hani,guys!"tukas mia.
"Kalian ngaco...ngak mungkin lah kakak jemput aku pakai mobil sekeren itu,itu bukan mobil sembarangan,jemput sekolah doang masa iya pakai mobil semewah gitu!"lugas hani.
"Ooowww...!"sahut ketiganya.
"Yaudah kalian duluan aja,tuh taksinya udah dateng!"sahut hani sambil menunjukkan taksi mereka datang.
"Yaudah han..kami pergi dulu ya...bye!"pamit ketiganya.
__ADS_1
"Bye...hati-hati, have fun ya guys!"jawab hani pada ketiga sahabatnya.
*****
Perlahan taksi itu melaju,hani melihat ketiga temannya melambaikan tangan,dab hani pun membalas dengan lambaian tangan juga,dan taksi itu pun menghilang dari pandangannya.hani melihat jam tangannya,sesekali ia berpikir seperti apa calon suaminya,hani masih penasaran dengan siapa ia akan bertemu,secara tiba-tiba ada seseorang yang memanggilnya.
"Nona hani...silahkan naik ke mobil,saya yang akan mengantar nona pulang!"ucap reza pada hani.
Hani terkejut dan melihat reza dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"Siapa kamu?"tanya hani binggung
"Saya reza...asisten pribad tuan muda,saya di suruh tuan muda untuk menjemput anda nona,silahkan masuk mobil,nanti tuan muda menyusul!"seru reza.
"Tuan muda?...tuan muda siapa maksudmu!"tanya hani menyelidik.
"Calon suami nona dan calon adik ipar neng ira!"jawab reza.
Hani menghela napas panjang,dan memutar bola matanya,dia mengigit bibirnya yang ranum sembari tersenyum kepada reza.
"Mari nona!"ajak reza menuju mobil mewah itu.
"Ini?...ini mobilnya?apa ngak salah!"tanya hani binggung.
"Anda tidak salah nona...ini memang mobil tuan muda,silahkan nona!"seru reza sambil membuka pintu belakang mobil lamborighini putih itu,hani kemudian masuk mobil di susul reza mengikuti.
"Kita menunggu tuan muda 10 menit lagi nona,beliau sedang ada rapat sebentar!"tukas reza.
"Dia ada di sini?..di sekolah ku?"tanya hani heran.
Reza tidak menjawab pertanyaan hani,karena ia sedang menelpone seseorang.
"Iya...iya tuan muda,baik!"seru reza lewat telepon.
Setelah 10 menit berlalu,reza turun dari mobil menghampiri seseorang,hana belum menyadari karena ia sedang membuka media sosial miliknya.
"Silahkan tuan!"seru reza sambil membukakan pintu mobil.
Hani mencium aroma wangi yang sempat membuatnya terbius saat di sekolah tadi,ia segera menoleh dan dikihatnya rahmat sudah duduk di sampingnya.
"Kamu lagi!...ngapain di sini!"tanya hani serius.
"Tuan muda rahmat pemilik mobil ini nona,calon suaminona!"tegas reza menjelaskan.
"Apa...?"hani terdiam dan menoleh keluar jendela.
"Ya tuhan...kenapa harus dia!"gumam hani sembari menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi mobil.rahmat dengan kacamata hitamnya hanya tersenyum tipis.
"Jalan...reza...kita ke rumah kak ira!"utus rahmat pada reza.
"Baik tuan muda....!"lanjut reza.
__ADS_1
BERSAMBUNG
🧡🧡🧡🧡🧡