•Senja•

•Senja•
Episode 15 (Teror)


__ADS_3

Malam hari telah tiba


Hujan sangat deras


Badai juga seakan akan menyambar bumi


Malam itu Sanca berada di kamarnya


Terus menggerutu kesal karena disidang tadi


"Huh dasar Milla dan Tifany kenapa harus bilang jika aku yang membersihkan ruang kepsek"gerutu Sanca


Pintu kamar Sanca terbuka


Bi Mona memasuki kamar Sanca


"Non ini makanan nya"kata Bi Mona sambil meletakkan makanan di meja


"Katakan pada mama aku tidak mau makan dan jangan paksa aku.Ini semua karena Lena.Aku membenci orang itu"teriak Sanca tidak karuan


Bi Mona lalu berlari keluar untuk menemui ibu Sanca


"Ada apa Bi? Sanca kenapa lagi"tanya ibu Sanca


"Non Sanca mengamuk lagi nyonya"Jelas Bi Mona


Ibu Sanca lalu menuju ke kamar Sanca


Kamar Sanca sangat berantakan


"San kamu kenapa lagi?"tanya ibu Sanca sambil mendekati Sanca


"Ma ini semua karena Lena aku benci Lena"teriak Sanca sambil melempar bantal nya


"Tadi siang kamu ada masalah apa kenapa begini?"tanya ibu Sanca


"Mama tidak perlu tahu intinya aku membenci Lena dan Ruby"Sanca berteriak teriak


Ya Sanca memang memiliki penyakit akut yang terkadang membuat dia teriak teriak tidak karuan


Tetapi tidak ada 1 orang pun yang tahu penyakit Sanca kecuali keluarganya


"San ini udah malam Sanca tidur ya"kata Ibu Sanca

__ADS_1


"Mama pergii"teriak Sanca lagi


Lalu ibu Sanca keluar dan mengambil obat penenang


"San minum ini dulu ya"kata ibu Sanca


"Hahaha...mama pikir aku anak kecil yang mudah dibodohi.Itu obat penenang aku tidak akan minum"Sanca semakin mengamuk


"Sayang minum ini dulu ya"bujuk ibu Sanca lagi


Tetapi Sanca malah melempari Ibunya dengan guling nya


Akhirnya ibu Sanca memanggil dokter Lean


Akhirnya setelah 1 jam Sanca sudah bisa tenang


"San, sekarang kamu tidur ya"kata mama Snaca sambil menyelimuti Sanca


Sanca hanya diam saja


Lalu setelah ibu Sanca keluar Sanca mulai tertidur


Jam 9 Sanca terbangun


Ular itu lalu berubah menjadi gadis


"Jangan sakiti Lena atau kamu dalam bahaya" ucap gadis itu


Sanca lalu berteriak sekencang kencangnya


Ibu Snaca yang mendengar teriakan Sanca langsung berlari dan masuk ke kamar Sanca


Sanca disana sedang menangis


Ibu Sanca lalu memeluk Sanca


"Tenang nak disini ada mama"ucap ibu Sanca sambil memeluk Sanca


Bi Mona juga memasuki kamar Sanca


"Nyonya non Sanca kenapa lagi?"tanya Bi Mona


"Tolong ambilkan air putih ya"ucap ibu Sanca

__ADS_1


Bi Mona segera mengambil kan air putih untuk Sanca


Sanca lalu meminum air itu


"Sanca sekarang tidur ya"ucap ibu Sanca


Sanca menggeleng dan menangis lagi


Tangisan Sanca semakin menjadi jadi


"Sanca kenapa?"tanya Ibu Sanca yang mulai khawatir dengan keadaan Sanca


"Ma..."Sanca berkata lirih


"Aku takut"Sanca melanjutkan ucapannya


"Hustt...disini ada mama jangan takut lagi.Mama akan menemani kamu tidur ya nak"ucap Ibu Sanca


Sanca hanya mengangguk


Tetapi ternyata Sanca belum bisa tertidur dan terus ketakutan


"Bi ambilkan Sanca air putih lagi ya"perintah Ibu Sanca


"Baik Nyonya"kata Bi Mona sambil keluar menuju dapur


'Astaga kasian sekali nyonya.Padahal nyonya itu orang yang baik tetapi anaknya malah memiliki penyakit akut yang terkadang bisa kambuh tiba tiba' gumam Bi Mona


Akhirnya setelah beberapa menit menenangkan Sanca,Sanca pun tertidur


•Pagi hari


Pagi harinya ibu Sanca memilih datang ke sekolah untuk menemui guru Sanca karena Sanca tidak bisa datang


"Permisi Bu saya ingin menyampaikan bahwa Sanca tidak bisa datang hari ini"ucap ibu Sanca saat sudah berada di ruang kepsek


Kepsek sebenarnya ingin mengatakan tentang Sanca yang sebenarnya tetapi setelah mendengar cerita Ibu Sanca, akhirnya Bu Maya memutuskan untuk tidak memberi tahu tentang kelakuan Sanca


Tak terasa air mata menetes di pipi ibu Sanca


"Ibu jangan sedih,anak ibu Sanca adalah murid yang baik dan pintar.Ibu tidak perlu khawatir dengan Sanca"ucap Bu Maya


"Terima kasih Bu"balas ibu Sanca sambil mengusap air matanya

__ADS_1


__ADS_2