
Malam hari telah tiba
Hujan sangat deras
Badai juga seakan akan menyambar bumi
Malam itu Sanca berada di kamarnya
Terus menggerutu kesal karena disidang tadi
"Huh dasar Milla dan Tifany kenapa harus bilang jika aku yang membersihkan ruang kepsek"gerutu Sanca
Pintu kamar Sanca terbuka
Bi Mona memasuki kamar Sanca
"Non ini makanan nya"kata Bi Mona sambil meletakkan makanan di meja
"Katakan pada mama aku tidak mau makan dan jangan paksa aku.Ini semua karena Lena.Aku membenci orang itu"teriak Sanca tidak karuan
Bi Mona lalu berlari keluar untuk menemui ibu Sanca
"Ada apa Bi? Sanca kenapa lagi"tanya ibu Sanca
"Non Sanca mengamuk lagi nyonya"Jelas Bi Mona
Ibu Sanca lalu menuju ke kamar Sanca
Kamar Sanca sangat berantakan
"San kamu kenapa lagi?"tanya ibu Sanca sambil mendekati Sanca
"Ma ini semua karena Lena aku benci Lena"teriak Sanca sambil melempar bantal nya
"Tadi siang kamu ada masalah apa kenapa begini?"tanya ibu Sanca
"Mama tidak perlu tahu intinya aku membenci Lena dan Ruby"Sanca berteriak teriak
Ya Sanca memang memiliki penyakit akut yang terkadang membuat dia teriak teriak tidak karuan
Tetapi tidak ada 1 orang pun yang tahu penyakit Sanca kecuali keluarganya
"San ini udah malam Sanca tidur ya"kata Ibu Sanca
__ADS_1
"Mama pergii"teriak Sanca lagi
Lalu ibu Sanca keluar dan mengambil obat penenang
"San minum ini dulu ya"kata ibu Sanca
"Hahaha...mama pikir aku anak kecil yang mudah dibodohi.Itu obat penenang aku tidak akan minum"Sanca semakin mengamuk
"Sayang minum ini dulu ya"bujuk ibu Sanca lagi
Tetapi Sanca malah melempari Ibunya dengan guling nya
Akhirnya ibu Sanca memanggil dokter Lean
Akhirnya setelah 1 jam Sanca sudah bisa tenang
"San, sekarang kamu tidur ya"kata mama Snaca sambil menyelimuti Sanca
Sanca hanya diam saja
Lalu setelah ibu Sanca keluar Sanca mulai tertidur
Jam 9 Sanca terbangun
Ular itu lalu berubah menjadi gadis
"Jangan sakiti Lena atau kamu dalam bahaya" ucap gadis itu
Sanca lalu berteriak sekencang kencangnya
Ibu Snaca yang mendengar teriakan Sanca langsung berlari dan masuk ke kamar Sanca
Sanca disana sedang menangis
Ibu Sanca lalu memeluk Sanca
"Tenang nak disini ada mama"ucap ibu Sanca sambil memeluk Sanca
Bi Mona juga memasuki kamar Sanca
"Nyonya non Sanca kenapa lagi?"tanya Bi Mona
"Tolong ambilkan air putih ya"ucap ibu Sanca
__ADS_1
Bi Mona segera mengambil kan air putih untuk Sanca
Sanca lalu meminum air itu
"Sanca sekarang tidur ya"ucap ibu Sanca
Sanca menggeleng dan menangis lagi
Tangisan Sanca semakin menjadi jadi
"Sanca kenapa?"tanya Ibu Sanca yang mulai khawatir dengan keadaan Sanca
"Ma..."Sanca berkata lirih
"Aku takut"Sanca melanjutkan ucapannya
"Hustt...disini ada mama jangan takut lagi.Mama akan menemani kamu tidur ya nak"ucap Ibu Sanca
Sanca hanya mengangguk
Tetapi ternyata Sanca belum bisa tertidur dan terus ketakutan
"Bi ambilkan Sanca air putih lagi ya"perintah Ibu Sanca
"Baik Nyonya"kata Bi Mona sambil keluar menuju dapur
'Astaga kasian sekali nyonya.Padahal nyonya itu orang yang baik tetapi anaknya malah memiliki penyakit akut yang terkadang bisa kambuh tiba tiba' gumam Bi Mona
Akhirnya setelah beberapa menit menenangkan Sanca,Sanca pun tertidur
•Pagi hari
Pagi harinya ibu Sanca memilih datang ke sekolah untuk menemui guru Sanca karena Sanca tidak bisa datang
"Permisi Bu saya ingin menyampaikan bahwa Sanca tidak bisa datang hari ini"ucap ibu Sanca saat sudah berada di ruang kepsek
Kepsek sebenarnya ingin mengatakan tentang Sanca yang sebenarnya tetapi setelah mendengar cerita Ibu Sanca, akhirnya Bu Maya memutuskan untuk tidak memberi tahu tentang kelakuan Sanca
Tak terasa air mata menetes di pipi ibu Sanca
"Ibu jangan sedih,anak ibu Sanca adalah murid yang baik dan pintar.Ibu tidak perlu khawatir dengan Sanca"ucap Bu Maya
"Terima kasih Bu"balas ibu Sanca sambil mengusap air matanya
__ADS_1