•Senja•

•Senja•
Episode 20 (Kejadian 6 tahun lalu)


__ADS_3

*Saat itu Lena masih berumur 8 tahun


"Hai Sayang"teriak mama dengan tangan yang melambai-lambai ke arah Lena


Lena membalas lambaian itu


Dia berlari ke seberang jalan untuk menemui mama


Tapi mobil dengan kecepatan tinggi menabraknya dari arah kiri


Mama langsung menjerit karena baru kali ini mama melihat anaknya kecelakaan di depan matanya


Sontak mobil itu lari meninggalkan tempat kejadian


Lena terbaring di jalanan dengan dahi yang bercucuran darah


Mama segera berlari ke arah Lena dengan air mata yang terus menetes


Teriakan minta tolong terus terdengar di telinga orang orang


Segera tempat itu di kerumuni orang yang akan menolong Lena


"Cepat panggil ambulans"kata salah seorang warga


Lalu salah satu wanita segera menelepon ambulans agar segera datang


Suara ambulans terdengar sangat nyaring


Lena lalu dimasukkan ke dalam ambulans tersebut didampingi oleh mama


Sambai di rumah sakit Lena segera ditangani oleh para dokter


Mama duduk dengan cemas memikirkan keadaan Lena


Mama segera meraih ponsel yang ada di tasnya


"Iya ma"


Terdengar suara seorang perempuan dari telepon itu


"Sa hiks hiks...Lena hiks Lena kecelakaan"


Ucap mama dengan suara serak


Telepon di sambungan itu seketika dimatikan oleh Clarissa


"Bi bibi"Clarissa berteriak teriak mencari pembantu itu


"Iya non", jawab Bi Kira dengan tergesa gesa


"Lena kecelakaan Bi"ucap Clarissa dengan suara pelan


Wajah Bi Kira langsung memucat


Clarissa dan Bi Kira lalu bersiap siap akan ke rumah sakit


Clarissa segera memesan taxi untuk mengantar mereka


••••


Pintu ruangan Lena terbuka


Seorang dokter cantik keluar dari ruangan tersebut


"Keluarga Lena" ucap dokter itu


Mama segera berdiri dari tempatnya duduk


"Saya ibunya"kata mama sambil menghampiri dokter itu


"Lena baik baik saja,hanya ada sedikit benturan di dahi nya.Untuk sementara waktu Lena harus dirawat terlebih dahulu,karena benturan tersebut takutnya akan membahayakan Lena"ucap dokter itu


"Baik dok.Lena sudah boleh di jenguk?"tanya mama


Dokter mengangguk pelan dan mempersilahkan mama masuk


Mama segera masuk ke ruangan itu dan duduk di kursi dekat ranjang


"Len kenapa kamu seperti ini nak"


Mama menangis sambil mengelus pelan kepala Lena


Dahinya dipenuhi perban yang berbalut


Bekas darah pun terlihat di sekitar perban itu


•••••

__ADS_1


Taxi sudah berhenti di rumah sakit tepat Lena dirawat


Setelah membayar Clarissa dan Bi Kira segera memasuki rumah sakit


"Suster pasien atas nama Lena di ruangan mana ya?"tanya Bi Kira pada seorang suster


"Pasien atas nama Lena ada diruang nomor 43"ucap suster itu


Clarissa dan Bi Kira segera memasuki lift dan naik ke atas


Lift sudah terbuka


Clarissa dan Bi Kira segera keluar dari lift itu


Tok!!


Tok!!


Tok!!


Terdengar suara ketukan pintu


Mama segera membuka pintu itu


Di depan pintu itu terdapat Clarissa dan Bi Kira yang sudah sampai


"Bi tolong tunggu Lena sebentar ya saya akan mengurus administrasi"ucap mama


Bi Kira mengangguk pelan


Mama segera keluar dari ruangan itu dan menuju bagian administrasi


Tangan Lena lalu bergerak melampai kepalanya


Pandangannya masih buram


"Aku dimana?"tanya Lena dengan suara lemas


"Non Lena sudah bangun,non Lena ada di rumah sakit"ucap Bi Kira


Lena lalu mengingat kejadian saat dia tertabrak oleh mobil itu


"Dimana mama?"tanya Lena memperhatikan sekeliling


"Mama sedang mengurus administrasi"ucap Clarissa


Klek!!


Mama segera masuk ke ruangan Lena


Melihat Lena yang sudah terbangun membuat hati mama merasa lega


"Lena"ucap mama sambil menutup pintu


"kamu sudah bangun sayang" ucap mama lagi


••••••


Hari sudah pagi,Lena bangun dari tidurnya


"Hoamm!!"


Lena segera beranjak dari kasurnya untuk berkeliling taman


Lena berkeliling taman sambil menyeret infusnya


Setelah berkeliling Lena segera duduk di kursi taman


Terlihat seorang gadis kecil yang sedang jongkok di taman itu


"Hai adik"sapa Lena dari belakang adik itu


Adik itu segera berdiri dan menghadap ke Lena


Adik itu juga berumur 8 tahun,hanya saja lebih tua Lena


Mata adik itu lembab seperti habis menangis


"Adik kenapa?"tanya Lena sambil duduk di rumput


Adik itu masih diam


Tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Adik itu


"Adik namanya siapa?"tanya Lena


Kali ini terdapat jawaban dari adik itu

__ADS_1


"Aku Riska kak"jawab adik itu pelan


"Riska kenapa menangis?"tanya Lena


Riska sudah tidak kuasa lagi membendung air matanya


Tangisan pecah dari Riska


"Lho kok nangis?"tanya Lena sambil mengusap air mata Riska


Seorang suster lalu datang ke taman itu


"Riska ayo kamu saatnya terapi"kata suster itu


Riska berjalan lebih dulu di depan suster itu


"Suster" panggil Lena pelan


Suster itu menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Lena


"Iya ada yang bisa saya bantu?"tanya suster itu


"Suster saya mau tanya,Riska kenapa dia sakit apa?"tanya Lena


"Riska terkena penyakit kanker yang sudah di perkirakan nyawanya pendek sehingga Riska harus menjalani terapi untuk mencoba menyembuhkan penyakitnya" tutur suster itu


Setelah keduanya pergi Lena masih memikirkan perkataan itu


Lena yang saat itu masih terlalu kecil sehingga sulit untuk mencerna perkataan itu


"Len sarapan bentar lagi datang ayo balik ke kamar"kata Clarissa yang tiba tiba datang


Lena mengangguk dan segera berjalan ke kamarnya


Clarissa membantu Lena menyeret infusnya sampai kamar


Seorang suster lalu masuk dan memberikan bubur untuk sarapan para pasien


Setelah Lena memakan makanan itu Lena segera berjalan lagi ke taman berharap bisa menemukan gadis itu lagi


Tapi sayang usaha Lena tidak berhasil


°°°°°°


Keesokan paginya Lena bangun dan duduk di kursi dekat dengan pintunya


Seorang gadis mendatangi Lena sambil membawa cokelat


Gadis itu menyodorkan cokelat ke arah Lena


"Riska" ucap Lena sambil tersenyum


Lena lalu menerima cokelat tersebut


"Aku kemarin pergi ke taman kok kamu engga ada di taman?"kata Lena


"Aku kemarin terapi kak"jawab Riska


"Kamar kamu dimana?"tanya Lena


Riska lalu menunjuk ke kamar bernomor 41


"Deket dong sama kamarku"ucap Lena sambil menunjukkan kamarnya


Seorang suster lalu datang lagi


"Riska ayo terapi dulu"ucap suster itu


Riska segera beranjak dan mengikuti suster itu


Lena juga beranjak dan memasuki kamarnya karena makan siang sudah sebentar lagi


Jam dinding rumah sakit menunjukkan pukul 12.30


Lena keluar dari kamarnya dan menuju ke kamar nomor 41


Tok!!


Tok!!


Tok!!


Lena mengetuk pintu itu


Riska lalu beranjak dari ranjangnya dan membukakan pintu


"Lena"ucap Riska pelan

__ADS_1


Lena melambaikan tangannya


Akhirnya Lena dan Riska bermain di kamar Lena bersama


__ADS_2