
*Saat itu Lena masih berumur 8 tahun
"Hai Sayang"teriak mama dengan tangan yang melambai-lambai ke arah Lena
Lena membalas lambaian itu
Dia berlari ke seberang jalan untuk menemui mama
Tapi mobil dengan kecepatan tinggi menabraknya dari arah kiri
Mama langsung menjerit karena baru kali ini mama melihat anaknya kecelakaan di depan matanya
Sontak mobil itu lari meninggalkan tempat kejadian
Lena terbaring di jalanan dengan dahi yang bercucuran darah
Mama segera berlari ke arah Lena dengan air mata yang terus menetes
Teriakan minta tolong terus terdengar di telinga orang orang
Segera tempat itu di kerumuni orang yang akan menolong Lena
"Cepat panggil ambulans"kata salah seorang warga
Lalu salah satu wanita segera menelepon ambulans agar segera datang
Suara ambulans terdengar sangat nyaring
Lena lalu dimasukkan ke dalam ambulans tersebut didampingi oleh mama
Sambai di rumah sakit Lena segera ditangani oleh para dokter
Mama duduk dengan cemas memikirkan keadaan Lena
Mama segera meraih ponsel yang ada di tasnya
"Iya ma"
Terdengar suara seorang perempuan dari telepon itu
"Sa hiks hiks...Lena hiks Lena kecelakaan"
Ucap mama dengan suara serak
Telepon di sambungan itu seketika dimatikan oleh Clarissa
"Bi bibi"Clarissa berteriak teriak mencari pembantu itu
"Iya non", jawab Bi Kira dengan tergesa gesa
"Lena kecelakaan Bi"ucap Clarissa dengan suara pelan
Wajah Bi Kira langsung memucat
Clarissa dan Bi Kira lalu bersiap siap akan ke rumah sakit
Clarissa segera memesan taxi untuk mengantar mereka
••••
Pintu ruangan Lena terbuka
Seorang dokter cantik keluar dari ruangan tersebut
"Keluarga Lena" ucap dokter itu
Mama segera berdiri dari tempatnya duduk
"Saya ibunya"kata mama sambil menghampiri dokter itu
"Lena baik baik saja,hanya ada sedikit benturan di dahi nya.Untuk sementara waktu Lena harus dirawat terlebih dahulu,karena benturan tersebut takutnya akan membahayakan Lena"ucap dokter itu
"Baik dok.Lena sudah boleh di jenguk?"tanya mama
Dokter mengangguk pelan dan mempersilahkan mama masuk
Mama segera masuk ke ruangan itu dan duduk di kursi dekat ranjang
"Len kenapa kamu seperti ini nak"
Mama menangis sambil mengelus pelan kepala Lena
Dahinya dipenuhi perban yang berbalut
Bekas darah pun terlihat di sekitar perban itu
•••••
__ADS_1
Taxi sudah berhenti di rumah sakit tepat Lena dirawat
Setelah membayar Clarissa dan Bi Kira segera memasuki rumah sakit
"Suster pasien atas nama Lena di ruangan mana ya?"tanya Bi Kira pada seorang suster
"Pasien atas nama Lena ada diruang nomor 43"ucap suster itu
Clarissa dan Bi Kira segera memasuki lift dan naik ke atas
Lift sudah terbuka
Clarissa dan Bi Kira segera keluar dari lift itu
Tok!!
Tok!!
Tok!!
Terdengar suara ketukan pintu
Mama segera membuka pintu itu
Di depan pintu itu terdapat Clarissa dan Bi Kira yang sudah sampai
"Bi tolong tunggu Lena sebentar ya saya akan mengurus administrasi"ucap mama
Bi Kira mengangguk pelan
Mama segera keluar dari ruangan itu dan menuju bagian administrasi
Tangan Lena lalu bergerak melampai kepalanya
Pandangannya masih buram
"Aku dimana?"tanya Lena dengan suara lemas
"Non Lena sudah bangun,non Lena ada di rumah sakit"ucap Bi Kira
Lena lalu mengingat kejadian saat dia tertabrak oleh mobil itu
"Dimana mama?"tanya Lena memperhatikan sekeliling
"Mama sedang mengurus administrasi"ucap Clarissa
Klek!!
Mama segera masuk ke ruangan Lena
Melihat Lena yang sudah terbangun membuat hati mama merasa lega
"Lena"ucap mama sambil menutup pintu
"kamu sudah bangun sayang" ucap mama lagi
••••••
Hari sudah pagi,Lena bangun dari tidurnya
"Hoamm!!"
Lena segera beranjak dari kasurnya untuk berkeliling taman
Lena berkeliling taman sambil menyeret infusnya
Setelah berkeliling Lena segera duduk di kursi taman
Terlihat seorang gadis kecil yang sedang jongkok di taman itu
"Hai adik"sapa Lena dari belakang adik itu
Adik itu segera berdiri dan menghadap ke Lena
Adik itu juga berumur 8 tahun,hanya saja lebih tua Lena
Mata adik itu lembab seperti habis menangis
"Adik kenapa?"tanya Lena sambil duduk di rumput
Adik itu masih diam
Tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Adik itu
"Adik namanya siapa?"tanya Lena
Kali ini terdapat jawaban dari adik itu
__ADS_1
"Aku Riska kak"jawab adik itu pelan
"Riska kenapa menangis?"tanya Lena
Riska sudah tidak kuasa lagi membendung air matanya
Tangisan pecah dari Riska
"Lho kok nangis?"tanya Lena sambil mengusap air mata Riska
Seorang suster lalu datang ke taman itu
"Riska ayo kamu saatnya terapi"kata suster itu
Riska berjalan lebih dulu di depan suster itu
"Suster" panggil Lena pelan
Suster itu menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Lena
"Iya ada yang bisa saya bantu?"tanya suster itu
"Suster saya mau tanya,Riska kenapa dia sakit apa?"tanya Lena
"Riska terkena penyakit kanker yang sudah di perkirakan nyawanya pendek sehingga Riska harus menjalani terapi untuk mencoba menyembuhkan penyakitnya" tutur suster itu
Setelah keduanya pergi Lena masih memikirkan perkataan itu
Lena yang saat itu masih terlalu kecil sehingga sulit untuk mencerna perkataan itu
"Len sarapan bentar lagi datang ayo balik ke kamar"kata Clarissa yang tiba tiba datang
Lena mengangguk dan segera berjalan ke kamarnya
Clarissa membantu Lena menyeret infusnya sampai kamar
Seorang suster lalu masuk dan memberikan bubur untuk sarapan para pasien
Setelah Lena memakan makanan itu Lena segera berjalan lagi ke taman berharap bisa menemukan gadis itu lagi
Tapi sayang usaha Lena tidak berhasil
°°°°°°
Keesokan paginya Lena bangun dan duduk di kursi dekat dengan pintunya
Seorang gadis mendatangi Lena sambil membawa cokelat
Gadis itu menyodorkan cokelat ke arah Lena
"Riska" ucap Lena sambil tersenyum
Lena lalu menerima cokelat tersebut
"Aku kemarin pergi ke taman kok kamu engga ada di taman?"kata Lena
"Aku kemarin terapi kak"jawab Riska
"Kamar kamu dimana?"tanya Lena
Riska lalu menunjuk ke kamar bernomor 41
"Deket dong sama kamarku"ucap Lena sambil menunjukkan kamarnya
Seorang suster lalu datang lagi
"Riska ayo terapi dulu"ucap suster itu
Riska segera beranjak dan mengikuti suster itu
Lena juga beranjak dan memasuki kamarnya karena makan siang sudah sebentar lagi
Jam dinding rumah sakit menunjukkan pukul 12.30
Lena keluar dari kamarnya dan menuju ke kamar nomor 41
Tok!!
Tok!!
Tok!!
Lena mengetuk pintu itu
Riska lalu beranjak dari ranjangnya dan membukakan pintu
"Lena"ucap Riska pelan
__ADS_1
Lena melambaikan tangannya
Akhirnya Lena dan Riska bermain di kamar Lena bersama