
Akhirnya Lena dan Riska bermain di kamar Riska bersama
Jam dinding menunjukkan pukul 3 sore
"Good bye besok lagi okhey"
Lena melambai tangannya dan menyeret infusnya menuju ke kamar
Lena mengambil baju ganti dan mandi
Selesai mandi mama datang
"Udah mandi ya,ini mama tadi mampi ke warung depan rumah sakit jadi sekalian mama beliin kamu camilan"ucap mama sambil menyodorkan plastik
Lena membuka plastik itu
Di dalamnya terdapat donat dengan hiasan warna warni
Pintu lalu dibuka
Salah seorang suster masuk ke sana
Suster Ani namanya
Dia ditugaskan mengurus Lena
"Selamat sore"
Sapa suster Ani ramah ketika memasuki kamar Lena
"Sore"jawab mama sambil berdiri
Suster Ani lalu mengecek kondisi Lena
"Lena masih merasa pusing atau nyeri lainnya?"tanya suster Ani
Lena menggeleng pelan
"Bu,Lena kira kira sudah bisa pulang 3 hari lagi karena kondisi Lena semakin hari makin membaik"
"Terima kasih Suster"jawab Mama
Lena berpikir sejenak
'kalau aku pulang berarti aku engga bisa ketemu Riska lagi' gumam Lena
Setelah suster Ani keluar Lena segera mengambil kotak berisi donat itu
"Ma aku ke kamar Riska ya mau bagi bagi"kata Lena sambil menuruni kasurnya
"Iya nanti kalau udah magrib balik ke kamar ya"
Lena mengangguk pelan
Tok!!
Tok!!
Tok!!
"Hai Ris"kata Lena saat Riska membuka pintu
__ADS_1
Lena lalu masuk dan duduk di sofa panjang
"Ayo makan donat"ucap Lena sambil membuka donat itu
Riska menutup pintu dan duduk di samping Lena
Lena dan Riska bersama sama menikmati donat itu
"Orang tua kamu mana?" tanya Lena sambil memperhatikan ruangan kamar itu
"Keluarga aku jarang datang Len,aku disini cuma ditemani suster" jawab Riska dengan wajah tertunduk
•••••
Suara jalanan sangat riuh
Hari itu Lena bangun pukul 04.00
'Hmm tumben jalanan udah rame' gumam Lena sambil melihat jalanan lewat jendela
Lena menoleh ke belakang
Mama sedang tertidur pulas di sofa panjang
Lena menghampiri mama dan mengecup dahi mama
Lena lalu keluar dari kamar untuk menghirup udara pagi
Di kursi depan pintu ruangan Lena ada Riska yang duduk disana
Riska duduk dengan tangan yang menutupi wajah
"Riska kamu kenapa?"tanya Lena
"Len kita akan berpisah"kata Riska
Riska memandang Lena dengan wajah serius bercampur dengan wajah sedih
"Kamu mau kemana"tanya Lena
Lena meraih tangan Riska yang memakai gelang dengan inisial R L
Sama dengan gelang yang Lena pakai
"Aku udah sembuh Len.Aku ga bakal ngerasain sakit lagi Len.Aku bakal bahagia setelah ini,kamu jangan lupain aku ya Len.Aku janji bakal selalu jagain kamu"Ucap Riska
Air mata Riska perlahan lahan menetes membasahi pipi
"Kamu jangan nangis,aku ga bakal lupain kamu kok.Kamu jangan nangis lagi ya seharusnya kamu seneng kan kamu bakal pulang"ucap Lena menghapus air mata Riska
Riska mengangguk pelan
"Aku beres beres dulu ya"
Riska lalu pergi meninggalkan Lena
Lena memandangi kepergian Riska
'Apa maksudnya kalau Riska engga bakal ngerasain sakit lagi' gumam Lena
Lena lalu kembali ke kamarnya sambil membawa cokelat yang Riska beri tadi
__ADS_1
Lena lalu duduk di atas kasur dan memakan cokelat nya
"Huamm"
Terdengar suara menguap
"Kamu sudah bangun Len"
Lena lalu memandangi mama
"Iya ma"
Jawab Lena
••••••
Jam dinding menunjukkan pukul 12.00
"Pasti Riska udah selesai terapi"
Lena bersiap siap untuk menuju kamar Riska
Didepan kamar Riska ada 4 suster
'Mereka ngapain ya disana' gumam Lena
"Kamu mau ke mana Len?"
Tanya mama dari belakang Lena
"Itu ma"
Kata Lena sambil menunjuk ke para suster itu
"Oh itu mungkin Riska udah pulang Len, mungkin ada orang baru disana"
Ucap mama sambil menepuk bahu Lena
"Oh Iya aku lupa kalau Riska udah pulang"
Lena menepuk dahinya karena lupa kalau Riska sudah pulang
"Ma kita kesana yuk aku mau lihat orang barunya"kata Lena sambil menggandeng tangan mama
Mama mengikuti Lena menuju kamar Riska
"Bu mau kemana?"tanya salah seorang suster
"Ini mau ngecek ada apa ramai²"ucap mama
"Pasien atas nama Riska semalam tepat jam 12.00 kritis dan akhirnya meninggal dunia"
Saat itu Lena terkejut dengan ucapan dokter
"Suster boong ya tadi pagi aku ketemu sama Riska kita ngobrol"
Ucap Lena masih tak percaya
Lena berlari masuk ke kamar
Disana tergeletak Riska yang sudah pucat
__ADS_1
Tidak ada suara detakan jantung yang terdengar
Bahkan tidak ada hembusan nafas yang Riska keluarkan