
Tidak terasa sudah 3 Bulan aku menjalin hubungan dengan Aldi. sejauh ini hubungan kami sangat baik dan harmonis, dia selalu memberikan candaan2 yang membuatku tertawa, humoris, pengertian, penyayang, dan bisa diandalkan itulah kesanku padanya, dan aku semakin lama semakin cinta dan sampai saat ini sudah mencapai tahap tidak ingin kehilangan. Namun ternyata dia memiliki 2 kepribadian yang tak ku ketahui hingga waktu inipun tiba.
"Aku boleh tanya, siapa ini???" Aldi bertanya dengan menunjukkan layar ponselku yang Dia pegang. Kemarin sore dia membawa ponselku, lalu aku memberikannya. Dia menunjukkan pesan teks yang ada diponselku
"Oh dia namanya Gilang, dia kakak sepupuku" jawabku santai karena memang dia kakak sepupuku.
"Lalu kalau ini ????" Dia menunjukkan screenshoot Messenger diponselku.
"Kan sudah ada namanya, dia cuma temen aku" jawabku menjelaskan.
" Aku gak suka kamu chatting an sama cwok lain" ungkapnya
"Yasudah aku hapus, kamu aja yang hapus. kalau gak aku ganti nomor dan kamu bawa akun sosial media aku" akupun mnganlah demi hubungan
"Ayok beli kartu baru" ajaknya sambil menarik tanganku menuju motornya dan kami menuju counter terdekat. Setelah membeli kartu telepon dan telah mendaftarkan, aku diajak pulang ke kost nya dan akupun hanya menurut.
"Ayok masuk. sorry berantakan hehehe" ucapnya sambil tertawa dengan tingkah konyolnya.
"Gak papa, maklum cowok" jawabku
"Teman kostmu kemana?" imbuhku sambil mencari sapu lantai untuk membantunya membereskan kamar kostnya.
"Dia mudik, Minggu depan baru kesini" jawabnya
" Ohhh" jawabku singkat. disela-sela kesibukan kami membereskan kostnya, kami mengobrol dan bercanda tak terasa sudah selesai kami berberes.
"Capek ya?"
"Iya capek banget" jawabku sambil merebahkan tubuhku di kasur.
__ADS_1
"Sini aku pijitin, mana yang pegel?" tanya nya sambil menuju kearah ku
"disini pegel banget" jawabku sambil menunjuk bahuku dan aku duduk sambil mengikat rambutku menunggu dia memijit punggungku.
Dia menutup pintu dan memulai memijit punggungku dengan lembut dan akupun menikmatinya. Tetapi tiba-tiba dia mengecup leherku dari belakang dengan lembut, sontak aku kaget.
Namun au tak sempat bertanya dengan cepat dia ******* bibirku. Tak ada sepatah katapun yang terucap, hanya detak jantung dan suara nafas yang terdengar. Dengan cepat tangannya bergerak bergerak bebas ditubuhku dan semua yang kami kenakan terlepas dari tubuh kami.
Kamipun mulai bercinta dengan nafsu yang tinggi dan hanya suara desahan kecil yang keluar dari kami.
Dihari itu aku menyerahkan pengalaman keduaku padanya. Karen sebelum bertemu dengannya aku sudah tidak virgin, dan dia tahu itu. kami sama-sama memiliki masalalu yang kelam.
Setelah 30 menit lamanya kami bergelut di atas kasur aku pun terlelap sambil berpelukan. Dia mencium kening ku dengan lembut.
...****************...
Beberapa Minggu setelah kejadian itu, kami jadi sering melakukan hubungan intim. Dan dia merekam semua aksi kami. Aku sempat menolak, namun dia berkata untuk kenangan dan akupun menurutinya. Dan beberapa hari kemudian kejadian tak mengenakkan pun terjadi, kami bertengkar lantaran ada orang yang mengirim pesan di sosial media ku.
"Siapa ini???" katanya dengan suara rendah menahan marah.
"Aku gak kenal" jawabku jujur.
"Aku tanya sekali lagi siapa!!!!!" Jawabnya agak membentak.
Aku yang kebingungan karena tak tahu apa-apa hanya bisa menangis sambil menjawab
"Aku benar-benar gak kenal. kan selama ini kamu yang bawa akun sosial media ku" Jelasku
"Kalau gak kenal kenapa dua nulis kayak gini???" tegasnya sambil menunjukkan isi pesan yang ada, dan hanya kata sapaan yang tertera "hy apa kabar, bagi nomornya"
__ADS_1
Akupun terheran-heran padahal aku benar-benar tidak tahu siapa itu.
"Aku benar-benar gak tahu Al beneran gak tau" jelasku dengan jujur.
"GAK TAU!! JELAS-JELAS DIA TAU KAMU BAN***T, PEL***R" ucapnya dengan nada tinggi. Kemudian dia
"Braaakkk..... Braakk..... Braaakkk" sebuah gitar melayang di badanku hingga gitar itu hancur berantakan. Tak puas dengan ituu, diraihnya leherku lalu beberapa tinjauan keras mendarat di wajahku seketika darah segar mengalir dari hidungnku, disusul dengan tendangan yang keras kearah ulu hatiku. Aku tak bisa bernafas dan herannya aku tak juga tak sadarkan diri. aku masih bisa sadar dan merasakan sakit di sekujur tubuhku dan pikiranku kosong.
"Bangun..." perintahnya.
Aku pun pasrah mau diapakan aku. lalu aku di bawa ke kamar mandi disiram nya aku dengan air. seluruh tubuhku terasa mati, kepala terasa pusing namun ta kunjung tumbang.
"lepas baju" perintah nya.
Akupun hanya menurut melepaskan baju. Dengan susah payah aku menggerakkan badanku, air mataku tak hentinya mengalir.
Dilemparkannya sebuah handuk kepadaku. Diajaknya aku keluar dri kamar mandi dan didudukkan di atas kasur, sejenak dia memandang ku dan aku hanya bisa menundukkan kepalaku menahan rasa takut dan sakit kurasakan. Dia beranjak pergi keluar kamar lalu mengunci ku di dalam. Kuambil kaca dan kulihat wajahku, seketika air mataku dengan derasnya mengalir melihat wajahku yang tak berbentuk, mata merah lantaran darah beku semua badanku penuh dengan lebam. Aku kembali duduk di kasur lalu merebahkan badanku, kuambil selimut untuk menutupi tubuhku lalu aku mencoba menutup mataku berharap semua hanya mimpi. Namun itu bukanlah mimpi.
Tak lama kemudian Aldi kembali dengan membawa es batu dan 2 bungkus makanan.
Entah apa yang dilakukan aku tak peduli dan aku hanya berbaring. Tiba-tiba di menuju kearah ku sambil mengompres kan es di mukaku yang penuh dengan bengkak dan lebam.
"Maaf" Ucapnya lirih sambil mengecup kening ku. Aku tak bergeming sedikitpun, dia terus dengan hati-hati mengompres wajahku.
Iyaa inilah sisi lain dari dirinya dan fakta nya dia memiliki kepribadian ganda.
"ayok makan, aku suapi" ucapnya sambil terus merayu. Akupun makan walaupun tersa sulit untuk menelan makanan itu.
...ΩΩ Bersambung ΩΩ...
__ADS_1
"Mohon tinggalkan pesan agar saya bisa memperbaiki novel saya, karena ini adalah karya perdana saya hehehe"