4 Tahun Dalam Neraka

4 Tahun Dalam Neraka
05


__ADS_3

Selama hampir 2 Minggu aku terkurung didalam kamar kost Aldi, begitu banyak panggilan masuk salah satunya mamaku. Dan aku hanya bisa berbohong karena dengan alasan menginap di kost temanku untuk mengerjakan beberapa tugas. Aku tak berani mengadu ataupun meminta pertolongan dari orang-orang sekitar, karena rasa sayangku yang menahannya. Bodohnya aku masih bisa memaafkan kesalahan terfatal pertamanya padaku, dan kami seperti biasanya.


Aku kira dia benar-benar mau menepati janjinya untuk tidak bersikap kasar lagi, tetapi aku salah. Dengan cara lain dia menyiksaku.


Tepat dihari festival olahraga yang ada di kampus ku.


"Aku kekampus dulu ya, aku jaga setand soalnya di festival ini. Prodi ku (program Studi) bukak stand di sana" katanya lewat pesan yang dia kirim


"Oh yasudah hati-hati" Jawab ku


Disini masih belum terlihat karena dia selalu mengirim pesan dan menelfonku. Dan dia juga selalu mengangkat Video Call dariku, namun di hari ke 3 festival dia agak beda. jarang bales pesan, jarang angkat video Call dariku dan pulang selalu terlambat.


"Sudah pulang???" Tanyaku melalui pesan singkat


"Belum, ini masih ada ada acara dengan teman stand" jawabnya.


Dan akupun percaya saja dengan semua yang dia katakan, aku lanjutkan kegiatanku mengerjakan tugas kuliah.


......................


Sementara itu...


"Mbak mampir mbak dilihat dulu mbak" kata Aldi di standnya.


"Berapa ini mas" kata pembeli yang tadi di panggil sambil memegang baju yang dipajang di stand Aldi


"itu 45.000 Mbak, beli 2 gratis nomor saya hahahaha" jawab Aldi dengan candanya.


Namun entah ini takdir buruk untukku atau bagaimana aku tak tahu, wanita itu meminta nomor telepon Aldi dan mereka saling bertukar nomor. sejak saat itu Aldi dan wanita itu saling bertukar kabar, dan Aldi sering sekali mengabaikan aku. Aku mulai curiga karena sikapnya Aldi, lalu aku memutuskan untuk pergi mendatangi Aldi di rumah kost nya. Namun siapa sangka tragedi ini terjadi, pengkhianatan kedua setelah tindakan kasarnya.

__ADS_1


"Tok tok tok... Aldi... tok tok tok " Panggil ku sambil mengetuk pintu, lali setelha sekitar 10 menit aku berdiri didepan kamar kost Aldi akhirnya dibukalah pintu, namun hanya sedikit dan aku tidak diperbolehkan masuk, saat aku lihat di meja tempat biasa kami makan, ada 2 buah bungkus nasi dan ikat rambut wanita. Karena penasaran dan penuh dengan rasa curiga akupun menerobos masuk.


"Apa sih. maen terobos aja" Kata Aldi sambil menarik tanganku. Tanpa sepatah katapun aku menuju ruang tengahnya dan yang ku lihat seorang wanita berdiri di balik pintu berniat bersembunyi. Bergetar seluruh tubuhku menahan tangis dan amarah, sesak rasa dadaku ingin bicara pun sulit. Kuambil lalu ku perbaiki emosi ku.


"Siapa dia" tanyaku, Suaraku bergetar karena sesak. Namun bukan penjelasan yang dia berikan..


"Keluar " ucapnya. Aku hanya berdiri tak bergerak samasekali. Dalam fikirku "kok ada orang Setega ini".


"Aku bilang keluar" Tegas Aldi sambil menarik tanganku bertujuan mengusirku keluar dari dalam kamar kostnya. Akupun berlari keluar tak tau kemana arah langkah ku, semuanya kosong. Aku hanya bisa menangis di tepi jalan, merasakan kecewa yang amat mendalam .



Cukup lama aku berdiri di sana meratapi nasibku yang selalu Malang.


"Apa yang salah dariku??" tanyaku pada diriku sendiri.


Sesampainya di kost, au menuju kamar mandi membersihkan tubuhku dari keringat dan air mata. Air mataku tak kunjung berhenti, sesak masih sangat jelas terasa, setelah sekitar 15 menit aku dikamar mandi dan akupun keluar lalu ku ganti pakaianku, kurebahkan badanku, Namun air mata tak kunjung berhenti.


"drrrrtt... drrrrtt.... drrrrtt" terdengar getaran ponselku, kuraih ponselku dan betapa terkejutnya aku melihat siapa yang memanggilku. Dia Aldi, kumatikan ponselku lalu akupun memutuskan untuk tidur walaupun air mata masih mengalir.



...****************...


Pagi hari aku mengaktifkan ponselku, terdapat banyak pesan dari Aldi.


"Qia,,, aku pengen ngomong, besok kita ketemu ya, aku mau jelasin" kata Aldi


"***kalau kamu sudah baca pesan ku, kabarin aku ya"

__ADS_1


"Sayang, aku minta maaf...."


"Aku tunggu pesan dari kamu"


"Selamat istirahat sayang"


"Maafin aku yang tadi, besok aku jemput***" ucap pesan terakhir Aldi. Akupun tak merespon.


Lalu dia tiba-tiba menelfonku, namun aku mengabaikan dan berkali-kali dia menelfon tetap aku abaikan. sampai dia berhenti dan tak butuh waktu lama, dia tiba-tiba ada di depan pagar kostan dan mengirim pesan


"Aku di depan, keluarlah" karena aku tipe orang yang mudah terbujuk dengan perjuangan kecil, wlpun kesalahan besar aku masih saja membuka hati. Dan akupun menemui dia,


"Ayok naik" ucapnya dengan nada lembut sambil mengusap kepalaku. Akupun menurut lalu naik ke motor nya, dan dia membawa ku ketempat dimana kami pertama kali jadian. lalu kami duduk tepat percis di mana kami memulai hubungan.


"Aku minta maaf, aku janji gak akan ngulang lagi. Tolong beri aku kesempatan" Mohonnya sambil memegang erat tanganku.


"Siapa dia!?" Tanyaku tegas


Lalu dia menceritakan semua tentang perempuan itu.


"Dia Dewi jurusan sastra " ucapnya dan diapun menjelaskan bahwa dia benar-benar menyesal. Dengan segala rayunya dan akupun luluh, laku memaafkanny.


"Janji, jangan pernah hubungi dia lagi" Pintaku dengan tegas


"Iya sayang aku janji" dengan lembut dia mencium kening ku dan memelukku dan kamu kembali seperti biasa..


...ΩΩ Bersambung ΩΩ...


"Mohon tinggalkan pesan agar saya bisa memperbaiki novel saya, karena ini adalah karya perdana saya hehehe"

__ADS_1


__ADS_2