4 Tahun Dalam Neraka

4 Tahun Dalam Neraka
06


__ADS_3

Waktu berlalu dengan cepat dan usia hubungan kami telah mencapai 1 tahun. Banyak hal-hal buruk yang ku lalui. Sikap Aldi semakin hari semakin menjadi-jadi, tingkat kekasarannya tak hanya fisik dan verbal, kini telah merusak mentalku. Saat aku memutuskan untuk meninggalkan dia, dia selalu mengancam akan menyebarkan Vidio kami ke publik. Dan ini membuatku tak bisa berbuat apa-apa.


"Aldi, aku ingin mengakhiri hubungan ini. aku sudah gak sanggup berada dilingkarkan setan ini. Kau bilang untuk tidak lagi berhubungan dengan Dewi, tapi nyatanya Kau masih bersamanya dan bahkan menjalin hubungan!!!" Tegasku via WhatsApp, ketikanku ini diiringi dengan air mata.


"Oh mau akhiri hubungan ini? Ok gak masalah, gak rugi aku pisah dari Pel***r kayak kamu" Balasnya menyakitkan.


"Kamu itu cewek bodoh, jadi wajar kalau cuma dijadikan mainan oleh mantan-mantan pacarmu itu" imbuhnya


Aku tak membalas pesannya dan hanya kubaca dengan deraian air mata yang semakin deras.


"Kamu liat aja, gak akan ada cowok yang kayak aku. PAHAM!!! Mama kamu juga Pel***r " Sambungnya.


Seketika semua nomor Aldi aku blokir, karena aku sudah tak sanggup lagi membaca semuanya. Saat emosi ucapannya sangatlah pedas dan tajam, setajam samurai dan aku tak sanggup membalas karena au sadar dengan setiap kata yang au ucapkan itu akan membuat dia bahagia karena dia merasa menang bisa membuat orang sakit hati.


Namun ternyata itu juga salah, dia mengirim SMS padaku (kalau nomor diblokir masih bisa kirim SMS) dan dalam pesannya itu membuat aku takut dan tak tau harus apa.


"HAI PEL***R. BUKAK BLOKIRAN. AKU BELUM SELESAI BAN***T, PEL***R DASAR KETURUNAN PEL***R" Tulisnya dengan kasar.


"KALAU KAMU GAK MAU BUKAK BLOKIRAN BERARTI SUDAH SIAP VIDIOMU TERSEBAR" Ancamnya.


Aku mengabaikannya dengan mengira dia tak akan menyebarkan itu. Namun siapa sangka, dia malah mengirim ke kakakku sebuah cuplikan Vidio tak senonoh yang hanya ada wajahku. Seketika aku kakakku memburuku

__ADS_1


"Apa maksudnya ini!!!!!?" Dikirim ulang Vidio itu ke aku melalui pesan WhatsApp. Lalu aku ditelfob berkali-kali dan tak pernah satu pun aku angkat.


"PULANG!!!!" Kata kakakku dengan sebuah pesan. Aku tak tau harus gimana, ku matikan ponselku dan aku kemasi baju-bajuku dengan tujuan kabur dari semua namun sebelum pergi aku mengirim pesan pada Aldi.


"Udah puas kamu Al. Udah puas buat alu hancur!!! Kau yang berbuat salah tapi kau juga yang menghancurkan aku!!! tega kau Al"


tulisku dalam pesan. Dan akupun memesan ojol dengan baju yang telah ku masukkan kedalam koper dengan berbekal Uang 2 juta dan cincin yang aku pakai untuk berjaga-jaga jika ada keperluan mendadak.


Saat aku pergi dengan ojol, tak disangka Aldi melihat ku dengan koper bawaanku. Lalu dia mengikutiku, aku menyuruh ojol untuk menambah kecepatannya dan akhirnya aku terselamatkan oleh lampu merah.


Setelah sampai di tempat tujuanku yaitu hotel, aku memutuskan untuk nginap di hotel sementara waktu. Setelah check-in dan aku tiba dikamar hotel, kubasuh seluruh tubuhku dan dilepaskan semua emosi dan rasa depresi ku. Kusayat tanganku dengan kaca agar aku bisa merasakan sakit yang lain untuk menghilangkan rasa sakit dihati. Namun aku gagal walaupun sudah penuh luka dan darah, Rasa sakit akan kecewaku ternyata jauh lebih besar.


Aku teringat dengan teman-temanku, dalam hatiku berfikir "Mungkin aku bisa melupakan segalanya dengan bersenang-senang dengan mereka" Lalu ku aktifkan ponsel ku. Betapa banyak pesan yang aku terima, salah satunya Aldi.


"Aqilla, please aktifkan ponselmu" Ucapnya


Tak lama setelah itu Aldi menelfonku, dengan bodoh aku mengangkat telfon itu.


"kamu dimana??" Tanyanya dengan nada lembut. Aku tak menjawab


"Aku mau video Call" Pintanya.

__ADS_1


Dan dengan bodohnya aku menuruti permintaannya. Dan kami beralih ke Video Call


"Kamu di hotel? hotel mana? sama siapa? coba kamera belakang" Saat itu posisiku sedang duduk bersandar di ranjang hotel dengan tangan dan lantai yang penuh darah.


Dan dia melihat semua itu


"Bodoh!!! dimana kamu sekarang, kasih tau aku biar aku jemput kita ke dokter" ucapnya


"Aku di hotel C kamar no 132" Ucapku


"Tunggu disana" Ucapnya


Tak butuh waktu lama hanya sekitar 20 menit ia tempuh dengan motor padahal hotel itu cukup jauh dari tempat kostnya.


"Aqilla... aku sudah didepan kamarmu" Ucap Aldi. Aku buka pintu kamarku lalu dengan cepat Aldi masuk dan menutup pintu, lalu fia memelukku dengan erat.


"Maaf" ucapnya lirih.


Aku hanya bisa meneteskan air mata, lalu diraihnya tanganku dan dirawat lukaku dengan lembut.


Aldi terus menatapku diraihnya tubuhku lalu dibaringkan aku diatas kasur, Tak ingin melewatkan moment tepat baginya. Dikecupnya bibirku, dan semua tangannya bergerak bebas melepaskan pakaianku dan aku hanya pasrah, tak ada suara yang keluar selain desahan Aldi dan kami melakukan hubungan intim untuk kesekian kalinya selama 1 tahun ini. Setelah Aldi lelah bergerak bebas diatas tubuhku dan aku juga merasa lelah, kamipun terlelap dan Aldi meniggalkan kecupan terakhir di kening ku sebelum terlelap.

__ADS_1


...ΩΩ Bersambung ΩΩ...


"Mohon tinggalkan pesan agar saya bisa memperbaiki novel saya, karena ini adalah karya perdana saya hehehe"


__ADS_2