
selamat membaca dan beri vote ,jadikan cerita ini favorite kalian
•
•
•
•
Rheva berjalan gontai saat memasuki rumahnya yang tak terlalu besar dan sederhana ,ia tinggal sendiri kedua orang tuanya telah meninggal sekitar 10 tahun yang lalu.
"hari yang melelahkan jauh juga sma gavriel academy dari rumah ku ,apa aku harus pindah tapi aku gak mau pindah dari rumah ini ,ayah telah membangunya dan ibu telah merawatnya,masa aku harus menjual rumah ini dan pindah ke sebuah apartemen oh no "guman rheva sembari menghela nafasnya.
Rheva beranjak dan menuju kamar mandinya ,ia ingin mandi ia tak tahan tubuhnya lengket akibat keringat dan setelah ritual mandinya selesai ,rheva pergi ke dapur ,ia akan memasak makan malam untuk dirinya sendiri.
"ayam pedas manis keknya enak nih" rheva mengambil ayam yang ada dikulkas dan berencana memasak namun tiba-tiba bel berbunyi yang membuatnya mengurungkan sebentar niatnya.
"aish,kenapa itu orang gak bisa sabar sedikit sih, bisa-bisa bel ku rusak"perotes rheva ia tak melepaskan celemeknya dan berjalan cepat.
"a...,hah! Kalian kenapa kesini !"
"aduh ,sayang suara mu dapat membuat ku tuli " darell menutup kupingnya akibat teriak rheva.
Sementara yang lain malah tersenyum terkecuali culbert yang menatap nya dengan tampang datar.
"selamat malam nona berta yang manis" ucap mereka bersamaan sembari membungkuk hormat.rheva menggelengkan kepalanya.
"bagaimana kalian bisa tau rumah ku ,dan kenapa kalian kesini "
"apa yang tak kami ketahui tentang kau " alvaro tersenyum lebar ,apa kalian berfikir dia mengunakan sihirnya jawabannya tidak, ia memaksa mr.james agar memberitahukan tentang rheva dan jika mr.james tak memberitahukan maka ia akan memecat mr .james simpelkan .tapi sebenarnya jordy bisa menerwang tentang seseorang namun yang jordy katakan ia tak bisa fokus karna rheva membuatnya tak fokus.
"karna kami merindukan mu ,malam ini terasa hampa tanpa mu ,lala"felix berucap seperti sedang menyanyikan lagu.rheva memutar matanya malas dan ia hanya berdehem.
"so,kalo hanya itu aku akan menerimanya terimakasih telah merindukan ku ,oke aku mau masak " ,rheva langsung menutup pintu namun itu bukan halangan bagi mereka ,mereka dapat masuk dengan mudah.
"kalian !"pekik rheva karna saat ia berbalik para tuan muda itu sudah duduk anteng di sofa rumahnya.
"kau mau masak apa ,aku lapar sudah satu abad aku tak makan "ucap runako lebay ,semua orang langsung menatapnya datar,ia hanya nyengir kuda.
Rheva mendengus lalu ia pergi kedapur ingin melanjutkan niatnya yang tertunda.
__ADS_1
Ia memasak sembari bersenandung ,namun tiba-tiba ada sebuah tangan kekar melingkar dipinggangnya yang membuat rheva terlonjak kaget.
"baunya enak ,masak apa"
"jordy kenapa kau disini ,pergi sana bersama saudara mu aku akan memasak"
"aku tak mau ,mereka menyebalkan " jordy makin mempererat pelukanya ,rheva hanya menghela nafasnya dan melanjutkan masaknya.
"kapan selesai aku lapar"
"ini sudah selesai ,sekarang lepaskan "
"tidak mau " jordy menengelamkan di cengkuk leher rheva,sampai suara deheman dan aura dingin yang tiba-tiba berada di ruangan itu.
"JORDY!!"teriak derell ,jordy langsung berdecak dan melepaskan pelukanya ,yang membuat rheva bernafas lega.
"kenapa kau mengambil peran ku ,jordy cukup aku yang mesum kau terlalu baik seperti malikat untuk bersikap mesum" cerocos darell .
"aku tak bersikap mesum kak,lagian aku menyukai rheva dia miliku aku sudah memberi tanda ku di lehernya" jordy tersenyum menang ketika melihat raut kakak dan adiknya yang menatapnya horor ,sementara rheva meraba lehernya yang sempat dijadikan sandaran untuk jordy. Karna ia tak merasakan hal apa pun dan sesuatu yang aneh rheva langsung mengambil kaca yang ada didekat lemari dapur.
"hah! Apa ini "syok rheva yang membuat semua menoleh ke reva.
"jordy apa yang kau lakukan dasar malaikat iblis ini "geram alexis.
"kan sudah kubilang aku hanya menandainya ,hemm"jordy berjalan mendekat lalu ia melihat tanda kebiruan yang tersemat di leher rheva ,lalu ia mencium leher rheva dan seketika tanda itu hilang dan tergantikan sebuah simbol berbentuk sayap berwarna putih,rheva langsung melihat lehernya kembali lalu ia tersenyum .
"wah sangat indah ,aku menyukainya" rheva tersenyum .
"ayo katanya kalian lapar ,sudahlah aku tak apa-apa ini ternyata gambar yang diberika jordy buat ku ,kalian jangan menatapnya seolah ia telah melecehkan ku ,runako kenapa matamu merah apa kau sakit mata" rheva menghampiri runako yang manik matanya berwarna coklat keemasan berubah menjadi merah .
"jordy menciummu aku tak suka ,aku juga mau menciummu ,aku marah sama jordy" rajuk runako sembari mengerucutkan bibirnya manik matanya berubah lama kelamaan berubah menjadi seperti semula.
"sudah ,aku mau makan jika kalian tak mau makan aku akan makan sendiri"rheva berjalan dan baru ia menarik kursih meja makan para tuan muda itu telah duduk anteng dimeja makan ,dan membuat rheva menggelengkan kepalanya ,namun dalam lubuk hatinya ia senang karna sudah lama ia tak merasakan makan malam bersama seseorang tiap malamnya ia sendiri tanpa ada yang menemani ,ia terdiam dalam kesunyian dan suara televisi yang mengisi kesendiriannya.
"rheva jangan melamun ,jika kau melamun aku akan tinggal bersamamu disini selamanya"felix menatap rheva sementara rheva tersenyum,ia lupa kalau felix bisa membaca pikiranya .
Makan malam terasa hangat hanya suara dentingan sendok dan garpu yang mengisi suara .rheva melihat felix yang seperti orang tak makan seabad lalu ia tersenyum jahil untuk mengerjainya.
'ah rasanya aku ingin mandi ,biasanya aku langsung membuka pakaian ku disini tapi ada banyak orang ,ah panas sekali kenapa malam ini ,ah shhhh ahh '
"uhukkk ....uhukkk" felix terbatuk-batuk karna bisa membaca pikiran rheva yang mendesah,dan membuat semua orang langsung menoleh kearahnya.
__ADS_1
"yak !rheva ,kau !"felix langsung menatap garang rheva namun yang ditatap hanya tertawa.
'ahh shhh ,aku butuh ciuman malam ini bisa kah kau mencium ku tolong siapa pun aku tak tahan ' felix menelan ludahnya lalu ia meminum air putih banyak.
"yak! Rheva jika kau membutuhkan ciuman sini ke pangkuan ku ,sini !" teriak felix sementara rheva langsung lari kearah kamarnya.
"ciuman?" beo para tuan muda lainnya.
"iya dia mendesah dan berkata bisakah kau mencium ku "
"aish aku benar-benar iri dengan mu iss, aku ingin mendengar desahannya" darell memasang wajah mesum yang membuat para saudaranya ingin melemparkan panci gosong kewajah mesumnya.
♡♡♡
Cit -cit
Cicitan burung pada pagi tak membuat delapan orang yang masih terlelap damai.
"eungh ,hah! Aaaaaa" teriak rheva saat menyadari disampingnya ada runako yang terlelap dengan kemeja yang tiga kancing atas nya terbuka dan membuatnya terlihat sexy.
Dukh
"kau berisik ,dasar wanita" Culbert menutup telinganya dengan bantal setelah melempar rheva dengan jaketnya ,dan membuat gadis itu mendengus lalu ia melihat sekelilingnya terdapat 7 pria yang tertidur tenang bagaikan seorang bayi terlihat polos ,ia sempat berfikir kenapa ranjangnya muat sampai orang 8 padahal ranjangnya hanya muat orang dua dan ini kenapa bisa muat dan mereka berjejer rapih lalu rheva membulatkan matanya karna ranjangnya berubah menjadi panjang dan lebar dan kamarnya yang sederhana berubah menjadi kamar yang mewah dan bergaya elegan.
"dimana aku ,ya tuhan ini dimana ,hey tuan muda yang terhormat bangun dimana aku ! " teriak frustasi rheva karna ketujuh tuan muda itu masih tenang tertidur lalu ia beranjak dari ranjang dan langsung menuju ke balkon kamar .manik matanya menelusuri tempat yang ia tempati sekarang ,tempatnya sekarang berbeda dengan rumahnya yang sederhana disini tempat ini bagaikan istana surga,bisa dibilang sangat indah nuansa putih dengan tanaman rambat hijau segar air mancur yang besar taman bunga yang warna-warni dan buah-buahan yang subur .sementara rumah rheva hanya sebuah rumah sederhana yang berlokasi ditengah hutan ,hanya ada pohon disekeliling rumahnya dan taman bunga kecil buatan rheva sendiri dan ayunan yang sudah rapuh.
"aku harus keluar bagaimana pun caranya" rheva menelusuri tempat ia berdiri ,kalo ia lewat pintu pasti dikunci ,lalu ia melihat liontin nya yang menyala terang liontin berwarna biru dan ditengahnya ada bunga mawar emas yang selalu bersinar jika ia membutuhkan bantuan.
"liontin ini menyala "guman rheva lalu ia merogo sesuatu di dalam sakunya dan ia menemukan sebuah kertas yang usang kertas itu bersinar seperti liontinnya ,lalu ia membaca tulisan itu dan ia langsung menghilang dan hitungan detik .
"wah ,aku pulang makasih yah liontin ku hehe,oh astaga aku harus sekolah " rheva langsung berjalan cepat memasuki rumahnya dan melakukan persiapan untuk ke sekolah.
Disisi lain para tuan mudah kesal ,marah ,dan tak bisa dijelakan mereka kesal karna rheva hilang ,bahkan alexis menghajar penjaga nya karna tak bisa mencegah rheva pergi ia ingin berangkat bersama rheva ingin sarapan bersamanya tapi itu pupus ,ia kesal padahal ini ide dia untuk membawa gadis itu ke rumahnya .
***
maaf jika ada typo dan kesalahan kepenulisan pada cerita ini.
by:indah p
TBC
__ADS_1