7 boyfriend in academy

7 boyfriend in academy
sesuatu yang janggal


__ADS_3

selamat membaca :)





"aduh kaki ku sakit ,dua hari aku lari terus karna selalu kesiangan " rheva memijat kakinya yang pegal ia berjongkok di pinggir jalan ia tak mampu berjalan lagi ia membutuhkan istirahat sebentar.


"hai ,kamu kenapa " seorang cowok menepuk bahunya rheva sontak rheva telonjak kaget dan mendongak melihat cowok itu..


"aku harus kesekolah ku,tapi kaki ku sakit rumah ku jauh untuk kesekolahan "


"kau sekolah dimana?"


"GM academy ,"lirih rheva .


"ulangi?"


"GAVRIEL MAGIC ACADEMY ,GM ACADEMY" seru rheva ,cowok tadi telonjak kaget lalu ia tersenyum dan membuat rheva tertegun .


"oh aku juga bersekolah disitu loh ,wah kenalkan namaku kennard reagan panggil aja ken ,ayo ikut bersama ku " ajak ken dan dianggukin rheva yang tersipu malu .


Ken mengendarai mobilnya sedikit cepat karna sudah kesiangan. Sementara rheva menggigit bibirnya ,ia terpanah dengan ken padahal runako jauh lebih tampan dari ken namun ia tak tertegun seperti ini ketika melihat runako.


Rheva terus melamun ,sembari memandangi wajah ken .


"oh ayolah jangan menatapku seperti itu ,aku jadi malu "ken menutup wajahnya ,sekarang mereka telah sampai di pekarangan sekolah ,rheva terkekeh dan keluar dari mobil ken diikuti ken sembari menjinjing tasnya . Ia langsung mengejar rheva dan mensejajarkan tubuhnya dengan rheva.


"kau berada dikelas mana siapa tau kita sekelah karna feeling ku mengatakan kita sekelas"


"aku tak tau karna kemarin mr.james tak sempat mengatakan dimana kelasku karna aku ditarik oleh runako "


"apa runako,dia si tuan muda itu yah aku mengenalnya lagian siapa sih yang tak mengenal dia" ken menaik turunkan alisnya .


"eh awas!"


Brakk


"huh hampir saja kalo tak kugunakan sihir ku kau akan terkena jatuhan kayu itu lagian kok bisa sih" rheva hanya membeku melihat itu ,sihir ini kah yang namanya sihir karna ia tak bisa melakukan sihir .


"kau hebat ,aku tak bisa melakukan seperti yang kau lakukan ,manakjubkan aku menyukainya keren "


"hah? Itu sihir tingkat bawah ,apakah kau tak bisa melakukan sebuah sihir" rheva tersenyum kikuk lalu ia menggeleng.


"aku baru disini,bahkan satu sihir pun belum aku pelajarin",ken menagguk lalu mereka berjalan sembari berbincang-bincang tanpa disadari ada tujuh manusia dalam mode on senggol bacok menatap rheva dan ken bersama.


"kennard mati kau "geram alvaro menatap ke punggung kennard dan rheva yang kian menjauh.


" jadi kennard menculik rheva ku yah" manik runako berubah menjadi merah dan diikuti rambut hitamnya berubah menjadi abu-abu .


"runako kau seperti kakek-kakek " culbert menjitak kepala runako karna jika ia biarkan maka hancurlah pagi yang tenangnya.


"yak kau ! ,aku sedang kesal aku tak te-..,eh mana alex dan jordy "


"felix dan darell juga kemana "alvaro menelusuri sekeliling ia tak menemukan keempat adiknya .


"palingan keruangan mr.james dan mengancam mr.james agar bisa sekelas dengan rheva" culbert berjalan mendahului alvaro dan runako yang tercengang .mereka selalu mempercayai ucapan culbert karna apa yang ia katakan kadang benar dan itu fakta ,pernah sekali ia berkata kalo kakeknya akan meninggal,dan dua hari kemudian kakeknya meninggal dunia,namun ia tak pernah menyuruh orang untuk mempercayainya karna ia tak tau kenapa itu bisa terjadi bisa saja ia hanya kebetulan.


"akh indigo satu itu ,membuat ku kesal aku juga mau sekelas dengannya dan jika tak bisa setidaknya ketika praktek dan pelajaran olahraga aku dan dia harus bersamaan" alvaro langsung lari sementara runako berjalan menuju kejalan yang dilewati rheva.


"benar kah itu hahah ,aku menyukai itu sangat menyukainya hahha" tawa rheva bersama kennard.


Grepp


"kau tak boleh menyukai hal lain selain diri ku akan kusingkirkan apapun yang kau sukai kecuali aku" runako memeluk erat rheva ,sementara rheva menjadi membeku.


"ru-runako kau kenapa bilang seperti itu"


"diam kau ,kau telah menculik gadis ku,dengar ini ken rheva milik ku ,jadi kau cari gadis lain dan jangan menatap kekasih ku seperti itu atau aku akan mencongkel bola mata mu dan kujadikan sebagai bola golf,dan aku tak pernah bermain-main dengan ucapan ku" runako mengeram dan langsung membawa rheva ke kelasnya ,ia tau dimana kelas rheva dia sekelas dengan alexis adiknya ia sebenarnya kesal karna tak bisa sekelas dengan rheva tapi ada alexis ,eh tunggu ada alexis ,alexis suka sama rheva oh tidak .


"ru-runako kau membawa ku kemana"

__ADS_1


"kekelas mu " rheva tak menjawab lebih baik ia pasrah namun ia tak nyaman akibat tatapan para gadis yang disekitar koridor sekolah.


"kau kenapa ?" runako melihat wajah rheva yang tiba-tiba menunduk dan tangannya nampak berkeringat.


"umm ,me-mereka menatap ku seakan aku adalah teroris ,bi-bisa kah kau melepas genggaman mu " runako menaikan belah alis nya lalu melihat sekelilingnya nampak para gadis menatap garang ke rheva.


"hei kenapa kalian menatap gadis ku hah! ,kalian mau ku jadikan abu apa" geram runako yang sukses membuat para siswi menggeleng ,runako itu seperti anak kecil namun ia sangat kuat ,sihirnya bahkan melebihi para guru disini tapi ia tak pernah mengamuk so banyak yang tak tau tentang ini .


"nah rheva ,kita sudah sampai dikelas mu"


"oh terimakasih runako " runako tersenyum dan mengelus surai hitam milik rheva ,dan beranjak pergi rheva hanya memandangi punggung runako yang kian menjauh.


"rheva! Kita sekelas liat yah kalian semua aku sekelas dengan rheva " alexis langsung memeluk rheva dan tersenyum lebar ,tapi berbeda dengan keempat kakak nya yang menekuk wajahnya.


"aku ingin turun kelas" rajuk alvaro dia berada di kelas sebelas bersama yang lainnya ,sementara alexis berada dikelas sepuluh karna ia yang termuda .


"alvaro kenapa ingin turun kelas "


"aku ingin duduk bersama mu ,huwaa" alvaro memeluk rheva Seakan-akan rheva akan pergi meninggalkan dia,rheva kewalahan melihat sifat alvaro dan berusaha menenangkan pria itu.


"itu bukan kakak ku ,kakak ku tak lebay" jordy bergidik dan langsung pergi diikuti felix dan derrell.


"dasar adik kurang gizi!" pekik alvaro dan mengejar ketiga adiknya rheva tertawa melihat tingkah alvaro ke adik-adiknya .


'hemm kalo aku punya kakak atau adik pasti menyenangkan ' batin rheva .


"aku tak bisa menjadi kakak atau adik mu aku akan menjadi kekasih lalu menjadi suami mu" alexis mengusap pucuk rambut rheva ,ia menahan tawanya karna pipi rheva bersemu merah .


"ka-kau bisa membaca pikiran ku ?"


" yaps ,bukan kak felix aja bisa membaca pikiran,aku juga bisa "


"jadi tadi malam ka-kau bisa mendengarnya" alexis tersenyum dan mengangguk ,rheva langsung melotot dan menutup wajahnya .


"alexis lupa kan itu aku cu-cuma mau mengerjai felix"


"tapi sayangnya desahan mu tak bisa kulupakan " alexis berjalan memasuki kelasnya dan rheva membeku dengan wajah merah semerah udang rebus.


♡♡♡


"oh ,aku mau ketoilet " alexis mengangguk dan melanjutkan obrolannya dengan temannya.


Ditoilet ~


Rheva keluar dari bilik toilet dan mencuci tanganya.ia melihat pentulan dirinya sembari tersenyum.


Byurrr


"ah ,siapa yang menyiram ku!" pekik rheva seragamnya basah semua akibat air .


"aku kenapa gak suka!"


"siapa kau !"


"oh kau tak mengenalin ku yah ,kenalin nama ku celena tany kekasihnya runako" celena mengatakan itu dengan penekanan disetiap kataanya.


"jadi apa urusannya dengan ku"


"urusanya dengan mu adalah kau gadis miskin yang selalu berdekatan dengan runako ,kau gadis jalan yang hanya akan mengejar uang nya saja. Oh tidak para saudaranya juga kau dekatin huh!"


"jaga ucapan mu walau aku gadis kelas menengah tapi aku punya harga diri ,dan kau jangan menyimpulkan tentang diri ku" rheva menatap marah ke celena .


"kau yang jalang penampilan mu telah menyatakan bahwa kau jalang ,you bitch!" teriak rheva karna ia tak terima di katakan jalang ,karna penampilan celenalah yang mirip dengan jalang dengan memamerkan belahan dadanya dan make up yang tebal.


Plak!


"kau! akan ku bunuh kau!" rheva memegang pipinya yang terasa perih ,ia menyeka darah di sudut bibirnya tamparan celena sangat kuat ,rheva hanya diam ia tak ada tenaga akibat belum sarapan tadi pagi.


"kenapa diam sakit hemmm" celena memegang dagu rheva dengan tatapan meremehkan .


Dugh


Celena mendorong rheva hingga kepalanya terhempas ke diding dan mengeluarkan banyak darah ,rheva ia hanya menangis kepalanya sakit sekali ia tak mampu berdiri .

__ADS_1


"oke bye ,aku sudah puas melihat darah mu yang keluar ,dan pergilah kau dari sekolah ini" celena meninggalkan rheva yang tengah memengang kepalanya yang berdenyut hebat. Rheva berusaha berdiri dan melihat pantulan dirinya yang kacau darah dikepalanya ,namun dia sedikit terkejut kenapa matanya berubah menjadi biru terang ,ia ingin keluar dari toilet tapi ia tak membawa baju ganti ia takut melihat dirinya sendiri .


"liontin bisa kah kau memberiku sebuah baju" rheva melihat liontinnya yang tiba-tiba menyala lalu cahayanya berubah menjadi besar dan sebuah baju berada didepan rheva.rheva tersenyum walau ia tak bisa melakukan sihir tapi liontinnya bisa melakukan keajaiban atau sebuah sihir.


Rheva segera menganti bajunya menjadi baju yang baru,ia mengelap darah yang ada di dahinya namun darah itu tak kunjung berhenti .


"aku harus ke ruang kesehantan ,dan meminta p3k agar darahnya berhenti"rheva langsung pergi ia harus menahan pening yang luar biasa .


Disisi lain ketujuh para tuan muda sedang mencari keberadaan rheva ,entah kenapa mereka merasakan firasat buruk.


"rheva dimana lex"


"sudah ku katakan dia ketoilet "


"darrell terawang rheva "


" sudah kuterawang namun hasilnya nihil"


Mereka bersikap frustasi ,lalu dari kejauhan rheva berjalan sembari memegang kepalanya tanganya penuh darah .


"rheva!" culbert langsung lari kearah rheva diikuti oleh lainnya.


"aduh kenapa malah ketemu sama para tuan muda itu ,aish aku harus berbalik yaps ,aku harus berbalik " rheva langsung berbalik namun tertahan oleh culbert yang menatapnya khawatir.


"kau! ,ceroboh sekali"culbert melepas kan gengamanya dan pergi .


"astaga ,ada apa dengan mu " jordy langsung memegang wajah rheva ,manik rheva tampak asing di mata jordy namun sentuhanya tetap sama .


"kau siapa?" tanya runako yang melihat reva yang berbeda maniknya yang berubah biru terang ,rambutnya yang berubah menjadi coklat dan diujung rambutnya berwarna emas .


"iya kau siapa ,dan kenapa wajah mu mirip dengan rheva ku" felix melihat rheva secara teliti.rheva hanya menatap senduh ia saja tak mengenal dirinya namun jordy mengenalnya .


"dasar bodoh ,dia rheva " alexis langsung mengelap darah yang hampir mengering dipelpis rheva.


"tenang aku mengenal mu kepala mu sakit yah ,aku akan menyembuhkan mu " alexis langsung memegang luka itu dan ia seperti membacakan suatu mantra lalu perih dan pening di kepala rheva menghilang luka nya tak ada lagi ,ia memegang kepalanya dan tersenyum karna kepalanya sembuh.


"terima kasih alexis" alexis mengangguk ,jordy menatap itu ada sedikit rasa iri dan cemburu tapi ia melihat ada seberkas cahaya di balik baju rheva.


"tunggu apa itu " tunjuk jordy semua menatap ketunjukan jordy ,darell langsung melotot dan memukul kepala jordy.


"yak ,dasar mesum kau "


"iya dasar apa kau sering membaca majala dewasa"


"oh ayolah adikku jordy ,kenapa kau jadi mesum sekarang"


"hey kau kembaran tak mirip dengan ku ,kenapa kau menunjuk dadanya"


"kau bosan hidup yah jordy!"


Jordy hanya menghela nafasnya saudaranya memang selalu negatif thingking jelas-jelas ia menunjuk cahaya didada rheva bukan menunjuk dadanya rheva .


"seterah kalian" dengus jordy, rheva langsung menutupi cahaya itu ,karna liontinnya masih bercahaya.


"ah anu ,rheva kenapa manik mata mu berwarna biru terang aku tak menyukainya aku menyukai warna yang dulu "


"iya apa kau habis mewarnai rambut mu"


"aku tak tau ,ini terjadi dengan sendirinya maaf aku butuh sendiri " rheva langsung berbalik ia lari entah kenapa ,para tuan muda hanya membeku .


"dia kenapa ,ada yang tak beres"


"aku tak bisa membaca fikiranya "


"ada sesuatu yang menutup dirinya apa cahaya tadi," jordy menatap punggung rheva yang kian menjauh.


"cahaya apa?" runako mengaruk kepalanya yang tak gatal.


***


kasih like ,vote dan dukungannya yah.


jika ada typo ato kesalahan kepenulisan ,autor minta maaf.

__ADS_1


by:indah p


TBC


__ADS_2