
Ki rajo Lintang hanya tersenyum masam karna merasa canggung dgn ke adaan yang sekarang .
" baiklah nak , " lagi lagi perkataanya terpotong oleh tatapaan membunuh para pengawal prajurit , dan tentu itu membuat nadia ke heranan dan dgn cepat menoleh ke arah yang di tatap ki rajo ,, sesat sebelum nadia melihat ke arah yang ki rajo tatap , para prajurit dgn cepat mereka merubah ekspresi dan tatapan mereka ..
" waaah ,, suasana di si ni begitu tenang yah , yah ,yah " ucap salah satu prajurit
" ya kau benar sekali hem.. " beles prajurit lainya ..
ki rajo hanya tersenyum kecut sembari melanjutkan perkataan nya yang sempat terpotong tadi
" baik lah saya akan antarkan anda ke kediaaman yang ada di perguruaan ini , mari ikuti saya " ucap ki rajo sambil membingbing putri nadia .
" dan besok anda bisa langsung mengikuti ujian atau mau langsung menjadi murid salah satu guru di sini jadi murid saya juga boleh " berkata ki rajo dgn penuh harapan ..
" akan saya pikirkan ki " blas nadia sambil tersenyum khasnya .
tak perlu menunggu lama sampailah mereka di suatu pondok sederhana namun bagus ..
dan ki rajo pun berpesan bahwa di perguruan ini di larang adanya prajurit atau pun pelayan demi kesenjangan atau kesederajataan .
__ADS_1
Putri nadia pun mengangguk paham dan menyuruh para pelayan dan prajuritnya untuk kembali ke kerajaan besok .
**
Tak terasa malam pun tlah tiba dan kala itu nadia sedang membaringkan tubuhnya...
tak lama kemudian ia bangkit dari acara berbaringnya karna mendengar suara aneh dari luar pondok ..
" seeeet .. jangan nyenggol nyenggol donk , "
" geseran dikit aku juga mau lihat "
" siapa yang bilang "
Dengan mengendap endap, sapu di tangan , siap unutk keadaan apa pun yang terjadi nanti nadia dengan cepat membuka pintu dan melemparkan sapu sambil berteriak ..
" Tukang intip mesum sialan "
terkejut seterkejut kejutnya ketika mereka sang pengintip mendapati sesuatu yang terbang menuju wajah nya ...
__ADS_1
" Aaaaaaaaaaaaaaa pan tuh " teriak mereka serempak
" bak "
" adu diduduh " dengan hidung yang mimisan salah satu dari mereka berdiri
" siapa kalian berani nya mengintipku " ucap nadia kesal ..
" ahahaha , maaf tuan putri , maaf kan hamba , hamba hanya ikut ikitan " ucap salah satu dari mereka ,
" tpi sama saja kan ngintip " bales yang satu nya .
" benar juga ya " balesnya ..
" Cukup ,, dasar kalian sialan ,, enyahlah dari sini krana aku lelah " berkata nadia mengentikan perdebatan mereka dan langsung masuk ke kamarnya ..
" kamu sih dam pake ngajak ngintip segala , ancur sudah imej ku di depan putri " ucap salah satu dari mereka yang tidak lain adalah jimi .
" eeeekh , ko aku yang di salahin ya " bales adam tersenyum kecut
__ADS_1
" sudahlah mari kembali ke pondok "