
[ Season 1 ] Arc 1 - Elves
^^^[ Ishiki Hajime POV ]^^^
"Hutan Agung Elves Bagian Timur sudah hancur?!" Aku terkejut dengan fakta itu.
Seminggu terlewat sejak kami tiba di Istana Kekaisaran. Dan disini, Saat aku sedang beristirahat, Sang Putri, Elinasse tiba-tiba mendatangi ku dan memberitahu bahwa pasukan Raja Iblis sudah mulai menginvasi Benua Kindfa. Dimulai dari Hutan Agung Elves dan kini, ada kabar burung yang membicarakan tentang Kerajaan Dwarves juga diserang.
"Aku tak menyangka bahwa Pasukan Raja Iblis bergerak secepat itu. Mungkin, kita harus mempercepat kecepatan Latihan kita." Usul ku setelah mendengar kabar itu.
"Benar Tuan Pahlawan. Dengan berat hati, aku harus meminta kalian untuk secara cepat Menaikkan Level dan melawan Penjajahan dari Pasukan Raja Iblis " Balas Elinasse secara ragu.
Bagaimanapun, Walau Para Pahlawan telah diberkati 3 Skill Spesial dan Efek Double Exp dari Gelar Hero. Kami tak dapat bisa secepat itu untuk menjadi sangat kuat.
"Apakah ada jalan pintas?" Tanya ku pada Tuan Puteri Elinasse
"Itu-.. ini adalah cara yang tak ingin ku gunakan. Tapi, ada suatu cara yang bisa membuat kalian semua naik Level dengan cepat.." Balasnya walau enggan
"Apa itu..?"
"Itu..., Memasuki Dungeon yang ada disamping Istana" Lanjut nya sambil menunjuk suatu arah.
"Dungeon?"
__ADS_1
"Ya, Dungeon sangatlah Efektif untuk menaikkan Level. Tapi, resiko terburuk yang bisa terjadi didalam Dungeon adalah.. Kematian..!" Ucap Elinasse seakan menakuti kami.
Aku paham alasannya saat mengatakan Kematian adalah Resikonya. Semenjak kami datang kesini. Beberapa kali aku mendengar Tuan Putri Elinasse memohon agar Pelatihan yang kami laksanakan sekarang tidak terlalu ketat. Karena bagaimanapun, Dia pikir tak adil jika menyeret orang yang tak ada hubungannya sama sekali dengan peperangan tanpa belas kasih ini.
Tapi sekarang, hal itu tak lagi penting. Semenjak kami setuju dan datang ke dunia ini. Aku sudah paham resikonya. Walau memang ada beberapa yang akan menentangnya. Tapi aku akan tetap terus berjuang sendiri!
Demi orang-orang yang berharap kepada kami, Serta Dewi Alhena yang sudah menundukkan kepalanya kepada kami. Aku takkan mengecewakan nya! Untuk itu-
"Aku akan melakukannya! Bahkan jika Kematian Adalah Resikonya!!" Teriakku kepada Elinasse.
.....
Disuatu tempat, Di 2 Hari yang lalu. Sebuah hutan terbakar hebat. Beberapa area nya sudah menjadi ladang tandus, Dan banyak mayat hewan yang tergeletak bagaikan Area kematian.
'Swoshh--!
Panah angin muncul dan membuat sebuah pusaran bagaikan Drill. Dengan kecepatan yang tak dapat diikuti mata, Serangan itu langsung menuju Virgo. Tapi, sama seperti sebelum nya. Serangan itu sama sekali tak berdampak kepada nya.
"Sialan!!" Kesal nya dan menggigit bibir nya sedikit.
Dibelakangnya, sebuah tumpukan hitam terlihat. Itu masih baru dan mengeluarkan asap yang beraroma gosong. Dan identitas asli dari tumpukan hitam itu adalah, Mayat para Elf yang sudah terpanggang dengan Api Naga.
Disaat Rifhlay menolak untuk membiarkan salah satu Prajurit nya untuk kabur dan memberitahu Pasukan Inti. Ada beberapa prajurit yang ketakutan dan memilih berlari daripada menghadapi Malapetaka terburuk didepan nya.
__ADS_1
Tapi, hal itu adalah kesalahan. Dengan tanpa aba-aba sama sekali..-
'-Swoshhh!!!!
Sebuah kobaran api berwarna merah tiba-tiba datang dan memenuhi pandangan mata.
Sesaat setelah nya, yang mereka lihat hanyalah abu hitam serta aroma gosong yang sangat khas.
"U-uahhh!!!!!!!!!"
"Ti-tidakkk-!!! Jangan Bunuh Akuu-!!"
Keputusasaan meningkat dan moral Prajurit menurun drastis. Bahkan untuk Rifhlay yang merupakan Jendral Elf terbaik. Dirinya tak dapat menyakinkan pasukannya untuk tidak panik.
Dengan itu, pada akhirnya.. semuanya terhapus habis.
"Ti-tidakk..!! Jangan--! Tidak mungkin!! Hentikann---!!!"
'SWOSHHHH!!!!!
"SIALAAANNNNN-!!!!!!!!!!!!!" Teriaknya Putus Asa.
...****************...
__ADS_1