Aku Bersyukur Memiliki Nya

Aku Bersyukur Memiliki Nya
episode 05


__ADS_3

Hari ini kedatangan temen lama yang berkunjung kerumah sekedar silaturahmi bercerita hal hal yang ringan,


Istri temenku tiba2 nyeletuk, duh mas teja itu gucinya kok pecah sayang bgt katanya.


Ya mba itu kesenggol anakku si torik kmrn maen bola dalam rumah begitu kujawab singkat.


Seakan akan di bukakan bahan obrolan akhirnya dia melanjutkan ceritanya bahwa kemarin vas bunganya dirumah pecah di mainin sm anak tetangganya, dengan muka yang terlihat kesal dia bercerita kronologi pecahnya vas bunga dengan kesimpulan dia jengkel, marah, bete tapi tak berani mengungkapkan sama orang tua si anaknya.


Dan terakhir dia bilang, aku tuh keselll bgt mas udah vas bungaku di pecahin makanan dirumah jg diabisin, apa orang tuanya gak ngajarin etika yah mas sm anak2nya.


Aku Cuma senyum tanpa menjawab untuk berkomentar lagi


aku faham betul dengan kekesalannya terlebih barang yang dirusak adalah barang kesayangan pribadi.

__ADS_1


Anakku dua, perempuan dan laki2 


Anak laki2 memang tidak seperti perempuan yang kebanyakan kalem nya, begitu juga anakku torik apa aj di mainin bahkan ajaib banget tingkah lakunya.


Tapi untuk hal yang sdh melebihi batas aku tak pernah toleran kepadanya karena buatku anak anak adalah cerminan orang tuanya.


Apalagi ketika kita akan bertamu aku sangat ketat banget ngajarin anak anakku bagaimana ADAB BERTAMU terlebih saat kita di suguhin makanan maka ambilah hanya untuk mencicipi sebagai tanda menghargai sang punya rumah dan GAK BOLEH BERLEBIHAN


Jujur Rasa kesal aku suka semakin sulit direm kalau ada orangtua dengan wajah sok polos mengatakan “Duh, maklum ya namanya juga anak-anak… biasa mereka seperti itu.” Asli deh, aku nggak bisa maklum dan aku nggak mau maklum, karena itu sama aja membiarkan seorang anak tumbuh dengan perilaku yang salah, dan dia tidak tahu kalau itu salah.


Aku sama istriku memang terbalik banget , aku bawel bgt sementara istriku cenderung lebih kalem.


Aku memang agak galak sm anak anak dibanding mamanya bukan apa apa hanya untuk menyeimbangkan kondisi dirumah.

__ADS_1


Aku pernah lihat anaknya sepupuku, yang besar usia 8 tahun dan adeknya 6 tahun. Setiap kali yang bungsu tidak mendapatkan apa yang diinginkan, maka ia akan menendang ayahnya atau menjambak ibunya atau menampar wajah kakaknya. Pernah hal ini terjadi beberapa kali di depan aku, dan otomatis ekspresi wajahku langsung berubah. Kayaknya ibunya tahu sih kalau aku kesal banget. Si ibu langsung membela si anak sambil mengatakan “Maklum ya, namanya juga anak umur 6 tahun.” 


Well, banyak anak usia 6 tahun yang aku kenal sih nggak melakukan hal itu. Buatku anak berlaku kasar itu bukan untuk dimaklumi namun wajib diperbaiki.


Pernah juga Aku melihat mereka ditegur atau diajak bicara oleh orangtuanya maka akan pura-pura nggak dengar? Atau sengaja berteriak atau mengeluarkan suara-suara dengan kencang untuk mengalahkan suara orangtuanya. Bagi aku perilaku seperti itu sama sekali nggak lucu. Saat orangtua berbicara atau menegur pastilah ada hal penting yang ingin disampaikan. Jadi membiarkan anak bersikap seperti itu hanya membuat dia berpikir bahwa ucapan orangtua memang tidak penting untuk diperhatikan.


Jadi buatku gak ada istilah 


“ NAMANYA JUGA ANAK ANAK “ ATAU " 


" MAKLUM YAH NAMANYA MASIH KECIL “


Buat aku pribadi, saat anak salah dia tetap perlu ditegur dan diberitahu apa kesalahannya dan bagaimana yang benar. Jangan kita meminta orang lain memaklumi hal-hal tersebut. Nggak mau kan kalau si kecil tumbuh dengan perilaku yang salah

__ADS_1


__ADS_2