
"Sial aku akan terlambat..."
Drap... drap... drap... suara langkah kaki
Namaku meisan , usiaku 20 tahun hari ini adalah hari pertama aku bekerja . Bagaimana bisa aku terlambat
"Hoshh.. hosshh.. hosshh.. untung tepat waktu" kata meisan sambil terengah engah
Pipp.. suara alat pendeteksi sidik jari
"Fuaahhh.. akhirnya sampai juga" kata meisan sambil duduk dikursinya
"Hei meisan.. kau terlambat di hari pertamamu bekerja"
"Itu tidak benar kak.. aku datang tepat waktu kok" kata meisan
"Hahaha.. tenanglah tidak ada yang akan memarahimu kalau terlambat"
"Itu memang benar.. tapi mereka akan memotong gajiku jika aku terlambat" kata meisan
"Kau menghapal seluruh peraturan di perusahaan ini ternyata"
"Tentu saja" kata meisan
Semenjak ibuku meninggal dunia dan ayahku pergi meninggalkan aku demi menikah dengan wanita lain , aku tinggal bersama dengan nenek dan kakakku . Yah kakakku sudah bekerja , aku tidak mungkin tinggal diam dirumah saja kan
"Meisan tolong bantu disini"
"Baik kak" jawab meisan
Meskipun pekerjaan ini terlihat melelahkan , tapi aku akhirnya bisa menghasilkan uangku sendiri
Satu bulan telah berlalu
"Akhirnya gaji pertamaku...." kata meisan dengan wajah senang
__ADS_1
Aku pulang dengan wajah senang dan penuh dengan lelah , sesampainya dirumah
"Bagaimana pekerjaanmu ?" kata nenek meisan
"Sangat melelahkan.." jawab meisan
"Lalu bagaimana dengan gajimu ?" kata nenek meisan
"Hehehe.. ini dia gaji pertamaku.." jawab meisan sambil menyerahkan amplop
Nenek meisan membuka amplop dan menghitung uangnya
"Apa ini.. berapa gajimu ?" kata nenek meisan
"Itu gajiku.. aku sudah menyimpan sebagiannya" jawab meisan
"Sudah besok kau tidak perlu bekerja" kata nenek meisan
"Tapi nek.. aku masih ingin bekerja" jawab meisan
Meisan hanya terdiam menahan tangisan
"Sudahlah.. mulai besok kau tidak perlu bekerja lagi.." kata nenek meisan
Meisan menangis dalam diam dan hanya bisa pasrah dengan keadaan
Keesokan harinya ditempat kerja
"Kak pian , aku ingin berhenti bekerja" kata meisan
"Mengapa begitu tiba tiba ? ini baru sebulan ? apa ada orang yang mengganggumu ?" jawab kak pian
"Tidak kak , semua orang disini sangat baik . Hanya saja nenek saya tidak membolehkan saya bekerja" kata meisan
"Apa alasannya ?" jawab kak pian
__ADS_1
"Kata nenek gaji saya terlalu sedikit , saya dilarang bekerja lagi" kata meisan
"Haahh.. kau baru bekerja dan ingin mendapatkan gaji yang tinggi ? sungguh kakak tak habis pikir" jawab kak pian
Meisan hanya menundukkan kepala sambil menyerahkan surat pengunduran dirinya
"Maafkan saya kak dan terimakasih" kata meisan sambil berjalan keluar
"Tunggu...." jawab kak pian
"Ada apa kak ?" kata meisan
"Kau sudah seperti adikku sendiri , kalau ada apa apa katakan saja pada kakak . Jika kau ingin bekerja lagi maka katakanlah pada kakak" jawab kak pian
"Itu tidak akan pernah terjadi kak , nenek sudah menyuruh saya untuk tidak bekerja . Saya hanya bisa menurutinya" kata meisan
"Sudahlah , jangan khawatir.. kalau begitu maukah kau ku kenalkan dengan teman kakak ?" jawab kak pian
"Ayolah.. berhenti menjodohkanku.. aku masih berumur 20 tahun , aku masih ingin menggapai cita citaku" kata meisan
"Hahaha.. cobalah berkenalan dengan dia.. kakak sudah memberikan nomormu padanya" jawab kak pian
"Geezz.. ya sudah aku pergi dulu.." kata meisan
"Baiklah hati hati adik kecilku" jawab kak pian
Meisan menutup pintu dan pergi dari ruangan itu
"Haaaahhhh" suara helaan nafas
Ting... suara notifikasi
"Apa kau yang disebut adik kecil oleh pian ?"
"Baru saja dibicarakan orang itu langsung mengirimi pesan singkat" kata meisan dalam hati
__ADS_1
Meisan hanya mengabaikan pesan itu dan pulang ke rumahnya