
"Tring" suara notif ponsel
"Meisan kalau aku ajak kamu jalan , kamu mau gak ?" kata fandi
"Jalan kemana ?" jawab meisan
"Kemana ya ? kamu mau pergi kemana ?" kata fandi
"Terserah kamu.. kamu mau pergi kemana lo ?" jawab meisan
"Kalau begitu kita ke pantai yuk" kata fandi
"Ayo" jawab meisan
"Emang kamu dibolehin keluar gitu ?" kata fandi
"Boleh aja kalau ijin mah.. kalau gak ijin ya gak dibolehin" jawab meisan
"Oalaa" kata fandi
"Iyah.. emang kesini kapan ?" jawab meisan
"Habis lebaran" kata fandi
Aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengannya , kenapa waktu tidak berputar dengan cepat . Rasanya sangat lama
__ADS_1
Hari yang ditunggu telah datang , betapa tidak sabarnya aku menunggu dia datang . keluar masuk rumah seperti orang gila saja , hmmm mungkin dia tidak datang . Aku pasrah saja dah... pikirku , tak lama kemudian dia datang , sesenang itu aku.. dia berkenalan dengan nenek dan kakakku , setelah berbincang bincang begitu lama . Aku kemudian meminta ijin untuk keluar bersamanya , nenekpun memberikan ijin padaku...
Kita pergi ke makam ibuku yang letaknya di kota S , agak jauh dari tempat tinggalku saat ini . dalam perjalanan kami banyak berbincang bincang , sayangnya karna suara bising kendaraan aku jadi tidak mendengar apa yang dia bicarakan .
Setelah kita sampai di makam ibuku , kami membacakan doa untuk beliau , air mataku tertahan mengingat kenangan bersama ibuku saat beliau masih hidup . Dalam hatiku berkata "ma , disebelahku ada seorang laki laki yang aku suka . Apakah mama setuju ? dia orang yang baik , dan aku suka sama dia . Tidak tau apakah dia suka denganku atau tidak"
Setelah membacakan doa , kami pun lanjut berjalan jalan mencari makan disebuah tempat . Sebenarnya dia ingin mengajakku ke pantai , namun karna dia salah jalan jadi kami pergi ke sebuah taman . Disana kita makan bersama
Aku pun menceritakan masa laluku kepadanya , dia mendengarkan ku dengan baik , setelah kita makan makan dia mengajakku kesuatu tempat . Dan kita duduk berdua disitu , kami bercanda ria , tiba tiba dia memegang tanganku dan berkata
"Maukah kamu jadi calon istriku ?"
Aku langsung tertawa , bukan karna tertawa dengan pengakuannya . tetapi karna aku bahagia , seketika aku memegang tangannya dan mengatakan
dia pun menjawab
"Iyah aku menerimamu apa adanya"
Aku hampir meneteskan air mata , seketika itu aku menjawab
"Kalau memang seperti itu , ayo kita jalani bersama , susah dan senang kita nikmatin bersama"
dia tersenyum dan mencubit hidungku sambil berkata
"iyah sayang"
__ADS_1
Aku hanya tersenyum , dan melihat jam sudah menunjukkan pukul 5 sore . Aku meminta dia untuk mengantarkanku pulang , akhirnya kita memutuskan untuk pulang . dalam perjalanan pulang , aku menggonceng dia . Memang susah mengendarai sepeda motor laki , aku hanya berjalan pelan pelan saja
"Ini kapan sampainya jika berjalan seperti ini ?" kata fandi
"Hahaha gak papa pelan pelan , yang penting selamat" jawab ku
"Udah mingir... minggir... biar aku yang bonceng" kata fandi
"Ndak nanti kamu capek , biar aku saja yang bonceng" jawabku
"Ndak2.. dah ayo sini aku aja yang bawa" kata fandi
Aku meminggirkan sepeda motor ke tepi jalan dan turun , saat itu juga kita bertukar posisi . Dia mengendarai sepeda dangan begitu cepatnya , melewati jalan yang belum pernah aku lewati
"Kenapa lewat sini ?" tanyaku
"Biar cepet sampai" jawab fandi
Perjalanan memakan waktu 2 jam . Kita sampai dirumahku pukul 7 malam , seperti biasanya nenek menghawatirkanku dan bertanya kita pergi kemana saja . Dia singgah dirumahku untuk sebentar dan aku memberinya minuman hangat , sembari menceritakan tentang apa yang terjadi tadi . Aku takut terhadap reaksi nenek apakah nenek setuju atau tidak , tapi ternyata nenek menyetujuinya dia bilang
"Kalau kamu dan dia sama sama suka , nenek setuju . Nenek gak akan menghalangi kalian , kalian yang menjalaninya . Kalau dari penglihatan nenek , dia orangnya baik , tapi tergantung kamu dan dia saja bagaimana . Kalian sudah sama sama dewasa"
Aku tersenyum , baru kali ini nenek menyetujui perasaanku dan mengijinkanku menjalin hubungan dengan seorang laki laki dan itu adalah dia . Dia orang pertama yang mampu membuat hati nenekku luluh
Melihat jam sudah pukul 8 malam dan dia meminta ijin untuk pulang
__ADS_1