AKU BUKAN LAGI MENJADI SATU-SATUNYA

AKU BUKAN LAGI MENJADI SATU-SATUNYA
Part 3 : (Kencan pertamaku)


__ADS_3

Setibanya dipantai sore itu, aku dan wira sangat menikmati suasa pantai, wira selalu menggandeng tanganku dengan sangat erat sembari menyusuri pinggir pantai...


Aku dan Wira terlalu menikmati sore itu sampai kita tidak sadar bahwa matahari semakin gelap, (Wira mengajakku pulang)...


W : "Sayang pulang blom?nanti sampai rumah kemalaman" (seru wira waktu itu)


D : "Iyaudah ayo" (sahut ku dengan wajah yang cemberut)


W : "Yaudah 10 menit lagi aja biar gak cemberut" (seru wira sambil mencubit dagu ku)


D : Aku tak menjawab apapun, aku hanya menatapnya dan memberikan senyuman manis untuknya (sambil memeluk dan bersandar di pundak)...


Detik demi detik pun berlalu, ingin rasanya saat itu aku mengehentikan dunia agar aku bisa terus bersama wira, aku ingin menikmati masa pacaran kita seperti pasangan yang lain tapi. . . (inilah resikonya menjadi kekasih prajurit harus siap ditinggal tugas) huufffttt yaudahlah sabar aja dulu...


Ditengah perjalanan pulang waktu pun sudah sangat gelap (jalanan keluar pantai sangat sepi),Tiba-tiba saja Wira meraih kedua tanganku dan menempelkan tanganku di badanya (aku memeluk wira) hehe...


Disepanjang perjalanan aku tidak mau berbicara dengan wira, aku hanya mau menikmati pelukan terakhir sebelum wira kembali ketempat dinasnya, menikmati masa-masa dibonceng wira,menikmati masa-masa dimainin tanganya pas di lampu merah hehe (pokoknya pacaran gonceng motor itu syahdu)...


Beberapa jam berlalu akhirnya kita berdua tiba di depan kost, Aku sengaja tidak langsung turun dari motor (aku masih ingin berdua dengan wira) kataku dalam hati waktu itu, Mungkin Wira mengerti gimana perasaanku waktu itu, sehingga Wira membiarkan aku memeluknya sampai aku bener-bener puas, setelah beberapa menit wira pun membalikan badanya (melepas helm) dan berbicara denganku...


W : "Mau dianterin kemana tuan putri" (sambil memegang kedua pipiku dengan tersenyum)


D : "(Aku diam dan menggelengkan kepalaku)" ingin sekali aku bilang gak mau kemana mana, cuma mau denganmu..


W : "Malam ini mas pulang dulu, kan seharian udah nemenin tuan putri, besok waktunya mas buat keluarga, lusa masa cuti mas kan sudah berakhir" (sambil memegang pundaku dan mencubit hidungku)


D : "Aku gak bisa ngomong apa-apa kecuali meneteskan air mata dan menganggukan kepalaku"


(sekali lagi wira mencium keningku dan memelukku)...

__ADS_1


Singkat cerita waktupun semakin gelap, jam tanganku menunjukan pukul 22.00 Wib, aku langsung melepaskan pelukan wira...


D : "Pulanglah mas, waktu sudah malam, nanti ibu khawatir denganmu" (seru ku ke wira sambil menangis)


W : "Yaudah Mas pulang ya, jangan nangis lagi, sampai rumah mas telp" (jawab wira sambil memelukku) aku hanya mampu tersenyum dalam tangisku...


Setelah itu Wira bersiap-siap pulang dan menyalakan motornya...


Beberapa menit berlalu (aku rasa Wira sudah sampai rumah) dan benar ponselku berdering ada panggilan masuk dari Wira yang mengabarkan bahwa dia sudah sampai rumah, malam itu aku dan Wira hanya berbicara singkat melalui telp, aku tau malam itu Wira lelah sehingga aku langsung menyuruh Wira istirahat dan Wira pun meng-iyakan permintaanku...


Keesokan harinya seperti biasa bangun tidur aku membuka ponselku, namun pagi ini beda dengan sebelumnya (tidak ada pesan apapun dari Wira), aku menunggu hingga siang hari namun masih saja Wira tidak memberi kabar untukku begitu sebaliknya aku (karena biasanya wira yang ngechat duluan), hingga malam hari aku masih menunggu kabar dari Wira (mungkin wira sedang bersama keluarganya) pikirku positif waktu itu...


Sembari menunggu pesan dari Wira, aku merasa ngantuk dan mempersiapkan diri untuk tidur, namun tiba-tiba saja ponselku berdering ada panggilan masuk dari Wira ...


W : "Hallo.. udh tidur sayang?maaf aku gak ngabarin seharian karena aku ngabisin waktu sama keluarga..(seru wira dengan jelas)


D : "Hallo..iya ini udah siap2 mau tidur" ada apa mas? (Jawabku dengan nada datar)


D : "Iya mas aku anterin, besok pagi2 aku kerumah" (jawabku singkat)...


karena malam itu sudah tidak ada pembahasan lain aku pun berusaha mengakhiri pembicaraanku dengan wira.....


D : "Aku udh ngantuk mau istiraht biar besok gak kesiangan mas" (seru ku waktu itu)


W : "Yaudah selamat istirahat sayang,mimpi indah dan smpai jumpa besok pagi" (jawab wira sambil memberikan kecupan melalui telp)...


Tak lama kemudian aku mematikan telpnya namun aku tidak langsung tidur (sesuai alasanku ke wira tadi) melainkan aku menangis sepanjang malam, aku takut setelah wira kembali berdinas wira akan melupakan aku bahkan akan menduakan aku dengan wanita lain...


Semalaman berlalu aku menangis dan suara ayam pun sudah mulai berkokokan, aku mandi dan mengambil air wudhu untuk sholat subuh kemudian langsung berangkat kerumah Wira (karena wira terbang jam 8 pagi)...

__ADS_1


Beberapa jam berlalu, aku tiba dirumah wira, seperti biasa kedua orangtua wira menyambutku dengan baik, karena mengejar penerbangan wira aku pun disana hanya istirahat sebentar sembari menunggu wira mengikat sepatu (pdl)...


Disepanjang perjalanan aku dan wira tidak banyak bicara, aku hanya fokus memeluk wira begitu sebaliknya wira yang fokus menyetir...


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 1 jam kita pun tiba di bandara, Wira melepaskan helmku dan menggandeng tanganku berjalan menuju pintu keberangkatan, Setibanya didepan pintu keberangkatan Wira melepaskan gandenganya dan memandangku begitu dalam kemudian memelukku dengan sangat erat dan berkata ...


W : "Jaga diri baik2 ya selama mas tinggal tugas, tunggu mas disini tahun depan" (seru wira sambil memelukku), Aku tak menjawab sepatah katapun, aku hanya menangis dipelukan wira (huuffftt dasar cengeng) gurauan wira kepadaku...


Perlahan wira melepaskan pelukanya dan mengulurkan tanganya (bersalaman denganku), langkah demi langkah wira pun meninggalkan ku...


Setelah Wira masuk keruang tunggu akupun tidak langsung keluar melainkan aku menunggu diluar sampai benar2 pesawat yang ditumpangi Wira terbang, setelah Wira mengabariku kalau dia sudah berada dalam pesawat akupun langsung beranjak dari dudukku dan berjalan keluar menuju parkiran untuk pulang ke kost dan menikmati masa kesendirianku seperti biasa...


Sehari setelah keberangkatan Wira aku masih dilanda kesedihan, namun seperti biasa aku dan wira saling memberi kabar melalui telp (whatshap)...


Satu bulan berlalu aku dan wira menjalani LDR kembali setelah pertemuan singkat kemarin, waktu itu wira menelponku dan mengatakan bahwa dia akan menjalani pelatihan pendidikan raider di batujajar (bandung) selama 3 bulan, saat itu wira mengajariku 1 lagu kebangganya, kata wira kalau aku kangen suruh menyanyikan lagu itu, aku sebagai kekasih prajurit harus belajar siap ditinggal kemanapun termasuk ditinggal tugas...


Waktu keberangkatan wira ke batujajar pun tiba, saat itu ternyata panggilan terakhirnya untukku (wira berpamitan), karena selama 3 bulan wira tidak diperkenanankan memenggang ponsel, semua ponsel dikumpulkan dan akan dikembalikan saat masa pelantikan, namun Wira pintar menulis no hp ku di bajunya sehingga dia bisa menghubungiku saat ada pinjaman hp, selama 3 bulan aku hanya menghabiskan waktu ku sendirian tanpa kabar dari wira,sudah satu bulan berlalu aku tanpa kabar dari wira, namun pagi itu aku dikagetkan dengan ponselku yang berdering ada panggilan masuk (no baru) aku mengangkatnya ...


D : "Hallo, Assalamualaikum ini siapa ya?"


W : "Hallo, Walaikumsalam ini mas wira sayang, km gimna kabarnya?"


D : "Ya allah (sambil nangis) mas wira, kabarku baik mas, gimna kabarnya mas?latihanya lancar kan mas?ini mas kok bisa nelp aku?" (Seru ku waktu itu)


W : "Allhamdulilah lancar syg, ini mas pinjam hp senior tpi cuma dikasih waktu 10 menit aja krna gantian sama yang lain yank, yaudah ya syg waktunya sudah habis" tutututututututttttttt ... belom sempat aku menjawab eehh panggilanya sudah berakhir hmmmm (harus sabar hehe)...


3 bulan berlalu sudah, 15 okt 2018 mas wira menelponku lagi (pakai hp nya), mas wira memintaku untuk memberitahu orangtuanya bahwa tgl 17 okt 2018 mas wira pelantikan di cilacap, mas wira juga memintaku untuk hadir dipelantikanya, tanpa pikir panjang aku meng-iyakan permintaan mas wira (aku tersenyum senyum sendiri sambil menetes air mataku)...


Sore hari setelah mendapat kabar dari mas wira aku pun langsung kerumah orangtua mas wira untuk menyampaiakan pesan mas wira, setibanya disana aku langsung diajak belanja ibu untuk memasakan makanan kesukaan wira, waktu itu aku menginap dirumah mas wira karena aku membantu ibu nya memasak... oh iya kenapa mas mira tidak menelpon ibunya langsung malahan menyampaikan melalui aku, karena waktu itu no hp orngtua mas wira tidak bisa di hubungi sehingga aku harus kerumahnya...

__ADS_1


Next part 4 ya (pelantikan dan munculnya orang ketiga)


__ADS_2