AKU BUKAN LAGI MENJADI SATU-SATUNYA

AKU BUKAN LAGI MENJADI SATU-SATUNYA
Part 6 : (Kesabaranku)


__ADS_3

D : "Aku berusaha kuatin diri sampai dihari dimana kamu dilahirkan, tapi maafin aku ternyata aku gak sekuat yang dibayangkan, lewat chat ini aku mau menyapamu sekali lagi dan untuk terakhir kalinya dgn sebuah kata yang mengiri langkahmu dgn doa "Selamat ulang tahun ya tunanganku" semoga kamu bahagia terus dengan hidupmu, semoga wanita pilihanmu lebih baik dariku, doa terbaik dari ku untukmu aku sampaika melalui doaku ke tuhan, maafin aku ya gabisa kasih yang spesial buat km, maafin aku juga gak bisa bikin km bahagia selama 3 tahun ini, maafin aku klw keinginaku buat kami gak nyaman , krna jika di ijinkan aku ingin sekali merasakan ulang tahunmu setiap tahunnya hingga kita menua bersama, jaga dirimu baik2 ya, aku akan pergi dari hidupmu" (Seru ku saat itu dan rasanya berat banget bisa setegar ini)


W : "Aku gak bisa lihat kata2mu yang kayak gini yank, nangis batinku, Apa kita tidak akan bisa bertemu kembali setelah ini??? Apa km bkal sakit yg mendalam stlh km ucapkan kata" ini. aku mendoakan mu yg terbaik, keluarga mu juga keluargaku" (jawab wira singkat)


D : "Biar takdir yg menjawab😘


Pesanku jgn ginikan wanita lain ya sygku, aku yakin mereka gak sekuat aku😁 Janjiku dulu ke kamu itu kalau penghiatanmu masih bisa aku maafkan asal km masih milih aku, tpi maafin aku kali ini aku ingkar janji karena km gk pilih aku lagi (aku menangis tapi aku harus kuat demi masa depanku)


W : "Sesak dada ku melihat ini, gk bisa ak bilang apa" lagi" (jawab singkat wira)


D : "Aku punya satu hadiah terakhir buat km, hadiah ini udah aku persiapin dri bulan juni, semoga km suka ya" (jawabku dengan tegar)... Oohh iya kamu boleh hpus semua foto kita, tpi aku mohon jgn hapus foto pertama x kita ketemu ya, karena dibalik foto itu aku benar2 menaruh harapan besar padamu.. (Wira mengirimkan video dia meneteskan air mata)


D : "Jgn nangis ya,ini kan udah jadi pilihanmu dan aku udah turuti yg km mau, aku cuma mau buktiin aku syg sama kmu, aku mau kamu bahagia meski bukan denganku" (Aku harus tegar supaya aku bisa ikhlas ngelepasin Wira)


W : "Skrng aku emang bisa bahagia dengan pilihan ku, kalau nanti tuhan memilih km untuk menjadi jodohku yg sejati apa km mau lagi sma aku, dengan keadaan ku yg sering menghianatimu" (tanya wira dengan tegas)


D : "Baru kali ini kan ada wanita yang rela memperjuangin sebuah penghiatan, tpi semua yang aku lakuin terbuang sia2, Kamu tetep pilih dia kan dan ninggalin aku (hehe), Aku harap apapun yg menjadi pilihanmu skrng jgn disesali kedepanya ya" (jawabku selow tpi aku hrus kuat)


W : "Aku yakin suatu saat kamu pasti udah gk mau lagi sma aku walaupun suatu saat aku datang ke rumahmu" (jawab wira pasrah)


D : "Aku pasti kembali sama kamu selama kamu pilih aku, Untuk waktu ini kita gak usah kontekan lagi ya, aku gak mau jdi orang ketiga buat kalian, karena aku tau gmna rasanya pacar sendiri cht sma cwek lain meskipun itu teman, Aku sma2 wanita denganya, meskipun dia gak menjaga perasaanku tpi sebaiknya aku menjaga perasaan dia" (sakit banget ngerelain pacar sendiri buat wanita lain)


W : "Dari usia 22 tahun ke 25 tahun, kamu masih setia dari penghianatan yg aku buat selama ini.. Maafkan ak jika ak trburuk dlm hidupmu"


D : "Enggak kok justru dari km aku bisa belajar semuanya, dari penghiatan dan kebohongan aku bisa belajar lbih baik kedepanya, mkasih buat pembelajaranya ya bikin aku semakin lebih setia sma pasnganku nntinya" (aku pura2 kuat dan tegar dihadapan wira meski aslinya aku benar2 hancur)


W : "Aku gk bisa kehilangan kamu, Dan stiap kenangan yang kita lewati, Ak pasti kembali ke kamu untuk meminang mu" (Jawab wira dengan masih meyakinkanku)


D : "Kalau niat kamu begitu silahkan pasang foto kita lagi, gimana? " (aku mencoba menantang wira tapiii)


W : "Iya nanti kupasang klau sudah waktunya" (wira selalu beralasan)


Selama ini aku coba bersikap baik dengan Wira, Aku kuat demi Wira, namun semakin aku mengejar dan mempertahankannya justru dia semakin menganggapku asing (Akhirnya aku mulai capek harus pura2 tegar) aku mulai bersikap tegas ke Wira...

__ADS_1


D : "Sebaik dan secantik apa sih cwek itu dimatamu? Km yakin suatu saat dia gak bakalan berubah? Aku dulu juga terlihat baik terlihat sangt sempurna kan buat km, tpi skrng semuanya beda kan dimatamu, mau sampai kapan ngikuti kepuasanmu?" (Aku mendesak Wira namun dia hanya menjawab singkat)


W : "Yang jelas dia gak sebaik dan secantik kamu, Aku pasti kembali ke kamu, biarin aku sama hidupku dulu, biarin aku sama wanita itu baru aku akan meninggalkanya saat yang tepat" (jawab Wira)


D : "Kamu kalau mau berjuang bareng ayoo mulai semuanya dari awal,kita sama2 berubah, tapi kalau km gamau terus aku suruh gmna? Harus memaksamu sampai km mau?maaf aku bukan orang seeprti itu, mau pergi silahkan mau bertahan aku perjuangin, enak kan sama aku" (aku mulai tegas ke dia, karena aku udah capek)


W : "Aku bertahan untuk kamu, km gak boleh ngilang, kasih aku waktu buat lepasin cwek itu baik2"


D : "Gak ngerti lagi salahku ke kamu itu apa, Kalau ada yg kurang baik dri sya di omongin, sya di kasih tau, sya di ajarin bukan di asingkan seperti ini" (Aku mulai emosi)


W : "Iya tenang aja, aku pasti balik lgi ke kamu, km harus yakin itu" (Wira tetap tidak bisa memilih antara kita)


D : "Aku syg dan cinta kamu tanpa karena, Aku tulus nerima kekuranganmu kebusukanmu penghiatanmu kebohongamu semuanya, aku terima tanpa alasan apapun, tapi kmu gak bisa ngelihat itu kan?" (Wira hanya diam tanpa membalas pesanku)


Sejak itu aku dan wira sering berantem, aku gak ngerti jalan pikiran wira seperti apa, aku gak ngerti salahku apa sampai wira tega ngelakuin ini ke aku, aku juga gak ngerti apa yang ada di pikiranku sampai aku rela di beginikan, aku gak kenal siapa wanita itu, aku gak tau dia orang mana, tapi kenapa dia tega menghancurkan kebahagianku...


Singkat cerita Keesokan harinya Wira menghubungiku kembali dan aku langsung membalasnya dengan cepat (ntahlah rasanya berat banget buat ngelupain dia apalagi buat nunda2 membalas pesanya), isi pesan wira kali ini benar membuat aku goyah untuk meninggalkanya...


W : "Dengan kebusukan ku ini, apa kamu masih mau bertahan sama aku sayang??? (Seru wira pagi itu)


W : "Seumpama aku sekarang lagi sama wanita lain, apa km masih tetap bertahan syg.." (seru wira dengan jujur)


Jujur saat itu ku bingung mau balas gimana lagi rasanya hatiku sudah sangat2 hancur, tapi disisi lain aku sulit melepaskan Wira karena keluarga kita, namun dengan berat hati dan rasa ikhlasku aku mencoba membalas pesanya lagi..


D : "Aku akan pertahanin apa yg seharusnya menjadi milikku, kalaupun km punya wanita lain disitu terserah" (jawabku dengan jelas ke wira)


W : "Aku tetap setia sama yg nemeni aku dan merubah perilaku ku sampai kayak gini" (jawab wira)


D : "Setia yang kamu maksud kayak apa ya?" (Jawabku ketus)


Wira tak menjawab sepatah kata apapun, sedangkan aku hanya bisa menangis tanpa bisa memberontak, jika aku terus menerus mengejar Wira, Dia akan semakin menginjak nginjak aku, Dia akan semakin besar kepala, jika wira tidak bisa memilih antara aku dan wanita itu, biar aku yang memutuskan jalan hubungan ini namun sebelum aku memutuskan aku coba sekali lagi meyakinkan wira...


D : "Sekali lagi aku ngemis ke kamu, kamu pilih aku atau wanita itu? (Seru ku tegas ke Wira)

__ADS_1


W : "Aku gak bisa kehilangan km, aku juga gak bisa ninggalin dia" (jawab wira plin plan)


D : "Okee cukup ya, mulai sekarang aku bebasin km, aku bakalan pergi dri hidupmu"


W : "Terserah kamu, yang penting kamu tetap menjadi yang terindah buat aku"


D : "Jangan egois, kamu mau memiliki 2 2 nya"


W : "Enggak loh, kan aku bilang kasih aku waktu"


D : "Capek aku, dri kmren kamu muter2 terus gak bisa tegas, oh iya udah pernah kalian main berdua?"


W : "Udah, kmren habis ku ajak ngopi sama jalan tapi cuma sebentar" (Jawab Wira singkat tapi menyakitkan)


Ya allah rasanya sesak sekali dadaku melihat pengakuan Wira, tapi disisi lain aku seneng wira berani mengakui kesalahanya , apa yang harus aku lakuin tuhan? dari sini aku benar2 di tuntut harus kuat menghadapi masalah ini sendirian, sekata demi kata aku mencoba menguatkan diri tetap mmebalas pesan wira...


D : "Allahmdulilah seneng ya mas, udah pernah foto berdua juga dong" (seruku dengan menangis)


W : "Udah, kmren keluar sekalian foto studio, jgn banyak tanya nanti kamu semakin tambah sakit hati"


D : "Huffffttt (Aku menghela nafas) tenang aja selagi aku masih hidup pasti kuat kok nerima semuanya, termasuk nerima selingkuhanmu" (jawabku dengan mengelus dada menahan tangisku)


Lagi dan lagi Wira tak menjawab pesanku (ya allah setega ini dia ke aku) ...


Sejak itu Aku dan Wira sekarang bukan lagi menjadi sepasang tunangan sejak wira mengkhianati kesetianku, let***g Wira yang bernama Anto mengetahui hal ini karena aku bercerita denganya, aku sering meminta tolong denganya untuk menasehati Wira, Sejak itu Anto dan pacarnya insiatif sengaja setiap malam mengajakku dan Wira untuk Vcall gabungan ber4 (supaya Wira tidak menelpon wanita itu), Namun Wira begitu pintar menyembunyikan kesedihanya didepan Anto dan pacarnya, saat Vcall ber4 Wira selalu menggodaku selayaknya hubungan kami baik2 saja padahal di belakang aku diperlakukan buruk (dan itu rasanya sesak sekali aku harus bermain drama kedua kalinya), Disela sela perbincangan Wira selalu mematikan kameranya secara tiba2 (Panggilan terjeda) dan Anto langsung menyindir Wira seakan akan Anto tidak mengetahui kejadian sebenarnya ...


A : "Waah ini Wira sengaja di jeda karena mau whatshapp cwek lain" (Sindiran Anto kepada Wira sambil senyum)


D : "Aku cuma bisa tersenyum dan meneteskn air mataku" (Disaat Vcall ber4 wira masih menyempatan diri untuk menghubungi wanita itu)


A : "Wir buka lah kamera tuh, cwek mu nangis ini loh" (Bercanda si Anto agar Wira kembali ke panggilan)


Tak lama semenjak Anto bilang begitu Wira langsung kembali kepanggilan, lagi dan lagi Wira begitu pintar, Wira menyapaikan ke kita kalau dia sedang membalas pesan temanya, terus dia juga langsung berperilaku seperti orang aneh (karena ingin menghiburku), karena selama Vcall aku hanya diam melihat tingkah Wira (gapapalah yang penting bisa ngelihat Wira) pikirku saat itu, tapi aku ternyata gak sekuat yang dibayangkan, bagaimana tidak? Disaat chatingan denganku seakan akan aku bukan tunanganya melainkan aku musuhnya,dia kasar denganku, tapi saat Vcall ada temanya Seakan akan aku ini masih menjadi satu-satu nya dalam hidupnya..

__ADS_1


lanjut part 7 ya (Akankah Wira kembali dengan Dyandra atau akan tetap meninggalkan Dyandra demi wanita itu?)


__ADS_2