
Sesampainya Angga dikantor terlihat sekertaris nya telah menunggu di pintu ruang rapat.setelah itu mereka langsung masuk kedalam ruangan tersebut,terlihat semua pemegang saham disana termasuk ayah Lidya.
Satu jam kemudian rapat tersebut telah selesai dan semua pemegang saham telah pergi,namun Tiba-tiba ada yang memanggil Angga.
"Anggara tunggu".ucap pria tersebut.
"Maaf tuan Brawijaya,meskipun anda adalah mertua tuan tapi disini tuanlah yang harus dihormati maka panggilah beliau dengan seharusnya".ucap Tian sopan.
"Baiklah tuan Anggara...saya hanya ingin bertanya kabar putri saya saja,karena sudah satu bulan ini dia tidak menghubungi kami".
"Lidya baik baik saja pa.dan hari ini dia akan pergi syuting ke Jepang".ucap Angga datar.
"Syukur lah dia baik baik saja.emm Angga papa hanya ingin bertanya apakah Lidya telah menunjukkan gejala kehamilan.bukannya apa apa hanya saja kalian kan sudah menikah cukup lama.dan kedua keluarga juga ingin cepat cepat memiliki cucu".
"Belum ada pa".
"Hmm baiklah kalau begitu dan... ".belum sempat tuan Brawijaya berkata tiba tiba Tian yang merasa jengkel dengan ucapan mertua sang bos pun berkata.
"Maaf tuan, sebaiknya anda segera meninggalkan tuan muda karena beliau sangat sibuk hari ini".
"Yasudah lah,aku mengerti menantu ku ini pasti sangat sibuk".ucap Brawijaya dengan kesal dihatinya dan mengumpat
...Huhu dasar sekertaris kurang ajar,padahal jabatannya hanya sekertaris.lihat saja nanti setelah Lidya hamil aku akan meminta nya untuk membujuk Anggara agar memberikan separuh sahamnya pada lidya.setelah itu akan ku tendang kamu.hahahaha....
"Yasudah tua,kami pamit dahulu.ayo Thomas".ajaknya pada sekertarisnya yang daritadi hanya mematung.
"Baik tuan".ucap Thomas dan segera meninggalkan ruangan tersebut.
Setelah kepergian mereka berdua,Angga dan Tian menuju ruangan CEO.sesampainya mereka disana Tian langsung tertawa.
"Hahaha...mertuamu itu sangat lucu ngga.apa dia pikir kita tidak tahu kelakuan buruk putri nya.jikapun putrinya hamil maka itu bukanlah anakmu.dan bukankah sudah terlihat jelas niatnya untuk meminta saham perusahaan milik keluargamu.ya setahuku sih saham milik keluargamu 50% sedangkan miliknya hanya 30% dan sisanya milik 8 orang investor lainnya".ucap Tian sambil tertawa.
__ADS_1
"Hei apakah aku memberimu sedikit pekerjaan hingga membuatmu suka sekali bergosip.dan bagaimana kamu tahu kalau aku dan Lidya belum pernah melakukan hubungan intim".ucapnya datar.
"Hei aku tidak pernah mengatakan hal yang vulgar seperti itu,aku hanya bilang kalau Lidya hamil pasti itu anaknya bastian.oh ya ngga aku masih penasaran dengan kue yang kamu beli semalam.rasanya enak tau,gimana kalau kita suruh aja penjual kue itu menjual kuenya di kantin kita".
Setelah mendengar perkataan Tian tentang kue seketika Angga teringat akan Nana,gadis kecil imut yang ditemuinya kemarin.sedetika dia yang tadinya masih marah menjadi tenang.dan dia langsung berdiri menuju pintu.
"Hei kau mau kemana.kita akan ada meeting lima belas menit lagi".
"Tunda saja aku ingin menemui bidadari kecil ku"
"Ha.. bidadari kecil ku.tunggu,jangan bilang kamu menghamili anak orang dan kini anakmu telah dewasa.hei tunggu jawab aku Anggara".
Tapi terlambat karena Angga telah pergi meninggalkan Tian sendirian di ruangan itu dengan segala pikiran aneh di kepalanya.
"Kalau begitu aku telah menjadi Paman,tapi bagaimana dengan pak tua dan lidya.hah entahlah aku tak tahu.lebih baik urusi masalah meeting dulu saja.nanti akan ku tanya langsung padanya"
Sementara itu Angga yang sedang menyetir mobil terus terbayang wajah senyuman Nana.tetapi tiba tiba dia mendapat telepon dari Tian.
"Hallo ngga...kamu dimana,ini gawat sekali.perusahaan cabang Jepang sedang dalam masa keritis.kita harus segera pergi ke Jepang Sekarang.aku akan memesan tiket pesawat".ucapnya dengan tergesa gesa.
"Sepuluh menit setelah kepergian mu,orang kepercayaan kita yang menelepon.dia bilang kepala manajer telah mengorupsi banyak uang perusahaan".
"Baiklah aku akan segera kembali".setelah itu Angga segera memutar balik menuju kantor.
Sementara itu ditaman terlihat Nana yang sedang menunggu Angga datang dibangku taman kemarin mulai merasa bosan hingga akhirnya dia kembali menemui ibunya.
"Bu..kenapa om ganteng gak Dateng ya.nana jadi sedih".ucap Nana dengan wajah sedih.
Melihat putrinya bersedih Nindya menjadi sedih juga dan berusaha menghibur putrinya.
"Nana sayang mungkin saja om itu gak Dateng karna lagi sibuk kerja.emm daripada Nana sedih begini lebih baik Nana main lagi ya".ucap Nindya sambil mengusap kepala putrinya.
__ADS_1
"Tapi nana Uda sayang sama om itu bu.nana pengen om itu jadi ayah Nana,bolehkan Bu".
Jleb..ucapan nana membuat Nindya merasa kaget.bagaimana tidak mana mungkin seorang yang tampan dan berkarisma seperti Angga mau dengan dirinya yang dekil dan memiliki seorang anak.apalagi kemungkinan besar Angga telah menikah.saat Nindya akan menjelaskan hal tersebut tiba tiba ramai pembeli berdatangan membeli kuenya.
Sedangkan di disisi lain terlihat seorang penjual kue lainnya menatap tak suka kearah dagangan Nindya yang ramai pembeli.
"Huhu dasar janda gatal,berani sekali merebut pelanggan ku".ucapnya dengan ketus,tiba tiba ada yang memanggilnya
"Anggi...Anggi".panggil seseorang.
"Ada apa Bu... ".
"Ayo bantu ibu teriak kue kue.ini malah melamun".
"Paman sih Bu,gimana mau laris lihat tuh dagangan si janda gatel laris.kemarin ada orang kaya ganteng yang membeli dagangannya sekarang ramai pembelinya.memang dasar tuh janda gatel".
"Tenang saja nggi.kita tunggu tanggal mainnya dia akan jatuh sejatuh jatuhnya".
"oh ya Bu itu gimana ceritanya si nindya di bilang janda gatel".
."Sebenarnya sih dia tidak gatel tapi semenjak Dimas meninggal banyak pria yang melamarnya,padahal dia kan dekil cantikan juga kamu.dan faktor utamanya itu karna sebelum Dimas meninggal dulu si Nindya itu pernah hampir dipe****sa sama mantan tetangganya itu".
"Oh gitu.tapi aku masih belum ikhlas sih Bu kalau mengenai Dimas yang dulu menolak cintaku,dan lebih milih si Nindya yang yatim piatu.padahal orang tuanya menolak tapi dia tetap bersikeras menikahinya".
Beberapa menit kemudian dagangan Nindya telah habis terjual dan dia akan segera pulang kerumah tetapi dia dihadang oleh Bu Surti dan Anggi.pedagang kue sebelah sekaligus tetangga Nindya.
"Hei Nindya,saya peringatkan padamu untuk berhenti berjualan kue disini atau kamu tahun akibatnya".
"Hei nenek dan bibi jelek jangan ancam ibu ku.atau ku laporkan polisi kalian".ucap Nana.
...Hai ****hai**** **kakak kakak pembaca.saya sebagai penulis bersyukur meski yg baca sedikit tapi tidak mengapa,yang terpenting karya saya ada yg baca.maaf ya up nya lama.alasan utamanya sih author kadang suka mager atau gk ada ide muncul jadi mohon di maklumi.dan ditegaskan sekali lagi karya ini murni pemikiran author.tetapi jika ada yang merasa keberatan silahkan tinggalkan komentar..sekian dulu dari author amatir......
__ADS_1
See you😘😘😘
dan jangan lupa like ya**...