
"Saya terima nikah dan kawinnya Adriane Calle binti Julian jareda dengan mas kawin dan seperangkat alat shalat dibayar tunai!"
"Bagaimana para saksi? Sah?!"
"SAH" Ucap para saksi yang hadir
"silahkan kalian saling menyematkan cincin, lalu pihak perempuan mencium tangan pihak laki-laki, dan pihak laki-laki mencium kening sang istri" ucap penghulu tersebut.
Semua tamu undangan mengucapkan hamdalah. Resmi sudah Ana dan Rio menjadi pasangan suami dan istri, meskipun mereka berdua menikah tanpa landasan Cinta..
Ana sudah menerima dengan ikhlas jika memang Rio lah yang akan menjadi suami nya, begitu juga dengan Rio.
Rio mencoba menerima dan menjalani semuanya dengan ikhlas.
Sebenarnya Rio adalah laki-laki yang lembut dan penyayang tapi sikap itu berubah menjadi dingin dan acuh semenjak kekasihnya meninggal dunia, dia berjanji untuk tidak akan mencintai wanita lain selain mantan kekasihnya itu.
"Ana, sekarang kamu tinggal bersama suami mu, mamah mohon jadi lah istri yang baik juga penurut, layani suami mu dengan baik ya sayang" ucap mamah Ana sambil membelai rambut putri kesayangannya itu,
sebenarnya mamah Ana sedih melepas Ana, tapi dia sadar bahwa Ana sekarang sudah menjadi istri dan dia harus hidup dengan suami nya.
"Ana sayang mamah" Ana mencium pipi mamah nya, dan Keduanya saling berpelukan..
Mamah ana menghampiri Rio, lalu memeluknya sambil membisikan sesuatu
"Jaga anak mamah dengan baik ya Rio,
jika kamu tidak mencintainya, bawa dia pulang ke rumah ini, biar mamah yang akan menjaganya kembali"
Mereka berduapun akhirnya pergi menuju rumah Rio, dalam perjalanan tidak ada kata yang terucap dari bibir keduanya, hanya ada keheningan..
Sesampai dirumah, Rio hanya bicara seadanya terhadap Ana.
"Ini adalah kamar mu, kita tidak satu kamar,
__ADS_1
maaf aku belum siap melakukannya, aku ingin sendiri dulu"
Dan Ana tidak mengambil pusing masalah itu karna dia sendiripun belum siap untuk melakukannya.
Ana dengan segera membersihkan tubuhnya,
dan setelah selesai dia langsung merebahkan tubuhnya keatas kasur, dia sangat lelah hari ini,
Tapi tidak dengan Rio, dia malah pergi ke pantai seorang diri, dan dia hanya bisa melamunkan atas semua yang telah terjadi dalam hidupnya,
"Aku sudah menikahinya keisya, Aku sudah menikahi seorang perempuan yang sama sekali tidak aku cintai, ya aku akui dia memang lebih cantik dari mu, tapi aku tidak yakin kalo aku bisa mencintainya seperti aku mencintaimu" ucap Rio sambil berjalan menyusuri pantai, dengan jelas dia mengingat kenangan manis itu bersama mantan kekasihnya.
Keisya Amora adalah nama mantan kekasih Rio, dia meninggal akibat kecelakaan, tragedi itu terjadi 2 tahun yang lalu saat hari ulang tahun Rio yang ke 23, keisya meninggal diperjalanan menuju tempat acara ulang tahun Rio..
Pada saat itu keisya mengendarai mobilnya sendiri menuju tempat acara ulang tahun Rio, karena dia sudah sangat terlambat, dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, sampai dia tidak sadar kalo ternyata lampu lalu lintas sudah berubah warna menjadi merah,
Dan akhirnya keisya tertabrak dengan mobil lain dari lawan arah.
"sayang angkat telpon ku, kamu dimana sih? kenapa belum sampai juga?" Rio terus mondar-mandir sambil menghubungi kekasihnya,
Dia segera mengangkat panggilan itu dengan harapan kekasihnya lah yg menelpon,
tapi ternyata salah,
Badan Rio mematung, dia sangat kaget mendengar kabar bahwa kekasihnya kecelakaan, Dia langsung pergi menuju Rumah sakit,
Saat sampai dirumah sakit ternyata keisya sudah tidak dapat ditolong, disitulah dunia Rio sangat hancur...
kring kring kring (suara telpon)
Rio langsung sadar dari lamunannya karena ada suara panggilan dari HP nya,
"Halo ada apa?... iya aku akan segera kesana" saut Rio pada orang tersebut..
__ADS_1
Rio mengendarai mobilnya menuju tempat yang sudah dijanjikan oleh sahabatnya itu,
Di cafe xxxx sudah ada laki-laki yang menunggunya, dia adalah Leon Wesley sahabat Rio dari SMA..
"Congratulations bro, akhirnya lu nikah juga,
sorry banget gua ga bisa dateng diacara pernikahan lu tadi, Gila ya jadwal terbang gua diundur 5 jam ****** emang" ucap Leon sambil memberikan sebelah tangannya tanda selamat, Tapi Rio hanya diam dan tersenyum kecut, dia menampar tangan Leon..
"jangan meledek Leon, ini Pernikahan yg tidak penting, lagi pula aku tidak mencintai wanita itu, dia memang sangat cantik tapi dia bukan keisya, aku hanya menginginkan keisya"
Leon berjalan untuk duduk lebih mendekat ke sahabatnya itu "Gua tau untuk melupakan keisya sangat susah, ya berarti ga usah lu lupain tapi lu harus coba ikhlasin kepergian keisya, kalo lu gini terus yang ada keisya ga bahagia di sana, apa lu tega?.. sekarang coba lu terima istri lu dan lu lakuin tugas lu sebagai suami, lama kelamaan lu pasti bakal jatuh cinta sama istri lu itu" ucap Leon menasehati Rio.
"lu kaya paham aja soal Pernikahan, lu aja belom nikah sampai sekarang, karena masih mencari cinta lu itu yang hilang" saut Rio sambil tersenyum meledek
"Lu ga tau sih gua ngerasa bersalah banget sama mantan pacar gua itu, gua udah ngerusak dia, gua hancurin kehormatannya, gua maksa dia buat ngelakuin itu, Sumpah gua bego banget, makanya gua pengen cari dia dan gua bakal tanggung jawab" ucap Leon dengan muka memelas
Merekapun terus berbincang-bincang, hingga tengah malam...
"Rio sekarang waktu nya kamu pulang ke istrimu, lakukan seperti yang aku kasih tau ke kamu, coba lah untuk mencintainya, jika tidak bisa lepaskan dia, dia berhak bahagia" ucap Leon.
Rio pun akhirnya pergi dari cafe itu, dia mengendarai mobilnya menuju Rumah, dia sudah bertekat untuk mulai bicara ke istrinya dan mulai mencoba untuk mencintainya..
-
-
-
-
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Baca terus ceritanya!!
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN and VOTE
Terimakasih Para Readers ku sayang❤