Aku Bukan Wanita Pantas Untuk Mu

Aku Bukan Wanita Pantas Untuk Mu
BAB 2


__ADS_3

Sebenarnya dia tidak terima kalo Andreas harus ikut bergabung pikniknya,


Tapi Ara tidak bisa berbuat apa-apa, karna itu keinginan mamah Dila..


"Sejak kapan kalian menjalin hubungan? kenapa kamu tidak mengenalkan andreas ke pada mamah Ara?" tanya mamah sambil sesekali menyuap snack kedalam mulutnya


"Aku sudah bilang mam, Aku tidak mengenalnya, dan untuk anda saya peringatkan untuk menjauh dan jangan mengganggu saya lagi" ucap Ara dengan nada ketus dan menatap tajam Andreas


"Apakah karna aku lupa hari jadi kita yang ke 7 hari, sampai membuat mu marah seperti ini sayang? kan setiap hari aku selalu mengingatnya, hanya satu hari ini saja sayang aku lupa memberimu hadiah" lirih Andreas dengan muka memelas


"HAHAHAHAHA" mamah Dila dan Romi tertawa sangat keras


"Jangan ngambek dong Ara, pacarmu itu kan hanya lupa hari ini" ucap Romi dengan nada sedikit mengejek


Rona wajah Ara sudah sangat merah seperti kepiting rebus, karna nahan malu, Dia sangat marah karna diledekin seperti ini,


Akhirnya Ara pergi dari tempat itu menuju pantai lagi,


"Sana kejar kekasihmu itu" perintah mamah Dila


"iya tante, bye.." Andreas melambaikan tangan


Andreas berlari untuk menyusul Ara,


Andreas terus berteriak memanggil Ara,


tapi sang punya nama terus berjalan dengan cepat pura-pura tidak mendengar panggilan tersebut.

__ADS_1


Andreas menarik tangan Ara, dan karna tidak seimbang akhirnya keduanya jatuh,


Keduanya saling menatap wajah,


Deg deg deg deg (suara detak jantung)


"Apa kamu sudah puas memandang wajah tampan ku ini sayang?" ucap Andreas penuh percaya diri


Ara langsung dengan cepat berdiri,


ya jujur saja dia sebenarnya terpesona dengan ketampanan Andreas, tapi dengan cepat dia tepis rasa aneh itu,


"sial apa dia dengar suara detak jantung ku?"


sebenarnya Andreas sangat menikmati posisi itu, karena dengan begitu dia bisa sangat jelas menatap wajah cantik Ara, tapi dia juga takut Ara mendengar suara detak jantung nya..


Ara tiba-tiba tertawa "Hahahahaha"


"apakah kamu mendengar tadi? Ada suara detak jantung, jantung siapa itu yg berbunyi sangat nyaring?" tanya Ara sambil tersenyum


"ya tuhan manis sekali senyumnya" batin Andreas


Ara terus tertawa sampai akhirnya dia sadar bahwa Andreas terus menatap nya,


"eh, em, sorry ga bermaksud" ucap Ara dengan salting


"Aku rela terlihat bodoh, asal bisa melihat kamu tertawa selepas itu Ara" lirih Andreas dengan tulus..

__ADS_1


Mereka akhirnya berbincang-bincang, dan aneh nya dengan cepat Ara bisa akrab dengan Andreas,


Ara memang munafik, awal nya marah eh sekarang dia malah seperti sahabat lama yang baru bertemu..


Andreas selalu membuat lelucon yang dapat membuat Ara tertawa terbahak-bahak..


Tanpa mereka sadari Ada dua pasang mata yang sedang melihat mereka..


"Kapan terakhir kali kamu lihat adik mu itu tertawa selepas itu?" tanya mamah Dila ke Romi


"Tiga tahun lalu mah, Dan sekarang.. untuk pertama kali nya lagi Romi melihat Ara tertawa sangat bahagia" lirih Romi dengan mata berkaca-kaca


"Mamah rindu Ara yang dulu Rom, Ara yang ceria, bawel dan jahil, bukan Ara yang pendiam dan cuek seperti sekarang" mamah pun akhirnya menangis, dia tak dapat membendung air matanya


Mereka berdua terharu melihat Ara yang sedang tertawa kencang, karna pasalnya mereka berdua sudah sangat lama sekali tidak pernah melihat Ara sebahagia itu..


-


-


-


-


Saya adalah penulis baru, Maaf jika banyak kesalahan dalam penulisan..


Bagaimana nasib Ara selanjutnya?

__ADS_1


Baca terus ceritanya, jangan LUPA favorite kan Novel ini❤


JANGAN LUPA LIKE, COMMENT dan VOTE ya para Readers ku sayang😘


__ADS_2