
"*Sam aku bisa jelasin semua ini*"....ucap Annya saat melihat foto\-roto itu.
" Mau jelasin apa lagi".... Ucap Sam datar.
"Kamu salah paham Sam, semua nya ini gak benar Sam".... Ucap Annya mulai menangis saat melihat perubahan Sam
" Lu sok suci Bi, saat gue cium lu marah-marah tapi apa.... Lu sama aja sama wanita murahan di luar sana".... Ucap Sam.
Degg Annya kaget saat Sam mengatakan bahwa dia tidak Ada bedanya dengan wanita murahan di luar sana.
"Sam aku gak semurah itu hikss...asal kamu tau kamu orang selain yang mengambil ciuman ku hikss...hikss".....ucap Annya sambil menangis sedangkan, Sam sudah pergi entah kemana. Annya mencoba menghubungi Sam tapi nomor nya tidak aktif.
Saat ini Sam berada di kamar nya dan sedang marah karena kecewa dengan Annya.
"Bi benar-benar kecewa sama lu"....ucap Sam sambil membanting barang-barang yang ada di dekat, kamar yang awalnya sekarang seperti tempat yang habis terkena gempa. Tidak ada yang berani menenangkan Sam, papa dan mama nya sedang berada di luar negeri.
Yang dilakukan Annya ini hanya menangis dan menangis, ia tak percaya semua nya akan jadi seperti ini, Sam yang penuh kasih sayang sekarang berubah menjadi pria dingin dan datar. Tiba-tiba hand phone Annya berdering...
Drtttt.... Drttttt........
📞 "halo pa ada apa"....
📞 " Annya sebentar lagi papa akan sampai apartment mu, apa kamu mau titip sesuatu"......
📞 "gak pa"...
📞 " Yaudah tunggu papa ya"....dan panggilan di akhiri.
Akhirnya Annya memiliki tempat mengadu tentang kesedihan nya.
Beberapa saat kemudian papa Annya sampai di unit apartment Annya dan sekarang ada di ruang tamu.
"Annya papa ingin bicara sesuatu".... Ucap papa
__ADS_1
" Bicara apa pa".... Ucap Annya
"Tapi kamu janji dulu jangan marah ya".... Ucap papa
" Iya Annya janji gak marah".... Ucap Annya
"Sebelum nya kamu pernah bertanya kenapa wajah mu seperti orang Korea jika di lihat secara intens"....ucap papa
" Iya, tapi papa gak pernah jawab pertanyaan Annya soal itu".... Ucal Annya
"Bukan nya papa sembunyiin kebenarannya tapi waktu itu waktu nya belum tepat dan sekarang waktu nya sudah tepat kamu sudah dewasa".... Ucap papa
" Apa sih pa aku gak paham"...ucap Annya
"Sebenarnya....... Kamu... Bukan anak kandung papa sama mama"....ucap papa yang tak berani menatap Annya.
Degg.... Annya kaget kenapa banyak sekali masalah yang datang, seketika air mata Annya langsung lolos tanpa di suruh.
" M... Maksud papa apa".... Ucap Annya dengan tatapan losing, sedangkan papa hanya diam tak menjawab.
" Kenapa.... Kenapa banyak sekali masalah".... Racau Annya. Setelah beberapa menit Annya mulai tenang.
"Sebenarnya apa yang telah terjadi pa".... Ucap Annya lirih.
" papa dan papi mu adalah sahabat dari SMA walaupun papi mu adalah adik kelas papa"... ucap papa yang menjelaskan kejadian dulu
Flashback on
*16 tahun yang lalu lahirlah seorang bayi cantik, tapi ibu nya tidak menginginkan nya karena bayi itu menjadi penghalang cita-cita sebagai model...
"Sayang lihatlah putri kita cantik sekali".... Ucap papi nya.
" Jangan membawa bayi itu mendekat kepada ku, aku benci bayi itu "... Ucap mami nya yang enggan melihat wajah bayi yang baru ia lahirkan.
__ADS_1
" Tapi dia putri kita sayang kenapa kamu seperti itu".... Ucap papi nya.
"Aku gak perduli bayi itu, ia penghalang semua mimpi ku, dan satu lagi lebih baik kamu buang bayi itu aku gak sudi merawatnya....ucap mami nya dengan gampang.
Sudah satu bulan usia bayi itu, bayi tersebut yang tak lain tak bukan adalah Annya. Mami nya tak pernah merawatnya yang merawat adalah papinya dan kakak nya yang berusia satu tahun, mereka selalu di bawa ke kantor papinya dan saat kerja kakaknyalah yang menjaga di sofa atau kamar pribadinya. Walaupun kakak nya belum mengerti tapi dia selalu bermain di dekat Annya kecil.
Suatu hari perusahan papi nya mengalami masalah hingga mau tak mau Annya harus di titipkan demi keselamatannya.
Tok... Tok.... Tok... Suara ketukan pintu
"Ada apa kau kesini ren dan lihat kau membawa anak mu yang masih bayi"...ucap Dirga.
" Dir bisa gak kamu bantu saya"....ucap rendi
"Bantu apa"...ucap Dirga
" Aku minta tolong jaga putri ku seperti anak mu sendiri, perusahan ku sedang ada masalah dan itu akan membahayakan Annya Dir "....ucap rendi
" Tapi.... Ucap Dirga belum selesai sudah di potong rendi.
"Aku mohon Dir".... Ucao Rendi me mohon.
" Baiklah"....ucap Dirga yang kasihan dengan sahabat nya
"Terimakasih ya"....ucap rendi
" Dan bagaimana dengan anak pertama mu".... Tanya Dirga
"Dia akan tetap bersama ku dan usia nya sudah cukup jika di ajak naik pesawat dan satu lagi istri ku gak mau nerima kehadiran putri ku ini,karena dia menganggap Annya adalah penghalang mimpi nya"....ucap rendi sedih mengingat perilaku istri nya. Setelah itu Rendi menyerahkan Annya kecil ke Dirga*.
Flashback and
makasih udah mampir jangan lupa like dan comment ya biar aku tambah semangat up nya
__ADS_1
maaf lagi typo