
Waktu terus berjalan hari terus berganti dan sekarang adalah hari pernikahan Sam dan Annya walau pernikahan nya sederhana dan di hadiri keluarga dan beberapa teman mereka.
Setelah pemberkatan dan Mengucapkan janji suci mereka pulang kerumah Sam. Tidak pesta, tidak ada gaun mewah tapi Annya bersyukur bisa menikah dengan orang yang dia cintai.
Annya pikir setelah pernikahannya hidupnya akan lebih baik nya Tanya tidak. Setelah pernikahan Sam malah pergi ke kantor tanpa memikirkan Annya.
Sebelum Sam ke kantor, Sam bilang kalo akan pindah ke rumah nya sendiri dengan alasan ingin mandiri dan saat ini Annya sedang mengemasi barang - barang nya.
18.00 Sam menjemput Annya untuk pindah ke rumah baru nya. Saat perjalanan menuju rumaha baru nya tidak ada pembicaraan.
Hening
Hening
Setibanya di rumah Sam langsung masuk dan Annya sibuk mengambil kopernya tanpa Sam perdulikan.
"Bi kamar mas Sam dimana ya" Tanya Annya saat melihat bibi lewat.
"Kamar tuan ada di lantai dua pintu yang besar non" Jelas bibi.
__ADS_1
"Ow makasih ya bi" Annya dengan senyum ramah.
"Biar saya bantu ya non bawa barang nya" Bibi.
"Gak usah bi saya bisa sendiri" Tolak Annya dengan lembut. Setelah itu Annya naik ke lantai dua dengan membawa kopernya.
Ceklek..... Annya membuka pintu kamar.
"Mau ngapain ke sini" Tanya Sam yang mengagetkan Annya.
"Kan kamar ku juga disini kan mas" Ucap Annya menunduk takut dengan tatapan Sam.
"Ya kan kamu sudah jadi suami aku jadi aku panggil mas Sam" Annya.
"Jangan pernah panggil aku Sam dengan mulut murahan mu itu" Ucap Sam dengan emosi dan Annya hanya menunduk takut.
"Mas dimana tempat baju ku" Tanya Annya.
"Ikut aku" Ucap Sam dengan menarik tangan Annya kasar.
__ADS_1
"Mas sakit" Rintih Annya.
Sam membawa Annya di ruangan yang ada di pojok.
"Mulai sekarang kamu tinggal di sini jika tidak mau tidur di luar sana" Ucap Sam dengan tatapan tajam.
"Mas Sam aku ini istri mu" Ucap Annya.
Plakk... "Jangan pernah panggil aku Sam kalo sampai kamu panggil aku Sam dan menyentuh tubuh ku maka aku tidak segan-segan memukul mu, mengerti!! " Sam.
"I-iya mas" Ucap Annya dengan memegangi pipi yang di tampar Sam. Setelah itu Sam pergi dan Annya masuk ke dalam ruangan tersebut.
Saat Annya masuk, Annya langsung menangis. "Kenapa mas Sam berubah" Gumam Annya dengan air mata yang terus keluar. Setelah menangis Annya mencoba mencari saklar lampu dan setelah menemukan Annya menyalakan lampu, betapa kagetnya Annya saat tau kalo ruangan itu ternyata gudang bersih.
"Segitu bencinya kamu mas sampai kamu memperlakukan aku seperti ini" Bantin Annya saat melihat keadaan kamarnya.
Annya mulai membersihkan sedikit ruang untuk tidur dan di siti hanya ada karpet selimut dan satu bantal. Betapa menderitanya hidup Annya, tapi Annya percaya kalo Sam akan berubah.
**********
__ADS_1
Sedangkan Sam senang karena dia akan membuat hidup Annya menderita sampai Annya meminta pisah darinya. Sam memilih menyibukkan diri dengan pekerjaan kantor nya dan. Dia juga habis telponan dengan Amelia sebenarnya dia malas tapi dengan adanya hubungan dengan Amelia, Sam bisa membuat Annya semakin menderita. entah apa yang membuat Sam segitu benci nya dengan Annya.