
wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu mengetuk bilik putri kecilnya "bia sayang ayo bangun sarapan" namun tiada tanda - tanda putrinya akan keluar lalu dia membuka pintu dan melihat putrinya masih terlelap "hm ternyata belum bangun" dia duduk di sebelah anaknya dan memerhatikan wajah teduh putrinya "terkadang mama sedih melihat kamu harus menjadi dewasa diumur kamu yang masih kecil sayang tapi mama bangga kamu tidak pernah mengeluh dengan semua itu kamu malah senang atas apa yang sudah kamu perbuat selama ini.kami semua bangga memiliki kamu sayang". bia kecil merasa ada yang mengelus kepalanya dia mengucek matanya dan melihat ibunya yang sedang memerhatikannya "good morning my beautiful queen" mamanya tergelak kecil "good morning too my princess,ayo bangun sayang kita sarapan dulu sebelum pergi ke makam kakek" bia kecil bangun lalu mencium pipi mamanya "okay ma".
"dimana bia sayang apakah dia sudah bangun?" "sudah sayang,sebentar lagi dia turun".sementara menunggu putri mereka turun wanita paruh bayah itu mengisi piring suami dan anakknya dengan sarapan. "kenapa aku merasa tidak enak hati ya semoga ini hanya perasaanku saja" suaminya yang hairan melihat isterinya termenung merasa hairan "ma apa yang kau fikirkan?" "arh..aku merasa tidak enak hati hari ini mas aku takut terjadi sesuatu, agh semoga ini hanya perasaanku saja". "jangan terlalu difikirkan ma mungkin itu memang perasaan kamu saja" "iya mas".
"goodmorning my king" bia kecil menuju meja makan dan mecium pipi papanya sebelum duduk.
__ADS_1
"good morning princess ayo duduk makan sarapan kamu baru kita bertolak". "okay papaku yang tampan".setelah mereka selesai sarapan bia kecil kembali naik ke kamarnya kerana melupakan tas nya ."mas bisakah kamu suruh pengawal mu untuk mengawasi kita dari jauh untuk berjaga - jaga aku takut terjadi sesuatu nanti" "hah baiklah sayang sebentar aku telfon mereka" "semoga tidak terjadi apa - apa nanti".
"ayo ma pa bia sudah siap" sebelum mereka pergi ke pemakaman mereka singgah di toko bunga untuk membeli bunga kesukaan kakek bia.
kedua orang tuanya memeluk putri mereka bersamaan mengalirkan kekuatan kepada putri mereka yang merindu sosok lelaki yang sangat berjasa dalam hidup mereka."sudah sayang jangan menangis lagi kakek sudah tenang di atas sana dia pasti bangga sama kamu kalau kamu terus menangis nanti kakek sedih loh,kamu engga mau kakek sedih kan?" bia kecil menggelengkan kepalanya sambil menghapus air matanya."anak pintar sekarang kamu tabur bunga ini selepas itu kita pulang" "baik ma" mereka menabur bunga di atas makam kakek Lawrance.
__ADS_1
setelah mereka selesai menabur bunga mereka pamit kepada kakek untuk pulang tapi baru selangkah mereka berjalan tiba - tiba sebuah peluru ditembak ke arah mereka dan terkena kaki papa bia.
arghhhh!! "papa!!!" "selamatkan diri kalian biar papa yang mengurusi ini" "tapi pa -" "papa mohon sayang selamatkan diri kalian" lalu dengan terpaksa mereka sembunyi dibalik semak - samun untuk menyelamatkan diri. semua pengawal yang ditugaskan untuk mengawasi mereka keluar untuk membantu bos mereka papa bia memerintah satu pengawal untuk melindungi isteri dan anaknya.
lalu tidak berapa lama segerombolan pria bertopeng dengan membawa senjata api keluar dari tempat persembunyian mereka dan terjadilah tembak - menembak di sana.mama bia yang melihat kejadian itu tidak tega melihat suaminya menahan sakit di kakinya yang tertembak lalu dia meminta pistol yang ada pada pengawal yang menjaga mereka "berikan pistol mu padaku aku akan ikut menyerang" "tapi nyonya disana sangat berbahaya" "berikan pistolmu sekarang!!!" bia kecil yang sedang menangis menahan mamanya yang ingin ikut menyerang "mama jangan mama disana bahaya" mama bia yang melihat putrinnya menangis pun memeluknya "bia sayang apapun yang terjadi kamu harus ikhlas mama dan papa sangat menyayangi mu lebih dari nyawa kami kalau mama dan papa tidak kembali, pulanglah ke rumah dan pergi ke bilik mama dan papa di sana ada surat untuk kamu dan bacalah itu semua kejadian ini akan terjawab disurat itu.mama dan papa sangat menyayangimu sayang jaga diri kamu baik - baik ingat kata kakek kamu walau apapun rintangannya kamu harus kuat untuk melawan kerasnnya dunia tumbuhlah menjadi gadis yang kuat dan hebat sayang" setelah dia mengatakan semua itu dia mencium kening anaknya dan menghapus air matanya lalu keluar dari tempat persembunyian mereka "MAMA!!!" bia kecil menangis sejadi - jadinya dan memberontak di dalam pelukan pengawal yang menjaganya.
__ADS_1