
setelah riko pulang dari luar kota bersama raka.riko langsung terbang lagi keluar negeri karena dia dapat tlpn dari ibu bapak masuk rumah sakit..setelah tiba riko dan siska langsung kerumah sakit lihat bapak yang sedang terbaring sakit..disaat lagi sakit bapak trus bertanya cucu...yang membuat riko bingung dan merasa bersalah..lalu riko berusaha jawab iya pak kami lagi program..pasti gak lama lagi siska hamil ya kan sayang..lalu siska jawab iya pa..gk lama lagi bapak pasti ada cucu dari kami.yang pentingnya bapak sembuh dulu sambung riko.bapak istirahat kasian ibu jaga bapak.lalu bapak tidur..riko..ibu lebih baik pulang sama siska biar aku aja yang disini jaga bapak.besok ibu kesini lagi.lalu ibu pun nurut lalu pulang bersama siska.riko pun memandang bapak yg sudah lemas dan semakin kelihatan tua.tapi bapak masih megantung harapan sama riko yaitu cucu.bapak sudah memberikan semua harta juga aset yg begitu banyak untuk riko karena riko anak tunggal.tapi riko cucu satu aja belum bisa kasih bapak..disitu riko sedih.disisi lain siska belum mau hamil karena masih terikat kontrak perkerjaan.riko pun sempat berpikir untuk menikah lagi..tapi tidak mungkin...riko tidak akan sakiti siska.ditempat lain wirda juga lagi berusaha untuk kesembuhan ibunya.. hubungan sama andi pun cuma sebatas teman.melihat wirda yang cuek akhirnya andi menyerahkan.andipun sudah dekat dengan mery..tapi andi dan wirda juga mery berteman baik.wirda sedikit dikit kumpulin uang untuk ibu..kalo hari dia dikafe malam dia setrika baju tetangga yang membutuhkan jasanya.begitupun selanjutnya dia trus berjuang hidup dan mati untuk mencari nafkah.ditempat lain bapak riko sudah bisa keluar dari rumah sakit..riko dan siska pun berencana pulang ke ibu kota.tapi sebelum nya setelah mengantar bapak pulang.mereka berdua memilih ke apartemennya dulu yg ada diluar negeri sambil mencari jalan keluar atas keinginan bapak..sis gimana ni bapak minta trus..kamu keluar kontrak aja biar mas yang ganti rugi yang penting kamu bisa hamil...oo gk bisa gitu mas itu perjuangan aku selama ini.itu mimpi aku..kok mau putusin gtu saja.pokoknya aku tidak setuju mas.siska keras kepala...lalu gimana caranya..aku punyak ide.gini acaranya gimana kita sewa perempuan buat hamilin anak kita..aah ngacok kamu siska.semua diluar dugaan riko..haamm kamu pikir aku bisa berhubungan intim sama perempuan yang tidak aku cinta sis..kamu udah gila apa..tenang mas kmu tidak perlu berhubungan intim dengan wanita itu kamu juga tidak perlu tau siapa wanita itu..tapi kita donor aja spema kamu kedia gimana...riko pun berpikir kalo dia gk ikuti cara siska dia juga bingung gimana cara dapat anak maksa siska jg tidak mungkin.lalu kata siska lagi nanti anak lahir langsung kita bawa..kita bilang itu anak kita..aku yang hamilin.bilang kebapak.tugas kita yang mau terima donor saja.iya ya boleh juga ide kmu..tapi kamu sendiri gak pa2 orang lain yg hamili anak kita tentu tidak asal kmu tidak kenal wanita itu.kita cuma mau anaknya saja...klo gitu kita suruh raka yang mau cari yang mau terima donor kita.iya yang penting kita besok balek dan kita urus smua.ditempat lain wirda mendapatkan telepon dari doni..kakk ibu masuk rumah sakit lagi...kata dokter kita harus siapin uang 200 ratus juta besok buat operasi.haaah apa dua ratus juta kamu bilang.iya kak harus ada besok...lutut wirda langsung lemas..dimana aku harus mencari duet sebanyak itu.kalopun ambil pinjaman.siapa yang mau kasih sebanyak itu..ya Allah apa yang harus saya lakukan dia berpikir dia juga berpikiran untuk menjual kesuciannya(perawan) untuk om om yang kaya demi menyelamatkan ibunya.ditempat lain riko dan raka lagi membicarakan masalah donor ******.raka mendengar riko mau donor ****** kaget bngat..tapi itu keputusan yang sudah diambil oleh riko dan siska..raka tolong kamu cari wanita yang mau mengandung anak saya..tolong wanita baik2 bukan kalangan wanita malam.karena aku mau yang mengandung anak saya wanita baik2.dalam hati raka mana wanita baik mau mengandung anak sih..tapi tetap aja raka ya..kalo ada bayar dia berapan pun kasih dia pasilitas.dan selama mengadung dia memjaga kandungan jga mkanan yg baik.aku tak mau tau siapa wanita itu dan tak perlu lihat..smua kamu yang urus.iya riko aku coba berusaha.dalam hati riko kalo dari kalangan baik2 tidak ada.tapi kalo ******* banyk yang mau.tapi riko tak mau anaknya lahir dari rahim kotor itu..otak raka pun berputar mikirin permintaan riko. wirda pagi2 lari kebeberapa rumah sakit mencari yang mau donor ginjal.wirda berecana jual separuh ginjalnya untuk biaya operasi ibu..dia lari sana sini.tiba disebuah rumah sakit dengan air mata berderai dan doni terus telepon nanyak uang.dia langsung keresepsioni rumah sakit dia langsung nanyak disini ada menerima donor ginjal suster.oh maaf mbak lagi kosong.apa disini menerima yang donor ginjal.kalo soal itu mbak nanyak langsung.sama dokter ginjal dilantai atas.ooh iya..tanpa wirda sadari raka dan desi memperhatikan nya.raka berpikir mungkin saudara ato keluarga wirda lagi butuh donor ginjal.raka dan desi lagi cek hamil dirumah sakit itu.tapi tak sempat bicara dengan wirda karena kelihatan wirda lagi buru2.setelah keluar rumah sakit mereka lihat wirda lagi wirda jalan kaki sambil nangis seperti orang putus asa.desi berkata mas itu seperti nya wirda..oo iya ya kenapa dia seperti nya sedang nangis dan putus asa..coba mas berhenti.lalu mobilnya berhenti didekat wirda..tapi wirda tak menyadari karena pikiran benar2 kosong.lalu desi dan raka pun turun..wir wirda kamu kenapa..eh mbak desi dan tuan raka sejak kapan kalian disini dari tadi kami perhatikan kamu.apa yang terjadi kenapa kamu seperti ini.desi memeluk wirda dan bawa kemobil.wirda kmu punya masalah bicara sama kita mungkin kita bisa bantu..kamu kerumah kami dulu ya setelah pikiran kamu rileks kmu cerita ya .